Home / NASIONAL

Jumat, 8 Januari 2021 - 10:05 WIB

Kejahatan Siber Incar Karyawan WFH

Ilustrasi hacker. Foto/Thinkstock

Ilustrasi hacker. Foto/Thinkstock

JAKARTA, BERITANUSA.id – Gaya hidup baru bekerja dari rumah atau biasa disebut work from home (WFH) selalu terkait langsung dengan jaringan internet. Ternyata WFH, tak luput dari incaran para peretas (hacker) untuk mencuri informasi. Adapun WFH populer sejak pandemi virus Covid-19, karyawan di berbagai sektor industri diminta untuk bekerja dari rumah demi terhindar dari terpapar serta penularan virus Covid-19.

Baru-baru ini perusahaan keamanan komputerisasi awan Trend Micro, dalam laporan “Turning The Tide”, memprediksi kejahatan siber tahun 2021 ini menargetkan rumah untuk mencuri data.

“Saat mulai memasuki dunia setelah pandemi Covid-19, tren kerja jarak jauh kemungkinan akan tetap digunakan di banyak organisasi,” terang Country Manager Trend Micro Indonesia, Laksana Budiwiyono, dalam keterangan pers secara virtual, di Jakarta, hari ini Kamis (7/1).

“Kami memprediksi serangan yang menargetkan data dan jaringan perusahaan akan lebih agresif,” ujarnya menambahkan.

Untuk diketahui, keamanan jaringan di rumah berbeda dengan jaringan perkantoran, yang umumnya diproteksi tinggi oleh tim teknologi informasi (TI).

Peretas sebenarnya berusaha mencuri data-data perusahaan, tetapi seiring dengan popularitas WFH, target serangan beralih ke jaringan karyawan di rumah, tidak lagi menyerang langsung ke perusahaan.

Semakin tinggi jabatan seseorang dalam suatu perusahaan, semakin tinggi pula risiko dia mengalami serangan siber.

Namun demikian, tak hanya pejabat yang berisiko menjadi target, para pegawai yang memegang data perusahaan, seperti bidang sumber daya manusia (SDM) juga berisiko.

Karena itu, Laksana menyarankan tim TI perusahaan perlu melindungi para karyawan yang bekerja dari rumah. Misalnya memberikan VPN agar bisa tersambung ke jaringan yang aman.

Perusahaan juga perlu meningkatkan kontrol terhadap keamanan mereka dan menggunakan prinsip “zero trust”, mencurigai aktivitas yang tidak lazim.

Titik Masuk Hacker

Berkenaan dengan maraknya penggunaan aplikasi di masa pandemi, Trend Micro juga menyoroti API, yang bisa menjadi titik masuk ke jaringan perusahaan bahwa tidak dilindungi dengan baik.

Adapun API yang terekspos akan menjadi pintu masuk untuk mengakses data, kode sumber dan layanan back-end. Laksana melihat peretas cepat beraksi begitu menemukan celah keamanan baru.

Selain mengenai WFH, pandemi Covid-19 juga dimanfaatkan para hacker untuk melancarkan serangan siber. Salah satu hal yang banyak ditemui yaitu menggunakan kata kunci “Covid-19” atau informasi yang berhubungan dengan virus corona, misalnya melalui email.

Begitu email dibuka, perangkat akan disusupi malware. Trend Micro melihat serangan siber juga menargetkan sektor kesehatan dan pemerintahan karena saat ini memegang data-data penting.

Serangan siber juga membayangi sistem cloud. Misalnya, pembajakan, kesalahan konfigurasi sampai mengambil alih server. Laksana berpendapat selain memperkuat perlindungan selama WFH, karyawan juga perlu diberi pemahaman mengenai cara menjaga keamanan ketika bekerja dari rumah.

(pmj/heq)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi--Perang siber. Foto/Istimewa

NASIONAL

Industri 4.0 Buat Perang Meluas ke Dunia Siber

NASIONAL

PBNU: Pemerintah Harus Bantu UMKM Terdampak Covid-19
Bus Transjakarta. Ist

NASIONAL

Jam Operasional Baru Transjakarta Selama Masa PSBB
Ilustrasi pilkada 2020. Foto: Istimewa

NASIONAL

Regulasi Kampanye Pilkada 2020
Kapolri Jenderal Idham Azis. Foto: Istimewa

NASIONAL

Delapan Kapolda Dimutasi
Penertiban tempat makan saat PSBB DKI. Foto/Antara

NASIONAL

Restoran Langgar PSBB Saat Nataru, DKI Cabut Izin
Demonstrasi menolak omnibus law di Jember, Jawa timur, Maret silam. Foto/Antara/Wahyu

NASIONAL

Buruh Demo Tolak UU Ciptaker di Gedung DPR Hari Ini
Ilustrasi Vaksin Covid-19. Foot/Antara

NASIONAL

Vaksinasi Covid Baru 2,03 Persen dari Target 181 Juta Warga