Home / NASIONAL

Senin, 15 Maret 2021 - 08:29 WIB

Kemenkes Pastikan Ketersediaan Vaksin Covid bagi Lansia

Ilustrasi vaksinasi Covid-19 untuk kelompok lansia. Foto/Antara

Ilustrasi vaksinasi Covid-19 untuk kelompok lansia. Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan ketersedian stok vaksin Covid-19 bagi kelompok lanjut usia (lansia) dan petugas pelayanan publik aman. Dengan begitu, program vaksinisasi akan terus berjalan.

“Vaksin Sinovac yang sudah jadi kan tiga juta, terus ada Sinovac dalam bentuk bulk sebanyak 35 juta dosis. Jadi kurang lebih totalnya itu bisa untuk sekitar 33 juta dosis,” ungkap Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, Senin (15/3).

Menurut Nadia, untuk target penyuntikan vaksin bagi para lansia disediakan sebanyak 21,5 juta dosis. Sedangkan untuk petugas pelayanan publik pemerintah mengalokasikan sekitar 16,9 juta dosis.

“Ini tentunya kalau kita lihat angka 33 juta pasti tidak cukup dong. Minimal kita butuh vaksinasinya itu adalah 70 juta. Jadi kita masih perlu datangkan vaksin lainnya pada Maret ini. Masih akan ada 20 juta dan ada vaksin dari AstraZeneca,” jelasnya.

Nadia menilai proses distribusi vaksin selama ini berjalan lancar karena dilakukan secara bertahap. Tantangan dalam proses distribusi vaksin terjadi di sejumlah lokasi pengiriman pada daerah terpencil.

“Karena terkait pengiriman melalui darat, itu tidak selalu bisa lancar. Tapi sejauh ini tidak ada kendala yang berarti untuk proses distribusi,” ujarnya.

Nadia menyebut upaya menjaga ketersediaan stok vaksin adalah yang terpenting untuk dilakukan. Alasannya orang yang sudah mendapatkan dosis pertama harus dipastikan memperoleh dosis kedua, sehingga pemerintah harus memastikan ketersediaan vaksin untuk masyarakat.

Lebih lanjut Nadia mengatakan, ada selang waktu 14 hari dari pemberian vaksin tahap pertama ke tahap kedua. Sedangkan untuk lansia, ada selang waktu 28 hari dari pemberian vaksin dosis pertama ke tahap kedua.

“Kita melakukan prioritas. Dalam vaksinasi ini ada beberapa prioritas-prioritas yang tentunya kita susun. Misalnya, untuk lansia hanya di ibu kota provinsi. Semua lansia harus dapat. Jadi kita atur proses distribusinya,” tukasnya.

(kem/kes)

Share :

Baca Juga

Ahmad Riza Patria, Wakil Gubernur DKI Jakarta memberikan sambutan di ruangan Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (18/11/2020). Foto/Kompascom

NASIONAL

Tolak Vaksin di DKI Terancam Tak Dapat Bansos dan Denda Rp5 Juta
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Foto/Ist

NASIONAL

Asesmen Bukan Sekedar Pengganti Ujian Nasional
Gedung Asabri. Foto/Istimewa

NASIONAL

Negara Rugi Rp22 Triliun dari Kasus Asabri

NASIONAL

Program Subsidi Upah Layak Didukung Untuk Gerakkan Ekonomi
Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Drs Listyo Sigit Prabowo. Foto/Polri

NASIONAL

Minta Restu, Komjen Listyo Sigit Sambangi Mantan Kapolri
Sejumlah peserta mengikuti ujian tulis berbasis komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Universitas Indonesia. Foto/Antara

NASIONAL

Registrasi Akun SNMPTN Diperpanjang hingga 23 Februari
Pemohon SIM saat antre di depan mobil pelayanan SIM Keliling. Foto/MI

NASIONAL

Via Online: Perpanjang SIM 11 April, Buat STNK 21 Mei
Ilustrasi - Seorang tenaga kesehatan. Foto/Antara

NASIONAL

Satgas Minta Pemda Rampungkan Dosis Pertama Vaksinasi Nakes