Home / NASIONAL

Senin, 11 Januari 2021 - 11:05 WIB

Kesaksian Warga Saat Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182

Penemuan puing yang diduga serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Foto/Antara

Penemuan puing yang diduga serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Penduduk Pulau Lancang, Junaenah (40), memberikan kesaksian saat peristiwa Sriwijaya Air SJ182 jatuh di Kepulauan Seribu. Dia mengaku mendengar suara menggelegar bak petir hingga menggetarkan kaca jendela rumah penduduk.

“Hari itu hujan campur angin kencang, tiba-tiba ada suara ‘duar’ terdengar keras sekali sampai rumah (kaca rumah) bergetar,” kata Junaenah, dikutip Antara, Senin (11/1).

Menurut Junaenah, kala itu, situasi tidak ada yang berbeda, ada masyarakat yang melaut, mencari rajungan (sejenis kepiting), dengan kebanyakan masyarakat berada di dalam rumahnya berlindung dari hujan. Rumah Junaenah berada sekitar 200 meter dari bibir pantai.

“Pas dengar saya kaget: Ya Allah, suara apa itu, karena besar sekali seperti bom. Tapi saya dan anak-anak tidak keluar karena saya kira hanya petir di tengah hujan,” ujarnya.

Akhirnya kabar kejadian yang sebenarnya datang dan tersiar sekitar pukul 16.00 WIB, setelah adanya pengumuman Kementerian Perhubungan bahwa satu pesawat maskapai Sriwijaya Air hilang kontak di sekitar perairan Kepulauan Seribu. Kabar itu juga diperkuat oleh warga lainnya kembali dari melaut.

Dari kabar yang dibawa nelayan yang melaut, warga Pulau Lancang mengetahui ledakan tersebut adalah berasal dari sebuah pesawat yang mengalami kejadian nahas jatuh di antara tempat mereka dengan Pulau Laki yang tak berpenghuni.

“Nelayan yang baru pulang mengabari bahwa di sana (perairan Pulau Lancang-Pulau Laki) ada pesawat yang jatuh. Saya langsung ingat oh mungkin itu yang siang tadi (saat hujan) saya kira petir sangat besar,” ucap Marsu, Ketua RT 001/RW 001 Pulau Lancang.

Marsu menyebutkan, seketika mendapatkan kabar tersebut, banyak warga Pulau Lancang yang dikerahkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi di lokasi jatuhnya pesawat yang akhirnya diketahui merupakan milik Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak dengan nomor register PK-CLC.

“Akhirnya pihak berwenang di sini berinisiatif untuk mengumpulkan warga dan melakukan pencarian sebisanya sampai dihentikan sekitar pukul 21.00 WIB,” ucap Marsu.

Untuk diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak jatuh di perairan Kepulauan Seribu, pada Sabtu 9 Januari 2021, pukul 14.40 WIB. Pesawat hilang kontak setelah 4 menit mengudara.

Operasi SAR masih terus dilakukan hingga saat ini. Bagian serpihan pesawat sudah mulai ditemukan, dan tim gabungan pun telah mendeteksi keberadaan blackbox pesawat di lokasi.

(ant/det)

Share :

Baca Juga

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Foto/Antara

NASIONAL

Muhammadiyah Prediksi Pandemi Akan Terkendali pada 2022
Kantor KPK KPK di Gedung Merah Putih, KPK, Jakarta. Foto/MI

NASIONAL

Istri Edhy Prabowo Disebut Terima Uang Korupsi Lobster
Presiden Jokowi menyampaikan belasungkawa atas bencana di Sulawesi Barat dan Jawa Barat. Foto/Setneg

NASIONAL

Presiden Jokowi Ucapkan Selamat Hari Jadi ke-95 NU
Ilustrasi peneliti yang mencermati sampel tes covid-19. Foto/AFP

NASIONAL

BPOM Beri Izin Darurat Vaksin Corona Buatan Bio Farma
Ilustrasi rekayasa lalu lintas. Foto: Ist

NASIONAL

Buruh-Mahasiswa Demo di DPR, Rekayasa Lalin Situasional
Logo Pemprov DKI. Ist

NASIONAL

Pemprov DKI Buka Pendaftaran Pengembangan Kewirausahaan
Transjakarta. ist

NASIONAL

Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan Sementara, Mana Saja?
Gunung Semeru. Foto/Media Indonesia

NASIONAL

Gunung Semeru Keluarkan Awan Panas, 550 Warga Mengungsi