Home / UMKM

Jumat, 4 September 2020 - 11:17 WIB

Kemenkop UKM Akan Perkuat Digitalisasi 40.000 UMKM

Menkop UKM Teten Masduki. Foto/Kemenkop UKM

Menkop UKM Teten Masduki. Foto/Kemenkop UKM

JAKARTA, BERITANUSA.id – Kementerian Koperasi dan UKM, Mastercard Center for Inclusive Growth dan Mercy Corps Indonesia memperkuat kemitraan untuk mendukung penguatan layanan digital bagi UMKM di Indonesia. Sinergi ini akan menyasar 40.000 UMKM di tanah air melalui skema pelatihan dan pendampingan.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi kemitraan ini untuk memperbaiki kondisi UMKM di masa dan setelah pandemi Cvid-19. Sebab, berdasarkan survey yang dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM, Covid-19 telah berdampak pada UMKM diantaranya 26,8 persen mengalami penurunan permintaan, 24,9 persen mengalami kendala pemasaran, 23,8 persen mengalami kesulitan akses bahan baku, 23,5 persen mengalami kendala SDM, dan lain-lain.

Teten menegaskan UMKM yang mampu bertahan, bahkan usahanya tumbuh di tengah masa pandemi, adalah mereka yang sudah terhubung dengan platform online. Dilain pihak, baru 13 persen UMKM yang telah memiliki akses ke layanan digital, baik melalui digital marketing, digital payment, digital financial services, dan berbagai bentuk layanan digital lainnya.

“Kami menyambut baik peran Mastercard dalam mempelopori Mastercard Academy 2.0 (MA 2.0), sebagai prakarsa keterampilan unggulan untuk memberdayakan masyarakat Indonesia agar berhasil dalam ekonomi digital dan kami mendukung fitur seri webinar Mastercard Academy 2.0 yang juga akan diperkuat melalui platform MicroMentor Indonesia,” kata Teten Masduki, Kamis (3/9).

Sinergi dilakukan melalui kegiatan pendampingan usaha melalui platform digital melalui integrasi antara platform MicroMentor Indonesia (micromentor.org) dengan platform e-learning yang diinisiasi oleh KemenUKM (www.edukukm.id), akses mentoring bisnis one-to-one dengan relawan mentor, webinar pengembangan bisnis, serta pelatihan keamanan siber kepada setidaknya 30.000 UMKM di Indonesia melalui skema non-APBN.

Teten juga menambahkan, pihaknya bersama MicroMentor Indonesia akan melatih dan mendampingi UMKM tentang tata cara penggunaanya melalui platform MicroMentor Indonesia yang diintegrasikan dengan platform pelatihan berbasis daring KemenkopUKM di edukukm.id dan dapat menjangkau 40.000 UMKM.

Navin Jain, Country Manager of PT Mastercard Indonesia, mengatakan dalam masa krisis Covid-19 telah menunjukkan kekuatan ekonomi digital untuk menopang masyarakat dan perdagangan selama masa-masa sulit. Seiring para pelaku bisnis mempercepat transformasi digital, ada kebutuhan untuk memastikan bahwa setiap pemain di dalam ekosistem dilengkapi dengan keterampilan, pengetahuan, alat-alat, dan teknologi yang tepat sehingga tidak ada yang tertinggal di masa depan.

“Melalui berbagai inisiatif seperti Mastercard Academy 2.0, Mastercard berkomitmen untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam menciptakan ekonomi digital yang inklusif, yang bekerja dan memberikan manfaat kepada setiap orang di mana pun, dan kapan pun,” kata Navin Jain.

Ade Soekadis, Executive Director Mercy Corps Indonesia mengatakan dengan mengintegrasikan platform MicroMentor Indonesia (id.micromentor.org) dengan platform e-learning yang diinisiasi oleh KemenkopUKM (www.edukukm.id), akan semakin banyak lagi fasilitas yang dapat diakses UMKM sesuai kebutuhan mereka dan tentunya dapat menjangkau wirausaha yang lebih luas lagi di Indonesia.

Direncanakan MicroMentor Indonesia dapat menjangkau 50.000 UMKM dan profesional bisnis serta menciptakan 35.000 interaksi hingga pertengahan 2022 dan diharapkan dapat terus berkembang di tahun-tahun selanjutnya.

MicroMentor Indonesia atau MMI (id.micromentor.org) telah diluncurkan sejak Juni 2019 di Indonesia yang merupakan platform mentoring pertama yang tersedia secara gratis di Indonesia yang dikembangkan oleh Mercy Corps Indonesia (mercycorps.or.id) dan merupakan bagian dari platform global MicroMentor. MMI adalah platform yang dikembangkan untuk menghubungkan wirausaha mikro dan kecil dengan relawan profesional dan wirausahawan berpengalaman sebagai mentor untuk mentoring one-to-one.

Dalam satu tahun peluncuran, sebanyak 14.000 wirausaha mikro dan kecil serta relawan mentor di Indonesia telah mendaftar di platform MMI. Sekitar 40 persen dari pengguna tersebut adalah pengguna aktif, dan menciptakan lebih dari 1.200 koneksi mentoring. (*)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi beras organik. Foto/Antara

UMKM

Peluang Bisnis Beras Organik Terbuka Seluas-luasnya
Pedagang melayani pembeli dalam pasar murah di Denpasar, Bali, Selasa (8/9). Foto/Antara

UMKM

Kesempatan! UMKM RI Diajak Buka Lapak di Arab Saudi
Ilustrasi uang Rupiah. Foto/iStock

UMKM

Kuota Belum Penuh, UMKM Masih Bisa Daftar BLT Rp2,4 Juta
Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi melakukan monitoring dan evaluasi program Banpres Produktif Usaha Mikro di provinsi Kalimantan Timur sekaligus meninjau pelaku usaha mikro yang mendapatkan Program Banpres Produktif. Samarinda, Selasa (17/11). Foto/Kemenkop UKM

EKONOMI

Banpres UMKM Harus Tepat Sasaran dan Pemanfaatan
Pekerja membuat masker dari kain batik di sebuah usaha kecil menengah (UKM). Foto/Antara

UMKM

Sederet Usaha yang Bisa Daftar BLT Rp2,4 Juta
Ilustrasi pelaku parekraf. Foto/Mnews

UMKM

Digitalisasi Jadi Kunci Utama Bangkitkan Sektor Parekraf
Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menawarkan produk yang dijual saat pameran produk UMKM di Kuta, Bali, beberapa waktu lalu. Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

NUSANTARA

Pemkot Palangka Raya Fasilitasi Permintaan Belanja UMKM
Ilustrasi uang Rupiah. Foto/iStock

EKONOMI

Yang Sudah Dapatkan BLT UMKM Segera ke Bank, Jika Lama Akan Ditarik Lagi