Home / EKONOMI

Selasa, 22 Desember 2020 - 20:15 WIB

Karena Corona, Belanja Bansos Naik Hampir Dua Kali Lipat

Sejumlah orang mengemas paket bansos di Gudang Food Station Cipinang, Jakarta. Foto/MI

Sejumlah orang mengemas paket bansos di Gudang Food Station Cipinang, Jakarta. Foto/MI

JAKARTA, BERITANUSA.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencatat realisasi belanja bantuan sosial (bansos) mencapai Rp191,4 triliun per 30 November 2020. Realisasinya mencapai 80,7 persen dari Rp105,9 triliun pada November 2019 alias naik hampir dua kali lipat.

“Yang tumbuh tinggi adalah belanja bansos, ini hampir dua kali lipat,” ucap Ani, sapaan akrabnya, saat konferensi pers virtual APBN KiTA edisi Desember 2020, Senin (21/12).

Realisasi belanja bansos pun tercatat sudah melebihi pagu yang dianggarkan, yaitu mencapai 112,1 persen dari pagu Rp170,7 triliun. Ani mengatakan realisasinya membengkak karena pemerintah memberikan banyak bansos sebagai perlindungan sosial di program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kepada masyarakat.

Tujuannya untuk menjaga daya beli dan tingkat konsumsi masyarakat yang tertekan selama pandemi virus corona atau covid-19. Khususnya, untuk masyarakat kalangan miskin.

Bersamaan dengan bengkaknya belanja bansos pada hari ini, tercatat pula peningkatan belanja di kementerian/lembaga yang menyalurkan bansos. Realisasi belanja Kementerian Sosial misalnya, sudah mencapai Rp129,6 triliun atau 124,1 persen dari pagu Rp108,8 triliun.

Porsi belanja Kemensos tumbuh 130,1 persen pada tahun ini. Kemensos sendiri menyalurkan bansos berupa Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Bansos Sembako, dan lainnya.

Begitu juga dengan belanja Kementerian Ketenagakerjaan yang mencapai Rp31,5 triliun atau 703,3 persen dari pagu Rp4,5 triliun hingga 30 November 2020. Realisasi belanja tumbuh 616,6 persen dari tahun sebelumnya.

“Kemenaker menyalurkan subsidi upah atau gaji bagi pekerja dan buruh,” imbuhnya.

Tak ketinggalan, realisasi belanja Kementerian Koperasi dan UKM mencapai Rp26,1 triliun atau 4.022,5 persen dari pagu Rp600 miliar. Realisasnya tumbuh 3.266,5 persen karena penyaluran bantuan modal bagi usaha mikro.

Belanja kementerian yang juga tinggi karena penanganan covid-19 adalah Kementerian Kesehatan. Total mencapai Rp83,7 triliun atau 106,6 persen dari pagu Rp78,5 triliun dengan pertumbuhan 41,9 persen.

(cnn/eko)

Share :

Baca Juga

WIsata Labuan Bajo. Foto/Ist

EKONOMI

Ini Syarat Dapat Dana Hibah Pariwisata dari Pemerintah
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P Roeslani. Foto/Kadin

EKONOMI

Kalangan Dunia Usaha Sambut Baik UU Cipta Kerja
Menkeu Sri Mulyani (kiri) dan Ketua DPR RI Puan Maharani. Ist

EKONOMI

DPR Setujui APBN 2021 Capai Rp2.750,02 Triliun
Ilustrasi uang Rpiah. Foto/Ist

EKONOMI

Mandiri-Grab Kerja Sama Salurkan Kredit Rp100 Juta ke UMKM
Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo. Foto/MI

EKONOMI

Bank Himbara Salurkan Rp192,24 T Dana PEN
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (20/7). Foto/AntaraMenko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (20/7). Foto/Antara

EKONOMI

Pemerintah Akan Beri Insentif untuk Sektor Pariwisata
PT Bank BRI Syariah Tbk mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang impresif pada triwulan II 2020. Foto/Ist

EKONOMI

Bank Syariah Indonesia Komitmen Garap UMKM Rp54 T
Tol Jakarta-Cikampek. Foto/MI/Ramdani

EKONOMI

Tarif Baru Tol Jakarta-Cikampek Naik