Home / NASIONAL

Rabu, 9 September 2020 - 11:55 WIB

Kemenkes Mulai Uji Klinik Terapi Plasma Konvalesen

Ilustrasi vaksin Covid-19. Ist

Ilustrasi vaksin Covid-19. Ist

JAKARTA, BERITANUSA.id – Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan secara resmi memulai penelitian uji klinik terapi plasma konvalesen pada pasien virus corona (Covid-19), Selasa (8/9).

Uji klinik ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/346/2020 tentang Tim Penelitian Uji Klinik Pemberian Plasma Konvalesen Sebagai Terapi Tambahan Covid-19.

Plt Kepala Badan Litbangkes Slamet mengatakan, empat rumah sakit (RS) yaitu RSUP Fatmawati Jakarta, RS Hasan Sadikin Bandung, RS Dr. Ramelan Surabaya, dan RSUD Sidoarjo Jawa Timur siap memulai uji klinis hari ini dan akan segera diikuti oleh 20 RS lainnya.

“Kami membuka kesempatan kepada RS yang berminat segera saja menghubungi Litbangkes untuk kita libatkan bersama-sama,” kata Slamet dalam acara “Kick Off Meeting Uji Klinik Pemberian Plasma Konvalesen sebagai Terapi Tambahan Covid-19”.

Lebih lanjut, Slamet menyebutkan uji klinik pemberian plasma konvalesen ini akan merekrut sebanyak 364 pasien sebagai partisipan. Ditargetkan dalam tiga bulan kedepan penelitian ini akan selesai dan mendapatkan hasil atau bukti terhadap keamanan dan efektivitas terapi plasma konvalesen ini.

Penggunaan plasma darah dalam pengobatan bukanlah hal baru. Penggunaan plasma dari penderita yang sembuh sebagai terapi telah dilakukan untuk pengobatan pada wabah penyakit flu babi pada tahun 2009, Ebola, SARS, dan MERS.

Terapi plasma konvalesen pada Covid-19 hingga kini hanya boleh digunakan untuk kodisi kedaruratan dan dalam penelitian. Manfaat terapi ini masih kontroversial karena masih belum cukup bukti yang menunjukkan efektifitasnya.

Uji klinis acak dengan grup pembanding (randomized controlled trial) ini adalah bagian penting untuk menjawab kontroversi ini. Slamet mengatakan perhatian utama para peneliti adalah keamanan dan efikasi dari terapi itu sendiri.

“Untuk itu, Litbangkes mendukung upaya para klinisi untuk menggunakan terapi plasma konvalesen pada pasien-pasien Covid-19 sebagai terapi yang baru diperkenalkan pada pasien Covid-19,” kata Slamet.

Terapi ini dilakukan dengan memberikan plasma, yaitu bagian dari darah yang mengandung antibodi dari orang-orang yang telah sembuh dari Covid-19. Para penyintas Covid-19 ini bisa menjadi donor plasma konvalesen dengan menjalani sejumlah pemeriksaan dan memenuhi persyaratan. (inf/pub)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi--Masa PSBB di DKI Jakarta. Foto/Antara

NASIONAL

Update Corona 23 Februari: Tambah 9.775, Positif 1.298.608
Kantor KPK. Foto/Tirto

NASIONAL

Satu Pegawai KPK Meninggal Dunia Karena Covid
Kantor KPK. Foto/Tirto

NASIONAL

Kasus E-KTP, KPK Periksa Mantan Dirut PNRI
Ilustrasi--Media siber. Foto/Thinkstock

NASIONAL

Polisi Bongkar Penipuan dan Pencucian Uang Online Shop
Kantor Bawaslu RI. Ist

NASIONAL

1.194 Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN di Pilkada 2020
Komisaris Jenderal Agus Andrianto bakal dilantik sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) yang baru di Rupatama Mabes Polri pada hari ini, Rabu (24/2). Foto/Istimewa

NASIONAL

Kabareskrim: Penyidik Langgar SE Kapolri Diberi Sanksi
Menteri Sosial (Mensos), Juliari P Batubara saat menyerahkan diri ke KPK. Foto/Tangkapan layar

NASIONAL

KPK Sita Dokumen Bansos Covid Usai Geledah Kantor Kemensos
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono memberikan keterangan kepada wartawan. Foto/Antara

NASIONAL

Polri Bakal Patroli Besar-besaran di Papua Jelang HUT OPM