Home / NASIONAL

Rabu, 17 Februari 2021 - 21:08 WIB

Kasus Kerumunan Imlek PIK Jakarta Kelar Tanpa Sanksi Denda

Penjualan pernak-pernik Imlek di Pasar Glodok, Jakarta. Foto/Antara

Penjualan pernak-pernik Imlek di Pasar Glodok, Jakarta. Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Arifin mengatakan pihaknya tidak menjatuhkan sanksi denda administratif kepada pengelola Pantjoran Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta Utara, imbas kerumunan massa di acara perayaan Imlek 2021 beberapa waktu lalu.

Arifin menyebut sanksi yang dijatuhkan adalah penyegelan panggung yang dijadikan tempat atraksi barongsai.

“(Sanksi denda) enggak, tempatnya saja yang kita tidak diperbolehkan lagi untuk beraktivitas. Kalau di dalam ketentuan Pergub 3 itu yang dikenakan adalah penutupan tempatnya,” kata Arifin dalam keterangannya, Rabu (17/2).

Lebih lanjut, Arifin mengatakan saat menerima informasi kerumunan massa di acara itu, pihak Satpol PP langsung datang. Setelah kedatangan Satpol PP itu, ia mengatakan bahwa acara langsung berhenti dan tidak diteruskan.

“Enggak diteruskan kegiatannya. langsung semua rangkaian diselesaikan, langsung dihentikan enggak boleh ada kegiatan, langsung dilakukan penindakan, diingatkan panitia tidak boleh ada kerumunan, tidak boleh ada kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumunan apalagi kegiatan seperti barongsai itu,” kata dia.

Di sisi lain, saat disinggung soal perbedaan penerapan sanksi antara kasus kerumunan di PIK itu dengan kasus kerumunan maulid nabi dan pernikahan putri pentolan FPI Rizieq Shihab, Arifin mengatakan hal itu karena pihaknya mengacu pada aturan baru.

Pada November 2020 lalu, Pemprov DKI Jakarta menjatuhkan sanksi administratif berupa denda sebesar Rp50 juta kepada Rizieq.

“Kita sudah ada peraturan barunya. Yang sekarang kan Pergubnya Nomor 3, turunan daripada Perda Nomor 2. Jadi kita mengacu pada aturan gubernur yang sudah ada. (Pergub 3) ada tingkatannya. Kalau berulang dikenakan sanksi denda, bahkan bisa sampai pencabutan izin usaha kalau tempat-tempat badan usaha,” ucap dia.

Kerumunan massa saat pertunjukan barongsai dalam rangka perayaan Imlek 2021 terekam dalam sebuah video. Di video itu, terlihat warga berkerumun di lokasi, meskipun mereka sudah memakai masker.

Aparat kepolisian telah menetapkan satu orang tersangka dalam peristiwa itu.

Kepala Seksi Penyidikan Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan Penindakan Satpol PP Jakarta Utara, Purnama H.P mengatakan petugas menyegel panggung barongsai di Pantjoran PIK setelah memicu kerumunan saat perayaan Imlek 2021. Penyegelan itu dilakukan pada Senin (15/2) hingga 22 Februari mendatang.

“Yang disegel sementara hanya panggung kegiatan Barongsainya saja. Itu yang menimbulkan kerumunan. Untuk tempat makannya tidak (disegel) dan beroperasi seperti biasa,” katanya.

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo. Foto: Istimewa

NASIONAL

BNPB Peringatkan Jakarta Berada di Kawasan Patahan Gempa
Ketua Umum FPI Habib Muhammad Rizieq Shihab. Foto/MI

NASIONAL

Rizieq Shihab Dikabarkan Sesak Napas di Tahanan
Sebagian besar SPBU di Pantura Jateng sudah tidak jualan Premium. Foto/Antara

NASIONAL

Penjualan Premium di Jawa-Bali Dihentikan per 1 Januari 2021
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam Rapim TNI-Polri. Foto/dok Polri

NASIONAL

Rapim TNI-Polri Bahas Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi
Ilustrasi Maybank. Foto/Ist

NASIONAL

Polisi Akan Panggil OJK-PPATK Telusuri Saldo Raib di Maybank
Presiden Joko Widodo telah disuntik vaksin Covid-19 untuk yang pertama kali di Indonesia bersama sejumlah pejabat tinggi negara, kepala lembaga, tokoh agama hingga tokoh masyakarat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/1). Foto/Setneg

NASIONAL

Jokowi Usai Vaksin: Terima Kasih untuk Para Peserta Penerima
Ibu-ibu dalam antrean sembako. Ist

NASIONAL

Program Kartu Sembako untuk 18,5 Juta KPM Tak Efektif
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan sebanyak 1.200 orang disuntik per hari dalam vaksinasi massal, di Masjid Istiqlal, DKI Jakarta. Foto/Setneg

NASIONAL

Vaksinasi Anggota DPR Ditargetkan Rampung Sebulan