Home / NASIONAL

Kamis, 25 Februari 2021 - 07:33 WIB

Kabareskrim: Penyidik Langgar SE Kapolri Diberi Sanksi

Komisaris Jenderal Agus Andrianto bakal dilantik sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) yang baru di Rupatama Mabes Polri pada hari ini, Rabu (24/2). Foto/Istimewa

Komisaris Jenderal Agus Andrianto bakal dilantik sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) yang baru di Rupatama Mabes Polri pada hari ini, Rabu (24/2). Foto/Istimewa

JAKARTA, BERITANUSA.id – Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan pihaknya bakal memberi hukuman bagi penyidik yang melanggar pedoman dalam penanganan perkara Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Hal itu, kata Agus menjadi salah satu cara untuk mencegah bias dan subyektivitas penyidik dalam menerima atau melanjutkan perkara-perkara ITE di masyarakat.

Diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo baru saja menerbitkan surat edaran dan telegram yang ditujukan kepada seluruh jajarannya di wilayah-wilayah agar menangani kasus ITE dengan adil.

“Kemudian kepada mereka (penyidik) yang melanggar surat edaran Pak Kapolri pasti akan diberikan hukuman,” kata Agus dalam keterangannya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (24/2).

Kata dia, penanganan kasus-kasus ITE bakal dipelototi Wasidik (Pengawas Penyidikan) dan pihak pengawas internal lain seperti Profesi dan Pengamanan (Propam) dan Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri. Selain itu, penyidik yang dapat melakukan penegakan hukum dengan baik akan diberikan hadiah.

“Yang melaksanakan dengan benar dan mendapatkan apresiasi dari masyarakat juga akan diberikan reward,” katanya.

Dia menekankan, penyidik kepolisian perlu membuka ruang mediasi seluas-luasnya terhadap kasus UU ITE. Sehingga, pedoman itu dikeluarkan sebagai pegangan bagi penyidik dalam bersikap.

“Artinya, terhadap penerapan UU ITE sudah sedemikian dibuka peluang untuk mediasi seluas-luasnya,” ucapnya lagi.

Diketahui, kasus-kasus mengenai UU ITE belakangan ini menjadi sorotan lantaran sempat disentil oleh Presiden Joko Widodo dalam rapat pimpinan (Rapim) TNI-Polri, Senin pekan kemarin. Presiden bahkan mengatakan bakal merevisi pasal-pasal karet di payung hukum itu.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD pun membentuk tim kajian UU ITE untuk mengidentifikasi pasal karet dalam aturan itu.

Tim kajian ini tertuang dalam Keputusan Menko Polhukam RI Nomor 22 tahun 2021 Tentang Tim Kajian UU Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang diteken Mahfud hari ini (22/2).

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Gibran Rakabuming Raka (kiri) dan Bobby Nasution (kanan). Foto/Ist

NASIONAL

Pilkada 2020: Gibran Menang Telak di Solo, Bobby di Medan
Petugas kesehatan mempersiapkan vaksin COVID-19 saat simulasi pelayanan vaksinasi di Puskesmas Kemaraya, Kendari, Sulawesi Tenggara. Foto/Antara

NASIONAL

Pemprov DKI Mulai Vaksinasi 14 Januari
PERAYAAN HUT KE-74 TNI: Inspektur upacara, Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (ketiga kanan). Foto/Antara

NASIONAL

TNI Siap Jadi yang Pertama Suntik Vaksin Covid-19
Ilustrasi PSBB Jakarta. Foto/Antara

NASIONAL

Cara Pemerintah Maksimalkan 3T hingga Desa Lewat PPKM Mikro
Kapolda Metro Jaya bersama Pangdam Jaya serta jajarannya melakukan sidak protokol kesehatan (prokes) di Stasiun Kota Jakarta Barat. Foto/Istimewa

NASIONAL

Kapolda Metro-Pangdam Siap Bikin Kios Masker Gratis
Kantor KPK. Foto/Tirto

NASIONAL

14 Tahanan KPK Positif Covid-19
Ilustrasi batik. Foto/Ist

NASIONAL

Sejarah Peringatan Hari Batik Nasional 2 Oktober
PLBN Sei Pancang. Foto/Kementerian PUPR

NASIONAL

PLBN Sei Pancang Nunukan Jadi Ikon Baru Perbatasan Indonesia-Malaysia