Home / UMKM

Jumat, 12 Maret 2021 - 09:11 WIB

Kemenkop UKM Dorong Digitalisasi UMKM Lewat Relawan Mentor

Kementerian Koperasi dan UKM mengembangkan konsep voluntary desk dan mengajak para ahli menjadi mentor untuk membantu para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Foto/dok Kemenkop UKM

Kementerian Koperasi dan UKM mengembangkan konsep voluntary desk dan mengajak para ahli menjadi mentor untuk membantu para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Foto/dok Kemenkop UKM

JAKARTA, BERITANUSA.id – Kementerian Koperasi dan UKM mengembangkan konsep voluntary desk dan mengajak para ahli menjadi mentor untuk membantu para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Model pendampingan oleh mentor seperti ini menjadi salah satu cara agar akselerasi UMKM masuk ke sektor digital segera terwujud.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut upaya ini dilakukan Kemenkop UKM bekerja sama dengan Mastercard Academy 2.0 melalui program MicroMentor Indonesia yang saat ini sukses merekrut 10 ribu pendamping dan menjangkau 40 ribu UMKM.

“UMKM saat ini jadi tumpuan ekonomi di tengah pandemi. Digitalisasi jadi keniscayaan pertumbuhan UMKM kita ke depan. UMKM perlu pendampingan dari mentor agar berkembang lebih cepat,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dilansir dari Berita Satu.

Teten mengatakan Indonesia memiliki potensi digital ekonomi yang sangat besar. Bahkan pada 2025 nilainya diperkirakan mencapai Rp 1.800 triliun.

“Jangan sampai digital market ekonomi kita justru dikuasai asing. UMKM harus jadi tuan rumah di negeri sendiri. Saya kira banyak orang Indonesia yang punya keahlian dan membantu UMKM berkembang dan menjadikan ini sebagai gerakan nasional, gerakan solidaritas kebangkitan UMKM lewat relawan mentor,” tambahnya.

MicroMentor Indonesia akan melatih dan mendampingi UMKM tentang tata cara penggunaannya melalui platform MicroMentor Indonesia. Lalu diintegrasikan dengan platform pelatihan berbasis daring KemenkopUKM di edukukm.id.

“Kami mengajak masyarakat Indonesia yang punya keahlian marketing produksi untuk gabung dengan kami menjadi volunteer UMKM dalam meningkatkan kualitas produk. Masyarakat banyak yang mau membantu UMKM tapi sistemnya harus dimudahkan dan disederhanakan,” ujar Teten.

Ia berharap, program ini dapat mempercepat pertumbuhan wirausaha baru. Jumlah wirausaha Indonesia saat ini masih relatif kecil dibanding negara lain, yakni hanya sebesar 3,7 persen. Salah satu kegiatan usaha yang mendapat perhatian khusus dalam program ini adalah petani yang memproduksi kacang mete di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Nantinya, para petani yang tergabung dalam koperasi didampingi oleh para mentor dari Mercy Corps Indonesia bersama pelaku usaha agriculture lokal PT Profil Mitra Abadi (PMA) lewat produk Lewi’s Organics.

CEO PMA, Lewi Cuaca menyebutkan, saat ini tak hanya kacang mete, para petani di NTT juga menghasilkan berbagai produk pertanian. Mulai dari gula lontar, sesame wijen, hingga minyak kayu putih. Sebagian besar produk telah diekspor ke luar negeri mayoritas Eropa dan Amerika Serikat, terutama Jerman, Belgia, Swiss, dan Belanda.

Lewi mengapresiasi upaya yang telah dilakukan PMA di NTT. Menurutnya, saat ini masih banyak koperasi petani yang memproduksi hasil taninya secara tradisional. Hal ini akan didorong oleh Kemenkop demi masuk ke teknologi modern sehingga produk yang dihasilkan memiliki daya saing secara global.

(kop/ukm)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi--Pedagan pakaian di Tanah Abang, Jakarta. Foto/Media Indonesia

EKONOMI

Jenis Usaha yang Berhak Terima BLT UMKM Rp3,5 Juta
Ilustrasi subsidi gaji. Foto/Ist

EKONOMI

Pemerintah Akan Tarik Lagi BLT UMKM Bila Tak Segera Diambil
Menkop UKM Teten Masduki. Ist

EKONOMI

Rencana Perpanjangan BLT UMKM Rp2,4 Juta
Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki. Foto/Ist

UMKM

Teten Masduki: Pelaku UMKM Akan Dapatkan Sertifikat Halal Gratis
Ilustrasi masker. Foto/Ist

NASIONAL

Kemenkop Akan Gandeng UKM untuk Produksi Masker dalam Jumlah Besar
Ilustrasi online. Foto/Ist

UMKM

UMKM Diminta Beralih Ke Pemasaran Online
Ilustrasi uang Rupiah. Foto/Ist

EKONOMI

4 Program BLT Pemerintah Mengalir Hingga 2021
Pedagang mengemas sandal hasil industri kecil rumah tangga yang dipasarkan melalui daring di Denpasar, Bali, kemarin. Foto/Antara

UMKM

Pulihkan Ekonomi UMKM, BRI Sasar Segmen Ultra Mikro