Home / NASIONAL

Kamis, 10 September 2020 - 11:55 WIB

Kapolri: Jangan Sampai Polri Jadi Klaster Baru Covid-19

Kapolri Idham Aziz. Foto/Ist

Kapolri Idham Aziz. Foto/Ist

JAKARTA, BERITANUSA.id – Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis memerintahkan anggotanya meningkatkan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan di lingkungan internal serta tempat pelayanan Polri. Perintah itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2609/IX/OPS.2./2020 tertanggal 7 September 2020.

“Jangan sampai lingkungan internal Polri menjadi klaster baru Covid-19,” seperti dikutip dari surat yang ditandatangani oleh Kabaharkam Polri Komjen Agus Andrianto, selaku Kaopspus Aman Nusa II-Pencegahan Covid-19 Tahun 2020, atas nama Kapolri.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengonfirmasi keabsahan Surat telegram tersebut. Sementara, bagi polisi dan keluarganya yang terpapar Covid-19, Kapolri menginstruksikan agar diberi perhatian dan dirawat intensif.

Bagi anggota yang bertugas, khususnya di lapangan, diminta untuk dipastikan dalam kondisi sehat dan tidak memiliki penyakit penyerta. Lalu Idham juga meminta jajarannya memetakan tempat keramaian yang berpotensi menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Jajaran kepolisian juga diminta membangun komunikasi dengan pemda, tokoh agama, tokoh masyarakat di wilayah masing-masing dalam rangka mengkampanyekan protokol kesehatan.

“Lakukan identifikasi dan mapping tempat-tempat keramaian yang berpotensi menjadi klaster baru Covid-19 (mall, perkantoran, pasar, dan lain-lain),” demikian bunyi surat tersebut.

Kapolri juga memerintahkan anggotanya menghindari tindakan yang menambah beban masyarakat, melakukan kekerasan, dan tindakan kontraproduktif lainnya dalam mengawasi penerapan protokol kesehatan.

Sementara itu, dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional, jajaran kepolisian diminta mendorong dan mengawal percepatan belanja modal, barang, jasa, dan bansos.

Kemudian, aparat kepolisian diperintahkan mendampingi dan berkoordinasi dengan pemda serta kejaksaan untuk mempercepat penyerapan anggaran belanja modal, barang, jasa, dan bansos.

“Jangan justru melakukan tindakan yang menghambat (lakukan pemanggilan, klarifikasi, periksa, dan meminta/menyita dokumen),” seperti dikutip dari surat telegram itu.

Terakhir, anggota diperintahkan mendorong dan mengawal produk lokal seperti herbal yang dapat meningkatkan imunitas dan kesehatan tubuh demi membantu perekonomian masyarakat. (kom/pol)

Sumber: Kompas

Share :

Baca Juga

Ambulansdi RSPI Sulianti Saroso. Foto/Antara

NASIONAL

Kasus Covid-19 Masih Meningkat Sepanjang PPKM
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto/Antara

NASIONAL

PPKM Mikro Diharapkan Bangun Kesadaran Prokes Skala Kampung
Tangkapan layar situs Aisha Weddings

NASIONAL

Akun Domain Aisha Weddings Diduga Dibuat di Luar Negeri
Wali Kota Bogor Bima Arya. Foto/MI

NASIONAL

Ganjil-Genap Kota Bogor Diklaim Turunkan Angka Kasus Covid-19
Ilustrasi uang Rupiah. Foto/Ist

NASIONAL

Syarat Warga Bisa Dapat Rp600 Ribu Per Bulan dari Dana Desa
Ilustrasi tsunami. Foto/Ist

NASIONAL

Dua Potensi Besar Pemicu Tsunami di Selatan Jawa
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto/Kompas

NASIONAL

Anies Mulai Berlakukan Kembali PSBB Transisi di Jakarta Hari Ini
Ahmad Riza Patria, Wakil Gubernur DKI Jakarta memberikan sambutan di ruangan Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (18/11/2020). Foto/Kompascom

NASIONAL

Deretan Fakta Wagub DKI Ahmad Riza Patria Terpapar Covid