Home / NASIONAL

Kamis, 4 Februari 2021 - 17:07 WIB

Jumlah Relawan Bakal Bertambah Alasan Insentif Nakes Dipangkas

Ilustrasi - Seorang relawan mencoba pelindung wajah (Face Shield) disela-sela pembuatan alat tersebut, di Jakarta, Senin (6/4). Foto/ANTARA

Ilustrasi - Seorang relawan mencoba pelindung wajah (Face Shield) disela-sela pembuatan alat tersebut, di Jakarta, Senin (6/4). Foto/ANTARA

JAKARTA, BERITANUSA.id – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan rencana pemangkasan besaran insentif tenaga kesehatan (nakes) dilakukan agar pendanaan lebih efektif.

Pasalnya menurut Nadia yang juga Juru Bicara Vaksin Covid-19 dari Kemenkes itu, pemerintah berencana menambah relawan petugas kesehatan untuk penanganan pandemi virus corona.

“Ada penyesuaian (anggaran) supaya lebih efektif, karena relawan kesehatan akan bertambah dan ini petugas kesehatan yang bukan pegawai tetap, jadi kita juga memperbanyak upaya padat karya,” kata Nadia dalam keterangannya, Kamis (4/2).

Nadia menerangkan, meski jumlah relawan bertambah, insentif nakes akan tetap ada pada 2021 ini. Hanya saja, terdapat penyesuaian besaran insentif.

“Jumlah relawan bertambah tetap ada penyesuaian insentif untuk nakes,” tutur dia lagi.

Penambahan jumlah relawan petugas kesehatan tersebut juga dianggap sebagai bentuk memenuhi kebutuhan nakes pada masa pandemi Covid-19. Nadia berharap, kebutuhan SDM tenaga kesehatan dapat terpenuhi di tempat-tempat perawatan.

“Penambahan jumlah relawan ini untuk nakes yang belum dapat SK, ini untuk memenuhi peningkatan kebutuhan (SDM) di tempat perawatan,” ucap Nadia.

Untuk diketahui, pemerintah berencana memangkas besaran insentif yang diberikan kepada nakes pada 2021. Namun menurut Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani, hitung-hitungan pemangkasan masih dalam tahap negosiasi dengan Kementerian Kesehatan.

Wacana ini menuai pelbagai tanggapan negatif dari beberapa asosiasi profesi tenaga kesehatan. Seperti Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang menilai pemerintah tidak peka dengan kondisi nakes di tengah pandemi Covid-19.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bahkan mengingatkan pemerintah untuk membahas kembali rencana tersebut karena dikhawatirkan dapat membuat kekecewaan dan semangat kerja nakes hilang.

Sementara koalisi masyarakat sipil mendesak pemerintah membatalkan rencana pemangkasan insentif nakes. Gabungan organisasi masyarakat ini menyoroti masih banyaknya kasus aktif Covid-19 yang menunjukkan buruknya tata kelola penanganan pandemi.

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi PSBB total Jakarta. Foto/Ist

NASIONAL

Sepekan PSBB DKI Tahap Kedua, Covid Naik 6.960 Kasus
Massa FPI berkumpul di markas mereka di Petamburan untuk menyambut kedatangan Rizieq Shihab. Foto/AFP

NASIONAL

155 Peserta Aksi 1812 Ditangkap, 22 Orang Reaktif Covid
Ilustrasi Pilkada 2020. Ist

NASIONAL

Polri Siap Sanksi Tegas Cakada yang Langgar Protokol Kesehatan
Joko S Tjandra (oranye). Foto/MI

NASIONAL

Kasus Suap red Notice, Djoko Tjandra Dituntut 4 Tahun Penjara
Presiden Joko Widodo membuka Inovasi Indonesia Expo 2020 secara virtual sebagaimana ditayangkan dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Selasa, 10 November 2020. Foto/BPMI

NASIONAL

Presiden Jokowi Juga Lantik Kepala BNN dan BRG
Kantor Waskita Karya. Foto/Ist

NASIONAL

Kementerian BUMN Harus Bersihkan Dugaan Proyek Fiktif Waskita
Bendungan Napun Gete yang merupakan salah satu dari tujuh bendungan yang dibangun semasa pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah siap beroperasi. Foto/BPMI Setpres

NASIONAL

Resmikan Bendungan Napun Gete, Jokowi: Air Kunci Kemakmuran
Gerakan masyarakat untuk bersatu melawan Covid-19. Foto/Antara/Muhammad Adimaja

NASIONAL

Bekasi Perpanjang Adaptasi Hidup Baru hingga 2 Februari