Home / PARIWISATA

Rabu, 14 Oktober 2020 - 14:39 WIB

Kemenparekraf Ajak Pelaku Usaha Pariwisata Daftar Sertifikasi CHSE Gratis, Begini Caranya

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio. Foto/Kemenparekraf

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio. Foto/Kemenparekraf

JAKARTA, BERITANUSA.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak para pelaku usaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mendaftarkan program sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability).

Deputi Sumberdaya dan Kelembagaan Kemenparekraf Wisnu Bawa Taruna menjelaskan, program sertifikasi CHSE sebagai salah satu strategi menghadapi masa adaptasi kebiasaan baru di sektor pariwisata, ekonomi dan kreatif (parekraf).

“Karena kunci sukses pulihnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif adalah dengan penerapan standard protokol kesehatan di sektor parekraf,” ujarnya dalam keterangan resminya yang dikutip, Rabu (14/10).

Wisnu mengatakan, para pemilik atau pengelola usaha pariwisata dan destinasi pariwisata dari seluruh Indonesia didorong untuk mendaftar di alamat website resmi chse.kemenparekraf.go.id.

“Sertifikasi CHSE berfungsi sebagai jaminan kepada wisatawan dan masyarakat bahwa produk dan pelayanan yang diberikan sudah memenuhi protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Untuk mendapatkan sertifikasi CHSE, para pemilik atau pengelola usaha dan destinasi pariwisata yang ingin melakukan penilaian mandiri dapat melakukan pendaftaran secara daring (online) di website resmi chse.kemenparekraf.go.id dan melakukan pengisian formulir identitas usaha.

Setelah pendaftaran dilakukan dan telah memiliki akun, pelaku usaha dapat melakukan penilaian mandiri, dan mengunduh format surat pernyataan deklarasi mandiri sebagai pernyataan resmi bahwa penilaian mandiri yang dilakukan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya dan dapat divalidasi secara langsung.

Setelah penilaian dan deklarasi mandiri dilakukan, selanjutnya dilakukan proses audit atau penilaian oleh lembaga sertifikasi yang memiliki kompetensi khususnya di bidang sistem manajemen lingkungan serta kesehatan dan keselamatan kerja.

Pemilik atau pengelola usaha dan destinasi pariwisata yang lolos audit atau penilaian akan mendapatkan sertifikat CHSE dari lembaga sertifikasi dan kemudian akan diberi Label Indonesia Care (I Do Care) oleh Kemenparekraf.

“Untuk tahap awal ini, sertifikasi CHSE akan diprioritaskan untuk usaha hotel, restoran atau rumah makan, pondok wisata atau homestay, daya tarik wisata, usaha wisata arung jeram, usaha wisata selam, dan usaha lapangan golf, juga desa wisata, dan semua tahapan proses sertifikasi ini dibiayai oleh Kemenparekraf, biaya tidak dibebankan ke pengelola destinasi dan usaha pariwisata, artinya sertifikasi ini gratis,” tandasnya.

(kem/par)

Share :

Baca Juga

Pariwisata di Bali akan di-reopening dengan mengutamakan kebersihan, kesehatan dan keamanan. Foto/ANTARA

NASIONAL

Wisatawan yang Ingin ke Bali Wajib Tes Swab PCR
Pulau Pramuka salah satu pulau di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Foto/Ist

PARIWISATA

PSBB Transisi, Pariwisata di Kepulauan Seribu Sudah Buka
Presiden Jokowi mengunjungi Danau Toba. Foto/Istimewa

PARIWISATA

Jokowi Ingin Wisata Danau Toba Mendunia
Wisata bahari di pulau-pulau kecil. Foto/Ist

GLOBAL

Indonesia Ingin Jadi Pionir Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan
Ilustrasi gunung meletus. Foto/AFP

NASIONAL

Gunung Semeru Meletus, Jalur Pendakian Tutup Total
Candi Borobudur. Foto/Ist

EKONOMI

PUPR Alokasikan Rp58,2 Miliar untuk Bangun Sarhunta di Borobudur
Salah satu wisata di Suriname. Foto/Ist

PARIWISATA

Indonesia-Suriname Bebaskan Visa, Buka Peluang Arus Wisawatan
Sejumlah calon penumpang saat duduk diruang tunggu keberangkatan Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Kamis (27/12/2018). Foto/Ayo Bandung

EKONOMI

Tiket Pesawat Mulai Turun Per Hari Ini