Home / NASIONAL

Senin, 8 Maret 2021 - 21:01 WIB

Juliari Disebut Siapkan Rp3 Miliar untuk Fee Hotma

Menteri Sosial Juliari Peter Batubara. Foto/Antara/Puspa Perwitasari

Menteri Sosial Juliari Peter Batubara. Foto/Antara/Puspa Perwitasari

JAKARTA, BERITANUSA.id – Pengacara Hotma Sitompul disebut menerima uang Rp3 miliar terkait dengan jasa pengacara dari Kementerian Sosial. Sumber uang itu diduga berasal dari kutipan fee yang dikumpulkan melalui rekanan penyedia bantuan sosial (bansos) untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek Tahun 2020.

Demikian disampaikan oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Sosial, Adi Wahyono. Dia dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja dalam dugaan korupsi pengadaan bansos.

Mulanya, jaksa menanyai Adi soal jumlah berikut penggunaan uang yang diterima eks Menteri Sosial Juliari Peter Batubara dari rekanan penyedia bansos. Adi mengungkapkan, sebagian uang itu digunakan untuk operasional menteri seperti sewa pesawat hingga membayar pengacara.

“Ada bayar pengacara, ada bayar untuk kebutuhan kunjungan kerja ke Semarang, kemudian ada biaya lainnya untuk sewa pesawat, untuk lainnya,” ungkap Adi dalam kesaksiannya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (8/3).

Jaksa lantas mencecar Adi terkait penggunaan jasa pengacara yang dimaksud. Adi yang juga tersangka dalam kasus ini menjelaskan Kementerian Sosial menunjuk Hotma untuk membantu menangani suatu kasus yang dihadapi Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial.

Namun dia tidak menjelaskan secara rinci kasus yang dimaksud.

“Berapa fee-nya?” tanya jaksa.

“Pada saat itu menyiapkan dana sekitar Rp3 miliar,” jawab Adi.

“Pengacaranya siapa namanya?” lanjut jaksa.

“Pak Hotma Sitompul,” tandas Adi lagi.

Adi pun lantas menjelaskan pembayaran uang kepada Hotma bersumber dari rekanan yang mendapat proyek penyediaan bansos.

“Uang dari mana?” tanya jaksa.

“Uang yang boleh dikumpulin Pak Joko (Matheus Joko Santoso, PPK Kementerian Sosial) itu,” pungkas Adi.

Hotma sendiri sempat diperiksa penyidik KPK terkait kasus dugaan korupsi bansos yang menyeret Juliari, pada pertengahan Februari lalu. Saat itu, ia mengakui pernah memberikan pendampingan hukum untuk kasus yang ditangani Kementerian Sosial.

Namun kala itu, Hotma mengklaim, uang jasa pengacara itu tidak diterimanya karena perkara yang ditangani melibatkan anak di bawah umur.

“Saya dengan jujur setelah selesai dapat honorarium Rp5 juta, Rp3 juta, Rp2 juta untuk tiga lawyer kita, kami kembalikan kepada anak di bawah umur itu,” kata Hotma usai menjalani pemeriksaan di Gedung Dwiwarna KPK, Jumat (19/2) lalu.

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Foto/Ist

NASIONAL

Terbitkan SE, Tito Minta Kepala Daerah Antisipasi Bencana
Ilustrasi Stadion di Aceh. Ist

NASIONAL

Aceh Siap Jadi Tuan Rumah PON XXI 2024 Bersama Sumut
Presiden Joko Widodo. Foto/Antara

NASIONAL

Distribusi Vaksin ke Daerah Ditargetkan Rampung Maret 2021
Sejumlah warga Jakarta mengantre untuk perpanjangan STN. Foto/MI

NASIONAL

Mulai 21 Mei, Pengesahan STNK Via Online
Kepadatan arus lalu lintas terjadi pada sejumlah ruas jalan menjelang sore hari di Jalan Sudirman dan Jalan Gatot Subroto. Foto: Media Indonesia/Pius Erlangga

NASIONAL

Jasa Marga Prediksi Puncak Arus Kendaraan Keluar Kota Terjadi Rabu
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate. Foto/Antara

NASIONAL

Kominfo Rilis 15 Nama Calon Dewas RRI 2021-2026
Kantor KPK KPK di Gedung Merah Putih, KPK, Jakarta. Foto/MI

NASIONAL

KPK Sita Rp440 Juta Hasil Geledah Kasus Suap Banggai Laut
Pekerja pemakaman beristirahat di TPU Pondok Ranggon, Jakarta. Foto/AFP/Adek Berry

NASIONAL

Krisis Lahan Pemakaman Covid di DKI Akibat Salah Penangangan