Home / NASIONAL

Senin, 7 September 2020 - 15:22 WIB

Kementerian BUMN Harus Bersihkan Dugaan Proyek Fiktif Waskita

Kantor Waskita Karya. Foto/Ist

Kantor Waskita Karya. Foto/Ist

JAKARTA, BERITANUSA.id – Anggota Komisi VI DPR RI Mohamad Toha mendukung upaya Menteri BUMN Erick Thohir untuk terus melakukan ‘bersih-bersih’ terhadap semua perusahaan plat merah. Terlebih, saat ini KPK tengah membongkar kasus dugaan korupsi pekerjaan subkontraktor fiktif di PT Waskita Karya (Persero).

“Saya dukung Pak Erick Thohir untuk terus bersih-bersih di perusahaan BUMN. Lanjutkan Pak! Jangan hanya gebrakan sebentar saja, lalu hilang. Karena masih ada saja perusahaan BUMN yang bandel dan nakal. Lah, KPK baru mengungkap dugaan 14 proyek fiktif di PT Waskita Karya,” papar Toha usai Rapat Kerja antara Komisi VI DPR RI dengan Menteri BUMN beserta jajarannya di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (3/9).

Toha pun mendorong Erick Thohir untuk lebih berani dan bersikap tegas tidak hanya kepada jajaran perusahaan BUMN yang bandel dan nakal. Namun juga kepada jajaran di kementeriannya yang mengetahui ada permainan-permainan di BUMN tapi dibiarkan, atau bahkan ikut mengatur kongkalikong tersebut.

“Apa yang terjadi di Waskita Karya hingga merugikan negara Rp202 miliar itu sangat mustahil tidak diketahui oleh pejabat di Kementerian BUMN. Pak Erick harus berani menyelidiki dan mengusut tuntas ada tidak jajarannya yang terlibat kasus tersebut,” ungkap politisi PKB ini.

Sebab itu, Toha meminta Erick proaktif membantu KPK untuk mengungkap secara terbuka siapa saja di BUMN yang ikut bermain dalam kasus itu.

“Proyek fiktif yang jumlahnya sampai 14 pekerjaan secara logika pasti ada yang pejabat atau petinggi lainnya yang berperan sebagai perencana, dan pengatur permainan. Siapa saja? Ini harus dicari tahu Pak Erick untuk mencegah hal sama di perusahaan BUMN lainnya,” ucap Toha.

Sebelumnya, penyidik KPK menduga banyak pihak turut menerima uang panas terkait pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada sejumlah proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya. Saat ini, KPK sedang menelusuri pihak-pihak yang turut menerima uang panas tersebut.

Hal tersebut terungkap setelah penyidik memeriksa General Manager Akuntansi PT Waskita Beton Prescast, Dwi Anggoro Setiawan dan seorang Karyawan PT Waskita Karya, Hendra Adityawan pada Senin, 10 Agustus 2020. Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Fathor Rachman (rls/dpr)

Share :

Baca Juga

Demo tolak omnibus law UU Cipta Kerja berujung ricuh. Foto/Ist

NASIONAL

Polisi Sebut Ada 10 Pelaku Demo Positif Covid
Ilustrasi--Salah satu kotak hitam (black box) pesawat Lion Air JT-610 PK-LQP yang diyakini flight data recorder (FDR) telah ditemukan oleh Tim Gabungan Basarnas, Kamis (1/10) pagi. Foto/MI

NASIONAL

KNKT Unduh Data FDR Black Box Sriwijaya SJ 182
Pekerja berjalan di kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (4/1). Foto/MI

NASIONAL

PPKM Jawa-Bali Berakhir, Skala Mikro Berlaku Besok
Sejumlah buruh dan mahasiswa tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak melakukan aksi unjuk rasa di Makassar, Sulsel. Foto: ANTARA FOTO/Arnas Padda

NASIONAL

Buruh dan Mahasiswa Kembali Kepung Istana Hari Ini
Ilustrasi cuaca ekstrem--Seorang warga membawa payung saat melintas di Kawasan Senayan, Jakarta. Foto/Antara

NASIONAL

BMKG: Cuaca Ekstrem di 24 Wilayah Mulai 15-21 Februari
Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (10/4). Foto/Antara

NASIONAL

Polisi Tutup Jalan Sudirman-Thamrin Saat Malam Tahun Baru
Pekerja di DKI Jakarta. Foto/Ayo Jakarta

EKONOMI

Subsidi Gaji Telah Disalurkan kepada 11,9 Juta Pekerja
Ilustrasi vaksin Covid-19. Foto/Ist

NASIONAL

Update Corona: Bertambah 3.788, Kasus Positif Jadi 429.574 Orang