Home / EKONOMI

Selasa, 2 Maret 2021 - 20:38 WIB

Kemenag Singgung Ahok Soal Pesantren Harus Bisa Berdagang

Basuki Tjahaja Purnama. Foto/MI

Basuki Tjahaja Purnama. Foto/MI

JAKARTA, BERITANUSA.id – Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama, Waryono menyatakan bahwa para kiai dan santri pesantren yang ada di seluruh Indonesia sudah menjalankan fungsi pemberdayaan ekonomi secara mandiri sejak lama.

Hal itu ia sampaikan untuk merespons pernyataan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang mengingatkan pesantren mengenai kemandirian ekonomi.

“Berarti mohon maaf ya, boleh jadi Pak Ahok baru tahu pesantren baru dalam fungsi dakwah. Padahal dalam Undang-undang dan kesehariannya, jelas ada fungsi pemberdayaan masyarakat di situ,” kata Waryono kepada dalam keterangannya, kemarin (1/3).

Waryono menjelaskan banyak kiai-kiai yang mendirikan pesantren mengandalkan koceknya secara mandiri. Kocek itu, kata dia, berasal dari bisnis-bisnis yang mereka geluti.

Terlebih, sejak dulu pesantren banyak yang belum tersentuh bantuan oleh negara. Apabila ada bantuan dari negara, kata dia, jumlahnya pun tak signifikan.

“Jadi kiai-kiainya itu punya banyak bisnis, berdagang juga. Jadi kiai bukan ngajarin ngaji aja. Tapi kiai juga ngajarin santri bagaimana hidup setelah tak jadi santri atau terjun ke masyarakat. Mereka memberdayakan santri juga,” kata dia

Lebih lanjut, Waryono mencontohkan banyak kiai yang sudah melakukan pemberdayaan pesantren secara mandiri. Ia mencontohkan pengasuh Pondok Pesantren Apik, Kauman, Kaliwungu, Kendal, Dimyati Rois.

Dimyati, kata dia, memiliki kolam ikan yang sangat luas disekitar area pesantrennya. Kolam-kolam itu diberdayakan oleh para santrinya untuk melakukan ternak ikan sebagai sektor kemandirian pesantren.

“Maka kalau kiai punya sawah, santri diajak ke sawah, kalau punya kolam ikan diajak ke kolam ikan, santri diajari,” kata dia.

Waryono juga menyatakan saat ini banyak santri-santri di pesantren yang menggeluti bisnis berbasis digital. Banyak di antara mereka memanfaatkan gawai pintarnya membuka toko-toko digital untuk menjual barang-barang kepada masyarakat luas.

“Santri juga berbisnis, karena enggak ada larangan bawa HP di pesantren, banyak juga yang bisnis digital itu, jualan kerudung macam-macam. Mereka enggak butuh tempat kan,” kata dia.

Sebelumnya, Ahok menyarankan agar pesantren meniru apa yang pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW yakni berdagang disamping berdakwah. Berdagang, kata dia, diyakini bisa meningkatkan kemandirian ekonomi di pesantren.

Ahok menyinggung pepatah China yang dipegangnya, setiap hal harus mempunyai ‘sumurnya’ sendiri, termasuk pesantren. Dengan kemandirian ekonomi, pesantren tidak hanya bergantung pada sumber dana dari pihak lain.

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto/Antara/Muhammad Adimaja

EKONOMI

Realisasi Dana PEN 2020 Cuma 83,4 Persen
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto/Antara/Muhammad Adimaja

EKONOMI

Bansos Diklaim Bantu 3,4 Juta Orang dari Kemiskinan
Ilustrasi siswa SD Negeri Tugu Solo mengikuti kegiatan membaca koran bersama di halaman sekolah setempat, Solo, Jawa Tengah, Selasa (11/2/2020). Foto/Antara

EKONOMI

Pelajar yang Punya Rekening Bank Baru 49 Persen
WIsata Labuan Bajo. Foto/Ist

EKONOMI

Ini Syarat Dapat Dana Hibah Pariwisata dari Pemerintah
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Foto: Ist

EKONOMI

Indonesia-Turki akan Perkuat Kerjasama di Berbagai Sektor
Ilustrasi--Bagian dalam pesawat tengah disemprot disenfektan. Foto/Angkasa Pura

EKONOMI

Pemerintah Izinkan Kapasitas Pesawat 100 Persen Selama PPKM
Ilustrasi--Bansos tunai. Foto/Pikiran Rakyat

EKONOMI

Cara Lapor Jika Bansos Tunai Kena Potongan
Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Foto/Antara Foto/Hafidz Mubarak A

EKONOMI

Menko Luhut Ajak Negara Pulau dan Kepulauan Ciptakan Inovasi