Home / NASIONAL

Rabu, 28 Oktober 2020 - 09:36 WIB

Kemendikbud: Biaya Asesmen Pengganti UN Telan Rp155 Miliar

Ilustrasi belajar dari rumah. Foto/Media Indonesia

Ilustrasi belajar dari rumah. Foto/Media Indonesia

JAKARTA, BERITANUSA.id – Kepala Biro Perencanaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Samsuri mengatakan Asesmen Nasional (AN) pengganti Ujian Nasional (UN) diperkirakan bakal memakan biaya sekitar Rp155 miliar.

“Untuk asesmen pembelajaran ada sekitar Rp155 miliar. Ini bukan hanya untuk asesmen kompetensi minimum saja tapi pengembangan model-model atau kajian-kajiannya,” kata Samsuri melalui konferensi video, Selasa (27/10).

Dalam pelaksanaan asesmen, ia menjelaskan bakal ada pendampingan untuk sekolah dan guru serta sosialisasi yang termasuk dalam pembiayaan tersebut.

Angka ini merosot jauh dibanding anggaran untuk asesmen yang sebelumnya diajukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim kepada Komisi X DPR RI.

Mengutip data anggaran yang dipaparkan Nadiem dalam Rapat Kerja bersama Komisi X pada September lalu, anggaran untuk Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) mencapai Rp478,4 miliar.

Untuk diketahui Asesmen Nasional terdiri dari tiga pengujian, yakni AKM dan Survei Karakter yang dilakukan kepada siswa, serta Survei Lingkungan Belajar terhadap sekolah dan guru.

Rinciannya sebanyak Rp358,2 miliar untuk AKM dan akreditasi. Kemudian Rp120,2 miliar untuk pendampingan pemerintah daerah dan tindak lanjut AKM.

Berkaca pada pelaksanaan UN tahun ajaran 2019, dana yang dikeluarkan hanya Rp211 miliar. Dana ini ditekan dari anggaran tahun sebelumnya yang mencapai Rp500 miliar.

UN kemudian dibatalkan karena kondisi pandemi Covid-19. Anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk UN digeser ke penanganan corona yang jumlahnya mencapai Rp405 miliar.

Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ainun Naim mengatakan pelaksanaan asesmen berbeda dengan UN, lantaran bukan hanya siswa yang dijadikan target pengujian.

Meski jumlah siswa yang mengikuti asesmen lebih sedikit dibanding UN, ia mengklaim aspek yang diuji lebih komprehensif dan melibatkan kepala sekolah serta guru.

“Kita tidak (melakukan asesmen untuk) evaluasi siswa, yang evaluasi siswa itu guru,” ujarnya.

“Kami lakukan (asesmen untuk) evaluasi kepada kepala sekolah dan tentu daerah sehingga apa yang kita lihat lebih komprehensif,” lanjutnya.

Ainun menyampaikan pihaknya sudah mulai menyosialisasikan asesmen ke pihak-pihak terkait. Ia menyebut Kemendikbud juga bakal segera mengumumkan jadwal asesmen nasional secara resmi.

Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kemendikbud Samto sebelumnya mengatakan asesmen nasional rencananya akan digelar Maret atau April 2021 untuk jenjang pendidikan menengah dan Juli untuk pendidikan dasar.

Namun pelaksanaan ini dengan asumsi pandemi Covid-19 sudah terkendali. Ia menjelaskan mekanisme asesmen nasional yang dibahas pihaknya dilakukan berbasis komputer, serupa dengan UN.

(dik/bud)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi kegiatan selama PSBB Transisi di Jakarta. Foto/MI

NASIONAL

DKI Tak Mungkin Lockdown Akhir Pekan Selama PPKM
Pemohon SIM saat antre di depan mobil pelayanan SIM Keliling. Foto/MI

NASIONAL

Via Online: Perpanjang SIM 11 April, Buat STNK 21 Mei
Kantor KPK. Foto/Tirto

NASIONAL

Satu Pegawai KPK Meninggal Dunia Karena Covid
KKP tetapkan 17 calon hakim ad hoc baru. Foto/Kementerian Kelautan dan Perikanan

NASIONAL

KKP Tetapkan 17 Calon Hakim Ad Hoc Baru
PT Transjakarta melipatgandakan frekuensi pencucian armada bus dengan menggunakan desinfektan dan menyediakan cairan pembersih tangan. Foto/MI/Pius Erlangga

NASIONAL

Demo Tolak Omnibus Law, Sejumlah Halte Transjakarta Tutup
Ilustrasi cuti bersama. Foto/Ist

NASIONAL

Cuti Bersama Idul Fitri 1441 H Jadi Akhir Tahun
Presiden Jokowi saat berbincang dengan Menko Luhut dan Menlu Retno dalam sebuah forum. Foto/Antara

NASIONAL

Presiden Tunjuk Luhut Jadi Pengganti Sementara Menteri Edhy
Ilustrasi--Masa PSBB di DKI Jakarta. Foto/Antara

NASIONAL

Update Corona 23 Februari: Tambah 9.775, Positif 1.298.608