Home / NASIONAL

Senin, 12 Oktober 2020 - 08:53 WIB

Kementan Targetkan Pengembangan Food Estate di Kalteng Akhir 2020

Lumbung pangan. Foto/PUPR

Lumbung pangan. Foto/PUPR

JAKARTA, BERITANUSA.id – Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan pengembangan food estate (lumbung pangan) di Provinsi Kalimantan Tengah seluas 30.000 hektare (ha) tahun ini.

Untuk itu, Kementerian yang dipimpin Syahrul Yasin Limpo ini sangat terbuka melibatkan berbagai pihak dalam upaya mencapai target ini. Salah satunya Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi) yang menyatakan kesiapannya membantu pemerintah demi kesuksesan food estate.

Program ini disampaikan dalam diskusi bertemakan “Food Estate Perkuat Cadangan Pangan Nasional” yang diselenggarakan Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) melalui video daring, Minggu (11/10).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Sarwo Edhy, Direktur Peragi Institute, Dr Dwi Asmono, dan Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy, mengatakan ada sejumlah kunci untuk meningkatkan produksi pertanian termasuk di Food Estate. Kunci dari budidaya pada program food estate adalah ketersediaan air, benih berkualitas, dan pupuk yang tepat.

“Kemudian kita melakukan kegiatan pompanisasi dan pipanisasi, serta pengadaan alsintan, dan memfasilitasi petani agar bisa membawa hasil panennya untuk dijual,” ujarnya.

Menurut Sarwo, Kementan juga berupaya mengubah cara bertani tradisional ke modern dengan teknologi yang sudah ada. Dengan begitu diharapkan produktivitas bisa meningkat dan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kami sudah siapkan alsintan traktor roda 2 dan 4 untuk mengolah lahan. Kegiatan penanaman telah disiapkan mesin transplanter. Kemudian ada combine harvester untuk membantu petani saat panen, termasuk memberi bantuan RMU dan dryer,” kata dia.

Sarwo mendorong petani tidak lagi menjual gabah, tetapi digiling dahulu dan diproses menjadi beras dengan packaging yang menarik. “Inilah cara untuk menaikkan pendapatan petani,” katanya.

Adapun potensi lahan pengembangan food estate di Kalimantan Tengah seluas 164.598 ha. Terdiri dari lahan fungsional atau intensifikasi seluas 85.456 ha dan lahan sisa fungsional atau ekstensifikasi 79.142 ha. Sedangkan, lahan akan digarap pada 2020 adalah seluas 30.000 ha, dan tersebar di Kabupaten Kapuas seluas 20.000 ha dan Kabupaten Pulang Pisau 10.000 ha.

“Pada lahan tersebut, pemerintah melakukan intensifikasi pada lahan-lahan yang selama ini berupa semak belukar,” katanya. Dia berharap lahan yang produktivitasnya saat ini di bawah 4 ton gabah kering panen (GKP) per ha bisa ditingkatkan menjadi 6 ton/ha.

Direktur Peragi Institute Dr Dwi Asmono, menambahkan, dalam pengembangan food estate harus mulai menyiapkan bibit, pemasaran, pabrik harus dibangun, semua harus dirancang dengan benar. Jika berhasil, hal ini akan menjadi pengungkit untuk yang lain.

Dari sisi on farm, kata dia, menjadi faktor penentu produksi adalah dengan melakukan pemilihan bibit unggul, pengelolaan tanah yang baik, pemupukan yang tepat, pengendalian hama dan penyakit, serta pengairan yang baik.

“Kemudian dari sisi off farm adalah bagaiman kita harus memperhatikan pasca panen sertanya serta pemasaran hasil,” katanya.

Selain itu, aspek nutrisi perlu diperhatikan dengan kondisi lahan food estate. Dwi Asmono menyebutkan penggunaan magnesium dan kalsium (dolomit) untuk meningkatkan pH lahan pasang surut di areal food estate. Yang harus diperhatikan, kandungan nutrisi dan magnesium di Kalimantan ini relatif rendah. Memang persoalan ini terlihat sederhana tetapi akan berdampak kepada produktivitas tanaman.

Dia menambahkan Peragi berkomitmen untuk mendampingi kebijakan food estate dengan melakukan penelitian berkelanjutan.

“Kemudian kami juga akan mendukung Kementan dengan memberikan saran inkubasi bisnis, pelatihan dan pendampingan serta mediasi antar masyarakat terkait program percepatan tanam dan food estate,” ujar Dwi.

Ketua Umum KTNA Winarno Tohir mengatakan, program food estate merupakan suatu keniscayaan yang harus di bangun dari sekarang. Apalagi, setiap tahun jumlah penduduk Indonesia meningkat 1,3 persen.

“Tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kementan dalam menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Untuk itu, dia mendorong peran BUMN dan BUMD dalam mendukung kelancaran program food estate agar berjalan dengan baik. Hal ini dikarenakan program food estate memerlukan kelengkapan sarana dan prasarana yang baik.

“Kelengkapan on farm harus tersedia mulai dari benih, pupuk, pestisida, traktor roda 4. Selain itu dukungan dari teknologi modern sudah harus diterapkan,” katanya.

(kem/tan)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi gempa bumi. Foto/Ist

NASIONAL

Gempa Magnitudo 5.5 Guncang Lampung
Petugas menuntun sepeda motor saat banjir menggenangi wilayah Jakarta. Foto/Antara

NASIONAL

Sudah Lebih 6 Jam Banjir DKI Belum Surut Lewati Target Anies
Anggota Komisi III DPR RI, Trimedya Panjaitan. Foto/DPR RI

NASIONAL

Komisi III DPR RI Apresiasi Langkah Tegas Kapolri
Sekretariat Presiden menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas rekor Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia secara Daring oleh Peserta Terbanyak. Acara penyerahan penghargaan dilakukan di Gedung III Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, pada Senin, 17 Agustus 2020. Foto: BPMI Setpres/Lukas

NASIONAL

Sekretariat Presiden Terima Rekor MURI
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M Tito Karnavian. Foto/Ist

NASIONAL

Mendagri Imbau KPU Segera Gelar Simulasi Pemilu saat Pandemi
Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan pers di kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (15/12/2020). Foto/Antara

NASIONAL

Transaksi Keuangan Calon Kapolri Listyo Sigit Bersih
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono. Foto/Polri

NASIONAL

Polisi Siap Usut Pelecehan Lagu Indonesia Raya
Aksi demonstrasi tolak omnibus law UU Cipta Kerja di wilayah DKI Jakarta, Selasa (13/10). Foto/Tirto

NASIONAL

Tokohnya Ditangkap, Ini 7 Poin Petisi KAMI untuk Kapolri