Home / EKONOMI

Rabu, 7 Oktober 2020 - 13:59 WIB

Kalangan Dunia Usaha Sambut Baik UU Cipta Kerja

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P Roeslani. Foto/Kadin

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P Roeslani. Foto/Kadin

JAKARTA, BERITANUSA.id – Kalangan dunia usaha menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang telah menyepakati pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja untuk menjadi Undang-Undang (UU) melalui Rapat Paripurna yang digelar, Senin lalu.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan, UU Cipta Kerja diharapkan dapat mendorong perekonomian dan investasi melalui penciptaan dan perluasan lapangan kerja.

“UU tersebut mampu menjawab dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang menghambat peningkatan investasi dan membuka lapangan kerja, melalui penyederhanaan sistem birokrasi dan perizinan, kemudahan bagi pelaku usaha terutama UMKM, ekosistem investasi yang kondusif, hingga tercipta lapangan kerja yang semakin besar untuk menjawab kebutuhan angkatan kerja yang terus bertambah,” kata Rosan melalui keterangan resminya yang dikutip, Rabu (10/7).

Seperti diketahui sebelumnya, dalam RUU Cipta Kerja telah dilakukan perubahan dan penyederhanaan terhadap 79 UU dan 1.203 Pasal, sampai pada 7 Februari 2020 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyerahkan Surat Presiden (surpres) dan draf RUU Cipta Kerja kepada Ketua DPR Puan Maharani. RUU yang disahkan itu mencakup 15 bab dan 174 pasal.

Pandemi Covid-19 berdampak luas tidak hanya pada kesehatan, namun juga pada ekonomi, termasuk penyediaan lapangan kerja. Saat ini banyak yang kehilangan pekerjaan, atau banyak pekerja yang bekerja menjadi paruh waktu.

Dengan banyaknya investasi yang masuk, lapangan pekerjaaan akan semakin terbuka dan meluas. “Kejadian pandemi Covid-19 memberikan dampak kontraksi perekonomian dan dunia usaha yang sangat signifikan, RUU Cipta Kerja menjadi penting dan diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui program pemulihan dan transformasi ekonomi,” kata Rosan.

Menurut dia, dengan adanya dinamika perubahan ekonomi global memerlukan respon cepat dan tepat. Tanpa reformasi struktural, pertumbuhan ekonomi akan tetap melambat.

“Penciptaan lapangan kerja harus dilakukan, yakni dengan mendorong peningkatan investasi sebesar 6,6 hingga 7 persen untuk membangun usaha baru atau mengembangkan usaha eksisting, yang pada akhirnya akan mendorong peningkatan konsumsi di kisaran 5,4 hingga 5,6 persen,” ujar Rosan.

Ia juga menilai, pengesahan UU itu dapat mendukung program pemberdayaan UMKM dan Koperasi agar peningkatan kontribusi UMKM terhadap PDB menjadi 65 persen dan peningkatan kontribusi Koperasi terhadap PDB menjadi 5,5 persen.

Menurutnya, apabila UU Cipta Kerja dilakukan maka akan meningkatkan daya saing Indonesia dan mendorong investasi masuk sehingga akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat yang akhirnya akan mempercepat pemulihan perekonomian nasional.

(kdn/pst)

Share :

Baca Juga

Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi melakukan monitoring dan evaluasi program Banpres Produktif Usaha Mikro di provinsi Kalimantan Timur sekaligus meninjau pelaku usaha mikro yang mendapatkan Program Banpres Produktif. Samarinda, Selasa (17/11). Foto/Kemenkop UKM

EKONOMI

Banpres UMKM Harus Tepat Sasaran dan Pemanfaatan
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah. Foto/ist

EKONOMI

DPR RI Setujui RUU P2APBN 2019
Kantor Bank Indonesia. Foto/Ist

EKONOMI

BI: Penyaluran Kredit Meningkat di Kuartal I 2021
Per April 2020 uang penisun bisa diambil di ATM, hal ini mencegah penyebaran covid-19. Foto/MI

EKONOMI

Layanan ATM di Bali Disetop Sementara Mulai 13 Maret
Ilustrasi guru honorer. Foto/Antara

EKONOMI

636 Ribu Guru Honorer Terima BLT Subsidi Gaji
Calon penumpang meniup kantong saat mengikuti tes Covid-19 dengan GeNose C19 di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (18/2/2021). Foto/Kontan

EKONOMI

Bandara Sediakan Tes GeNose Mulai 1 April
Maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Foto/Antara

EKONOMI

Garuda Buka Layanan Tes Swab Khusus Penumpang
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (melambaikan tangan) saat melakukan panen raya padi. Foto/Kementan

EKONOMI

Pemerintah Siapkan Pertanian Modern Melalui Smart Green House