Home / GLOBAL

Senin, 12 Oktober 2020 - 10:50 WIB

Kecelakaan Bus-Kereta di Thailand Tewaskan 20 Orang

Kecelakaan bus dan kereta api di Thailand. Foto/Ist

Kecelakaan bus dan kereta api di Thailand. Foto/Ist

CHACHOENGSAO, BERITANUSA.id – Kecelakaan antara kereta barang dan bus terjadi di Thailand pada Minggu (11/10) pagi hingga menewaskan sedikitnya 20 orang dan lebih dari 40 luka-luka. Empat korban dikabarkan dalam kondisi kritis.

“Empat orang dalam kondisi kritis dan delapan masih dalam pengawasan. Saat ini ada 23 korban dirawat di rumah sakit,” kata direktur rumah sakit Provinsi Sombat Chutimanukul, Thailand.

Gubernur provinsi Chachoengsao Maitree Trililanon mengatakan, kecelakaan terjadi pada pukul 8:05 pagi waktu setempat, di dekat stasiun kereta Khlong Kwaeng Klan, 63 km ke arah timur dari Bangkok. Bus tur yang membawa 60 pekerja pabrik hendak menuju kuil Buddha menerobos perlintasan kereta.

Para penumpang bus sedang melakukan perjalanan dari provinsi Samut Prakan ke sebuah kuil Buddha di Chachoengsao untuk upacara penghargaan yang menandai akhir dari Pra-paskah Buddha.

Maitree mengatakan perlintasan itu memiliki alarm tetapi tidak ada penghalang untuk memblokir lalu lintas saat kereta datang. Dia mengatakan provinsi itu akan memasang gundukan dan penghalang kecepatan serta menebang pohon di dekat penyeberangan untuk meningkatkan jarak pandang.

“Biarlah kasus ini menjadi pelajaran, dan kami akan melakukan perbaikan di tempat-tempat yang berisiko agar kecelakaan seperti itu tidak terjadi lagi,” kata Maitree dalam pernyataannya seperti dilansir AFP.

Gubernur State Railway of Thailand, Nirut Maneephan mengatakan rekaman video memperlihatkan bus berupaya menerobos tak lama sebelum kereta barang melintas.

Akibatnya kecelakaan tersebut, bus terbalik hingga hancur parah di bagian sisi dan sebagian atapnya. Sejumlah penumpang tewas di tempat dan barang-barang dari bus berserakan di sekitar lokasi kejadian.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2018 Thailand memiliki tingkat kematian akibat lalu lintas tertinggi kedua di dunia. Mayoritas karena kecelakaan pesepeda motor.

(cnn/idn)

Share :

Baca Juga

Jet tempur F-18 Foto/Ist

GLOBAL

AS Setujui Jual Jet Tempur F-15 dan F-18 ke RI
Presiden AS Donald Trump. Foto/Ist

GLOBAL

Trump Akui Tak Akan Jadi Presiden Dua Periode
Ilustrasi Covid-19 di dunia. Foto/AFP

GLOBAL

Virus Corona Jangkit 50 Juta Orang di Seluruh Dunia
Aksi demonstrasi menentang kudeta militer Myanmar di Yangon. Foto/AFP

GLOBAL

ASEAN Minta Penjelasan Militer Myanmar Soal Kekerasan ke Pedemo
Ilustrasi kebakaran hutan. Foto/AFP

GLOBAL

Kebakaran Hutan di Selandia Baru Hancurkan 50 Rumah

GLOBAL

China Berikan Hak Paten Vaksin Virus Corona Pertama
Bill Gates dan sang ayah. Foto/AFP

GLOBAL

Bill Gates Sr. Meninggal Dunia
Seorang migran Myanmar memegang poster dengan gambar Kepala Jenderal Senior Min Aung Hlaing, panglima angkatan bersenjata Myanmar, saat mereka mengambil bagian dalam demonstrasi di luar kedutaan Myanmar di Bangkok pada 1 Februari 2021, setelah itu. Militer Myanmar menahan pemimpin de facto negara itu Aung San Suu Kyi dan presiden negara itu dalam kudeta. Foto/AFP

GLOBAL

Tiga Aktivis Protes Anti-Kudeta di Myanmar Ditangkap