Home / NASIONAL

Kamis, 11 Februari 2021 - 21:08 WIB

15 Ribu Kuota Mahasiswa untuk Kampus Mengajar

Mendikbud Nadiem Makarim. Foto/Antara

Mendikbud Nadiem Makarim. Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka kuota untuk 15 ribu mahasiswa yang ingin mengikuti program Kampus Mengajar dan mendapat bantuan biaya uang kuliah tunggal (UKT) hingga Rp2,4 juta serta biaya hidup Rp700 ribu per bulan.

“Jumlah antara 15 ribu sampai 20 ribu [mahasiswa]. Tapi 15 ribu sudah fix. Kita inginnya lebih dari itu, cari dari berbagai support,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Paristiyanti Nurwardhani melalui keterangannya, Rabu (10/2).

Ia menjelaskan jumlah tersebut hanya untuk mahasiswa peserta Kampus Mengajar yang dibiayai pemerintah. Untuk bisa mendapat pembiayaan, mahasiswa diseleksi terlebih dahulu.

Sementara itu, menurutnya, Kemendikbud juga membuka peluang bagi mahasiswa lain dengan skema mandiri. Kementerian akan memfasilitasi peserta program tanpa memberikan bantuan biaya.

Paris mengatakan, Kampus Mengajar merupakan bagian dari program Kampus Merdeka yang dicanangkan Mendikbud Nadiem Makarim pada awal tahun lalu. Saat itu, ia meminta program tersebut diterapkan di seluruh kampus.

Melalui Kampus Merdeka, Nadiem meminta perguruan tinggi memberi keleluasaan kepada mahasiswa untuk melakukan kegiatan di luar kelas hingga dua semester atau setara 40 satuan kredit semester (SKS).

Ada delapan kegiatan yang bisa dipilih, yakni magang, proyek di desa, pertukaran pelajar, penelitian, kegiatan wirausaha, proyek kemanusiaan dan mengajar di sekolah. Kampus Mengajar jadi bagian dari pilihan kegiatan yang terakhir.

Dengan begitu, Paris mengatakan Kampus Merdeka berbeda dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang sudah diterapkan banyak kampus. Mekanisme penilaiannya juga berbeda SKS dengan KKN (peserta Kampus Mengajar mendapat nilai setara 12 SKS).

“Karena KKN aktivitas yang lain dalam Kampus Merdeka. Jadi ada delapan aktivitas. Beda kegiatan,” lanjut dia.

Kegiatan Kampus Merdeka sendiri, katanya, akan berlangsung setiap tahun.

Paris menyebut pihaknya masih melakukan pembahasan lebih lanjut dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) perihal jumlah pasti anggaran yang digelontorkan dan perihal teknis lainnya.

Sebelumnya, program Kampus Merdeka dibuka untuk seluruh mahasiswa semester 5 ke atas di PTN dan PTS. Jika lolos seleksi, mahasiswa akan mengajar 6 jam per hari di SD pada daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) secara daring maupun luring.

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi--Penumpang kereta api Cirebon menurun. Foto/Antara

NASIONAL

Aturan Baru yang Wajib Diperhatikan Bagi Calon Penumpang KA
Ilustrasi cuaca buruk. Ist

NASIONAL

Fenomena La Lina Bisa Tingkatkan Curah Hujan Hingga November
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto/Antara

NASIONAL

Anies Perpanjang PSBB Transisi hingga 17 Januari
Raja Salman dan Presiden Joko Widodo. Foto: Istimewa

NASIONAL

Presiden Jokowi ke Raja Salman: Selamat Iduladha
Bupati Bogor Ade Yasin (tengah) hadiri acara BES 2019 di Royal Tulip Gunung Geulis, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Kamis (12/12). Foto/Ist

NASIONAL

Soal Megamendung, Bupati Bogor Dicecer 50 Pertanyaan
Pimpinan FPI Rizieq Shihab (tengah). Foto/AFP

NASIONAL

Jadwal Sidang Praperadilan Rizieq Digelar 22 Februari
Ilustrasi tindakan penilangan. (Foto: Ist)

NASIONAL

Mulai 23 Juli, Polisi Gelar Operasi Patuh Jaya Selama 14 Hari
Ilustrasi uang Rupiah. (Foto: Ist)

EKONOMI

Sinergi Pengawasan Dana Penanganan Covid-19 Dilakukan Pemerintah Pusat dan Daerah