Home / UMKM

Jumat, 29 Januari 2021 - 16:01 WIB

Kemenkop UKM Bakal Lakukan Pendataan Pelaku Usaha Warteg

Pelayan menggunakan masker, sarung tangan, dan pelindung wajah saat melayani pelanggan di Warteg Ellya, Cilandak, Pasar Minggu, Jakarta. Foto/Antara

Pelayan menggunakan masker, sarung tangan, dan pelindung wajah saat melayani pelanggan di Warteg Ellya, Cilandak, Pasar Minggu, Jakarta. Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) menggelar diskusi dengan perwakilan pengurus Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara) serta Paguyuban Pedagang Warung Tegal dan Kaki Lima se-Jakarta dan sekitarnya (Pandawakarta).

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satriya menegaskan bahwa, warteg merupakan salah satu usaha rakyat yang menjadi fokus perhatian pemerintah. Data menjadi langkah pertama yang penting untuk mengukur kebutuhan pelaku usaha makanan tersebut.

“Jika data yang dibutuhkan terkait dengan jumlah warteg yang terdampak bisa dikumpulkan dengan cepat dan tepat, maka proses pemberian bantuan akan cepat disalurkan,” ujar Eddy dalam siaran pers pada Selasa (26/1).

Puji Hartoyo, perwakilan dari Pandawakarta menyebutkan, pendataan pelaku usaha penting, mengingat bahwa tidak semua pelaku usaha khususnya warteg memiliki kapasitas dan pendapatan yang sama. “Tidak semua warteg atau pedagang kaki lima punya pendapatan dan kapasitas yang sama sehingga perlu didata,” ungkap Puji.

Mukroni, Ketua Kowantara menambahkan di tengah pandemi ini banyak dari pelaku usaha warteg memilih kembali ke kampung halaman. Hal tersebut lantaran pendapatan yang terus menurun sejak pandemi.

Mukroni juga mengklarifikasi terkait informasi yang beredar bahwa ada 20.000 warteg gulung tikar. Angka tersebut menurut Mukroni tidak tepat. Oleh karenanya pendataan dirasa diperlukan bagi pelaku usaha warteg.

“Kurang dari separuh pedagang warteg memilih untuk pulang kampung karena pendapatannya terus menurun karena permintaan yang terbatas. Mereka rata-rata dari Tegal dan Brebes”, ungkap Mukroni.

Meskipun demikian, para pelaku usaha warteg berharap pemerintah bisa turun tangan untuk mendata seluruh pelaku usaha warteg agar mendapatkan gambaran utuh kondisi sebenarnya.

Untuk mendata sebaran dan status warteg, KemenkopUKM menggandeng penyedia platform digital antara lain Wahyoo. CEO Wahyoo, Peter Shearer mengatakan, pihaknya selama ini membantu para pelaku usaha warung makan untuk bertransformasi ke ranah digital, meningkatkan standar protokol kesehatan, hingga membantu akses permodalan usaha.

“Bahkan, kita dorong mereka untuk bisa masuk ke platform seperti Gofood dan Grabfood, sampai di tahap kita berikan juga pelatihan serta strateginya,” kata Peter.

Selain pendataan, KemenkopUKM juga mendorong kolaborasi seluruh stakeholder usaha warung makan dan kaki lima. Misalnya peningkatan kemampuan SDM dan pemberdayaan pelaku usaha dapat difasilitasi lewat program bapak asuh yang melibatkan BUMN dan swasta atau menghubungkan dengan akses pasar dalam program sosial mobilisasi makan gratis yang dibiayai pemerintah/swasta.

(*)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi subsidi gaji. Foto/Ist

EKONOMI

BLT UMKM Tahap II Dibuka, Begini Syarat Daftarnya
Ilustrasi pelaku UMKM. Ist

UMKM

Cara dan Syarat Daftar Hak Merek buat UMKM
Ilustrasi--UMKM. Foto/Antara

UMKM

Usaha Mikro Kecil Diizinkan Beri Upah Pekerja di Bawah UMP
Presiden Joko Widodo menghadiri dan menyampaikan pidato pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 secara virtual melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat pada Sabtu, 21 November 2020. Foto/BPMI/Setpres

EKONOMI

Jokowi Ingin UMKM Naik Kelas, Kolaborasi dengan Usaha Besar
Perajin menyelesaikan pembuatan kain batik di Desa Karangmalang, Gebog, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (25/8). Foto/Antara

EKONOMI

Lewat UU Ciptaker, UMKM Bisa Pinjam Modal Tanpa Jaminan
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meninjau hasil produksi Dekranasda Sultra. Foto/Kemenkop UKM

EKONOMI

Kerajinan UMKM Dekranasda Sultra Target Pasar Ekspor
Pedagang mengemas sandal hasil industri kecil rumah tangga yang dipasarkan melalui daring di Denpasar, Bali, kemarin. Foto/Antara

UMKM

BUMN Susun Skema Tingkatkan Penyerapan Produk UMKM
Pelaku UMKM menggunakan QRIS. Foto: Antara/Arif Firmansyah

EKONOMI

Fasilitas GSP Buka Peluang UMKM Ekspor ke AS