Home / NASIONAL

Kamis, 4 Maret 2021 - 11:03 WIB

Kasus Pelecahan Bos di Jakut Manfaatkan Keluguan Karyawati

Ilustrasi pelecehan seksual. Foto/Istimewa

Ilustrasi pelecehan seksual. Foto/Istimewa

JAKARTA, BERITANUSA.id – Bos perusahaan di Jakarta Utara berinisial JH disebut memanfaatkan keluguan dua karyawati dan situasi sepi untuk melakukan pelecehan seksual.

“Dia memanfaatkan situasi yang sepi, karena dianggap karyawannya ini wajah lugu-lugu. Akhirnya dia memanfaatkan keluguan para korban ini,” kata Wakil Kepala Polres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi, saat dihubungi, Rabu (3/3).

Selain itu, kata dia, untuk memuluskan aksinya tersangka JH juga sengaja menyelipkan senjata tajam (sajam) berupa keris di pinggangnya.

“Dia (tersangka) menampakkan sajam yang disimpan di pinggangnya. Akhirnya korban tidak berani melawan,” ucap Nasriadi.

Dari hasil tes urine, lanjutnya, tersangka dinyatakan negatif narkoba. Terkait kondisi psikologi atau kejiwaan korban, Nasriadi menyebut keadaannya baik.

“Kita masih mendalami tentang psikologi dia, tapi kalau selama ini orangnya normal. Apakah dia merupakan psikopat seks atau apa kita masih dalami itu,” tuturnya.

Mengaku Dukun

Hasil pemeriksaan polisi juga mendapati pengakuan tersangka yang menyebut diri sebagai dukun. “Pelaku mengakui juga sebagai tatung atau dukun etnis China,” ungkap Nasriadi.

Berdasarkan penyelidikan, ditemukan dua korban lain dari tersangka JH. Sehingga total ada empat korban.

Namun, menurut Nasriadi, dua korban berinisial AA dan BB enggan melaporkan aksi tersebut. Alhasil, keduanya hanya diperiksa sebagai saksi.

“Dengan alasan sudah memiliki keluarga dan tinggal di Bali, di mana menurut pengakuan pelaku bahwa AA sempat ditelanjangi dan BB diurut mengenai payudara dan semua dilakukan dalam ritualnya sebagai tatung,” kata dia lagi.

Di sisi lain, Nasriadi menuturkan bahwa tersangka JH kini telah menjadi mualaf dan memeluk agama Islam. Hal ini terjadi lantaran saat berada di dalam sel tahanan, JH mendengar suara azan dan hatinya pun tergerak.

“Kemudian sejak hari ini dia sudah jadi mualaf, bersyahadat dalam sel tahanan polisi. Dia belajar agama Islam supaya tidak larut dalam kejahatan duniawi,” ucap Nasriadi lagi.

Sebelumnya, bos perusahaan di Jakut berinisial JH ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan pelecehan seksual terhadap dua pegawainya.

Kedua korban yakni DF dan EF, selama bekerja di perusahaan itu tak berani melaporkan tindakan bosnya tersebut. Namun, mereka akhirnya memutuskan keluar dari perusahaan dan membuat laporan ke pihak kepolisian.

“Modus operandi yang dilakukan tersangka terhadap korban ini tersangka mengaku sebagai peramal, orang pintar, yang bisa meramal nasib dan rezeki seseorang,” kata Nasriadi, Selasa (2/3).

JH sendiri saat ini telah ditahan. Atas perbuatannya, JH dijerat Pasal 289 KUHP tentang pencabulan dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo saat uji kelayakan dan kepatutan di ruang Komisi III DPR, Rabu (20/1). Foto/DPR RI

NASIONAL

Komjen Listyo Sigit Dilantik Jadi Kapolri Hari Ini
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Foto/Ist

NASIONAL

Panglima TNI Perintahkan Jajarannya Amankan Pilkada
Foto: Istimewa

NASIONAL

Mensesneg: Komite Penanganan Covid-19 dan PEN Ibarat Gas dan Rem
Kapolri Jenderal Idham Azis saat memimpin Sertijab Pati Polri. Foto/Ist

NASIONAL

Kapolri Naikkan Pangkat 44.884 Personel di Seluruh Indonesia

NASIONAL

Pertamina Siap Distribusikan 35 Ribu Paket Konverter Kit untuk Nelayan dan Petani
Mentan-RI Syahrul Yasin Limpo. Foto/Kementan

NASIONAL

Mentan Akui Pertanian di Indramayu Terbaik Nasional
Ilustrasi pistol. Foto/Pixabay

NASIONAL

3 Orang Tewas Ditembak di Kafe Cengkareng
Menteri Perekonomian Airlangga Hartato. Foto: Istimewa

NASIONAL

KUR Dapat Dinikmati Seluruh Sektor Ekonomi