Home / NASIONAL

Selasa, 29 September 2020 - 08:53 WIB

Jokowi: Perlu Ada ‘Mini Lockdown’

Presiden RI Joko Widodo. BPMI/Setpres

Presiden RI Joko Widodo. BPMI/Setpres

JAKARTA, BERITANUSA.id – Presiden RI Jokowi menginstruksikan jajarannya untuk terus berupaya menekan laju penyebaran Covid-19. Standar pengobatan dan perawatan bagi pasien Covid-19 harus mengacu pada standar yang sama yang diberikan Kementerian Kesehatan.

“Ini penting sekali sehingga kita harapkan nanti angka kematian akan semakin menurun, angka kesembuhan akan semakin lebih baik lagi,” ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas membahas laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/9).

Berdasarkan laporan terbaru yang diperoleh Jokowi, kemarin, rata-rata kasus aktif di Indonesia berada pada angka 22,46 persen. Angka tersebut mendekati rata-rata kasus aktif dunia yang mencapai 23,13 persen. Presiden meminta agar perkembangan ini dapat terus diperbaiki lagi.

Apabila dibandingkan dengan data bulan lalu, rata-rata kematian akibat Covid-19 di Indonesia juga menurun dari 4,33 persen menjadi 3,77 persen. Meski perlu diakui bahwa angka tersebut masih di atas rata-rata kematian dunia yang berada pada angka 3,01 persen.

“Ini menjadi tugas kita bersama untuk menekan lagi agar rata-rata kematian di negara kita bisa terus menurun,” kata Jokowi.

Dalam rapat terbatas tersebut, Jokowi juga menyampaikan kembali kepada Komite Penanganan Covid-19 bahwa pola atau metode intervensi lokal harus dapat diterapkan di berbagai wilayah di Indonesia. Menurutnya, intervensi lokal atau pembatasan berskala mikro di tingkat desa, kampung, RT, RW, dan lingkup lokal lainnya tersebut jauh lebih efektif apabila dilakukan secara berulang dan sesuai dengan data penyebaran wilayah di satuan kecil.

“Artinya pembatasan berskala mikro baik itu di tingkat desa, kampung, RW, RT, kantor, maupun pondok pesantren saya kita itu lebih efektif. Mini lockdown yang berulang itu akan lebih efektif. Jangan sampai kita generalisir satu kota, kabupaten, apalagi satu provinsi, ini akan merugikan banyak orang,” ucapnya.

Adapun yang berkaitan dengan rencana vaksinasi massal bagi masyarakat apabila vaksin Covid-19 telah tersedia, Jokowi meminta jajarannya untuk merencanakan betul seawal mungkin mengenai pelaksanaannya.

“Saya minta dalam dua minggu ini sudah ada perencanaan yang detail kapan dimulai, lokasinya di mana, siapa yang melakukan, hingga siapa yang divaksin pertama. Semuanya harus terencana dengan baik sehingga saat vaksin ada itu tinggal langsung implementasi pelaksanaan di lapangan,” tandasnya.

(set/prs)

Share :

Baca Juga

Pelantikan PUSATNUSA.

NASIONAL

Bertepatan HUT ke-75 RI, PUSATNUSA Lantik Pengurus Daerah
Aksi unjuk rasa buruh. Foto/Detik

NASIONAL

Hari Ini, Buruh Jakarta Longmarch ke Istana Demo Omnibus Law
Ilustrasi bisnis UMKM di Indonesia. (Ist)

NASIONAL

Pelaku UMKM Mulai Rasakan Nikmatnya Program PEN
Ilustrasi tata ruang kota Jakarta. Foto/Ist

NASIONAL

Pemprov DKI Akan Tingkatkan Tata Ruang Kota
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan sebanyak 1.200 orang disuntik per hari dalam vaksinasi massal, di Masjid Istiqlal, DKI Jakarta. Foto/Setneg

NASIONAL

Warga Diminta Tak Unggah Sertifikat Vaksinasi ke Medsos
Jaksa Agung ST Burhanuddin. Foto/MI

NASIONAL

Ada 7 Calon Tersangka Kasus Korupsi Asabri
Pompa air Jakarta. Foto/Ist

NASIONAL

Hadapi Musim Penghujan, DKI Pastikan Pompa Air Dalam Kondisi Prima
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ist

NASIONAL

Anies Izinkan 11 Sektor Bisnis Tetap Beroperasi Saat PSBB Total