Home / GLOBAL

Rabu, 17 Februari 2021 - 23:03 WIB

Kasus Covid Bertambah, Selandia Baru Bakal Perpanjang Lockdown

Pemerintah Selandia Baru masih mempertimbangkan apakah bakal memperpanjang penguncian wilayah (lockdown) di Auckland, setelah jumlah kasus baru infeksi virus corona (Covid-19) bertambah. Foto/AAP/Daniel Pockett

Pemerintah Selandia Baru masih mempertimbangkan apakah bakal memperpanjang penguncian wilayah (lockdown) di Auckland, setelah jumlah kasus baru infeksi virus corona (Covid-19) bertambah. Foto/AAP/Daniel Pockett

JAKARTA, BERITANUSA.id – Pemerintah Selandia Baru masih mempertimbangkan apakah bakal memperpanjang penguncian wilayah (lockdown) di Auckland, setelah jumlah kasus baru infeksi virus corona (Covid-19) bertambah.

Dilansir Associated Press, Rabu (17/2), kasus infeksi corona di Auckland kini berjumlah lima orang, bertambah dari sebelumnya tiga orang.

Pemerintah Selandia Baru mulanya menerapkan kebijakan lockdown selama tiga hari setelah tiga kasus baru ditemukan pada pekan lalu. Kebijakan itu seharusnya berakhir hari ini.

Mereka menyatakan belum bisa menjelaskan bagaimana para pasien itu tertular di kota terbesar di Negeri Kiwi itu.

Lockdown yang dilakukan sejak akhir pekan lalu adalah yang pertama setelah enam bulan belakangan tidak ditemukan kasus infeksi Covid-19 di Selandia Baru.

Bahkan, Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, sempat menyatakan mereka sudah menang melawan virus corona.

Kasus infeksi terbaru virus corona yang terdeteksi di Auckland terjadi kepada pasangan suami istri dan anak perempuan mereka. Sedangkan dua pasien terbaru adalah teman kelas sang anak yang sempat melakukan kontak di kelas, serta saudara dari teman anak itu.

Dari hasil pemeriksaan, para pasien itu tertular virus corona jenis mutasi yang ditemukan di Inggris.

Sang ibu dilaporkan bekerja di perusahaan katering dan bertugas mengurus pakaian milik awak maskapai penerbangan.

Saat ini para pakar tengah menyelidiki apakah ada kemungkinan dia tertular dari pakaian milik penumpang yang positif corona.

Pemerintah setempat langsung menggenjot proses pelacakan dengan meningkatkan pemeriksaan. Namun, dari 17 ribu spesimen yang diperiksa di laboratorium sejauh seluruhnya negatif.

Peneliti juga mengambil sampel dari air di saluran pembuangan dan hasilnya tetap negatif.

Kabinet dan Jacinda menggelar rapat untuk menentukan kebijakan terkait lockdown. Menurut dia, jika seluruh teman sekelas pasien yang kini tengah diisolasi dinyatakan positif, maka hal itu tidak mengejutkan.

Sebagian besar penduduk Selandia baru berharap lockdown tidak berkepanjangan dan tidak ada kasus infeksi baru yang ditemukan.

(ap)

Share :

Baca Juga

Hujan salju di Arab Saudi. Foto/IstimewaHujan salju di Arab Saudi. Foto/Istimewa

GLOBAL

Hujan Salju Selimuti Arab Saudi
Ilustrasi ibadah umrah. Ist

GLOBAL

Arab Saudi Izinkan Ibadah Umrah Lagi Mulai 4 Oktober
Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha. Foto/AFP

GLOBAL

Terima 200 Ribu Vaksin, PM Thailand: Terima Kasih China
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah. Foto/antara

GLOBAL

Indonesia Jadi Ketua G20 2022, Lanjutkan Isu Krusial
Presiden AS Joe Biden. Foto/AFP

GLOBAL

Biden Kembali Terapkan Larangan Masuk ke AS
Rusia mulai vaksinasi warga. Foto/AFP

GLOBAL

Rusia Mulai Vaksinasi Warga Secara Mandiri
Wisata bahari di pulau-pulau kecil. Foto/Ist

GLOBAL

Indonesia Ingin Jadi Pionir Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan
Beijing. Foto/AFP

GLOBAL

China Kecam India soal Blokir Aplikasi