Home / NASIONAL

Rabu, 2 September 2020 - 15:50 WIB

Kementerian PUPR Bangun Jembatan Gantung Lantai Kaca

Jembatan gantung kaca. Foto/Kementerian PUPR

Jembatan gantung kaca. Foto/Kementerian PUPR

JAKARTA, BERITANUSA.id – Melanjutkan dan mempercepat pembangunan infrastruktur merupakan salah satu visi Presiden Joko Widodo bersama Wapres Ma’ruf Amin untuk lima tahun ke depan. Pembangunan ini tidak hanya meliputi infrastruktur skala masif, tetapi juga infrastruktur kerakyatan. Untuk itu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan pembangunan jembatan gantung sebagai akses konektivitas antar desa.

“Hadirnya jembatan gantung akan mempermudah dan memperpendek akses warga masyarakat perdesaan menuju sekolah, pasar, tempat kerja, mengurus administrasi ke kantor kelurahan atau kecamatan dan akses silaturahmi antar warga,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melalui siaran pers Rabu (2/9).

Untuk menambah nilai estetika Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Marga merencanakan pembangunan jembatan gantung penyeberangan orang dengan lantai menggunakan teknologi plexiglass. Jembatan gantung dengan lantai plexiglass ini akan dibangun di sejumlah lokasi yang memiliki nilai wisata.

“Kita akan punya jembatan gantung dengan lantai kaca, dikombinasikan dengan lampu yang estetikanya bagus dan penggunaan tenaga surya,” ujar Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian. Lokasi jembatan gantung kaca akan dipilih yang tepat sesuai kebutuhan dan dampak bagi kawasan yang dilayaninya.

Pada 2015-2019 Kementerian PUPR telah membangun 300 jembatan gantung di seluruh Indonesia dengan anggaran Rp 1,4 triliun. Pada tahun 2015 dibangun 10 jembatan, pada tahun 2016 dibangun 7 jembatan, pada tahun 2017 dibangun 13 jembatan, dan pada tahun 2018 dan 2019 masing-masing dibangun 130 jembatan dan 140 jembatan.

Pembangunan jembatan gantung kembali dilanjutkan pada 2020. Hingga saat ini sudah ada 44 lokasi jembatan gantung yang sudah mendapat persetujuan untuk dibangun oleh Menteri PUPR. Dari jumlah tersebut, 6 di antaranya direncanakan dibangun di pulau Papua. Secara umum jembatan gantung yang dibangun tersebut memiliki bentang antara 30 meter hingga 120 meter.

Pembangunan jembatan gantung merupakan usulan dari Pemda setempat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), TNI, dan DPRD yang diajukan kepada Kementerian PUPR dengan mempertimbangkan kondisi wilayah, sosial, ekonomi, potensi wilayah, dan kesesuaian lokasi, manfaat, dan urgensi pembangunan jembatan.

Selain itu, adapun kriteria pemilihan lokasi didasarkan pada jembatan digunakan oleh pelajar sekolah dan ekonomi antar desa, jembatan pejalan kaki dalam kondisi kritis atau bahkan runtuh, kondisi jalan akses memungkinkan untuk mobilisasi rangka jembatan, menghubungkan minimal dua desa, dan akses memutar apabila tidak ada jembatan cukup jauh atau minimal 5 km. (*)

Share :

Baca Juga

Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin. Foto/MI

NASIONAL

Harlah ke-95, Wapres: Tugas NU Akan Semakin Berat
Gunung Merapi mengeluarkan empat kali guguran lava pijar. Foto/Antara

NASIONAL

Masuki Fase Erupsi, Gunung Merapi Keluarkan Lava Pijar
Wisma Atlet Kemayoran. Foto/Berita Satu

NASIONAL

Pasien Covid di Wisma Atlet Menurun Dratis
Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mendesak pemerintah tetap membuka formasi guru pada seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021. Foto/Antara

NASIONAL

Guru Honorer Desak Pemerintah Buka Formasi CPNS 2021
Dokter meninggal dunia saat menangani pasien Covid-19. Foto/Antara

NASIONAL

202 Dokter Meninggal dalam 10 Bulan Pandemi Corona
KKP kembangkan teknologi pembenihan Rajungan. Ist

NASIONAL

KKP Kembangkan Teknologi Pembenihan Rajungan
Menpan-RB Tjahjo Kumolo. Foto/Ist

NASIONAL

Kemenpan-RB Luncurkan Aplikasi “ASN No Radikal”
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Foto/Ist

NASIONAL

Tito Karnavian Lantik Gubernur Aceh 5 November