Home / UMKM

Jumat, 15 Januari 2021 - 10:34 WIB

Kesempatan! UMKM RI Diajak Buka Lapak di Arab Saudi

Pedagang melayani pembeli dalam pasar murah di Denpasar, Bali, Selasa (8/9). Foto/Antara

Pedagang melayani pembeli dalam pasar murah di Denpasar, Bali, Selasa (8/9). Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan sejumlah kementerian dan Kadin Indonesia diberi kesempatan ‘buka lapak’ di Arab Saudi dengan mengekspor produk buatannya. Berdasarkan catatan Kementerian Koperasi dan UKM, ada 5 produk yang akan diekspor oleh para UMKM binaan.

“Sebagai permulaan terdapat 5 item produk yang akan dipasok oleh UMKM asal Indonesia yaitu sambal, kecap, kopi, teh dan gula,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam konferensi pers virtual, Rabu (13/1).

Program itu juga merupakan upaya memanfaatkan pasar yang sangat besar di Arab Saudi, di mana setiap tahunnya 221.000 Jemaah Haji, 1 juta Jemaah Umroh, dan ratusan ribu ekspatriat Indonesia membutuhkan asupan makanan dan keperluan lainnya yang khas Indonesia.

Bersamaan dengan itu, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi berharap ekspor non migas ke Arab Saudi meningkat.

“Kami berusaha untuk bisa memberikan kekuatan pada UKM Indonesia untuk bisa berpartisipasi kepada ceruk pasar, khususnya pasar Haji dan Umrah Indonesia yang akan menunaikan ibadah Haji dan Umroh Indonesia,” ungkap Lutfi.

Menurut Lutfi, dengan mendorong ekspor produk UMKM ke Arab Saudi, kesempatan untuk UMKM menjadi pemain global sangatlah besar.

“Kita ingin supaya produk-produk Indonesia ini bisa menjadi subyek utama daripada ekspor non-migas kita terutama oleh pelaku kecil dan menengah. Seperti diutarakan oleh Bapak Menteri Koperasi dan UKM bahwa ini adalah barang-barang yang penting dan ini effort kita bagaimana UMKM kita bisa bukan hanya jadi tuan rumah di negaranya tetapi juga bisa menjadi pemain regional bahkan global,” urainya.

1. ‘Lapak Besar’ di Arab Saudi Buat UMKM

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, khususnya untuk kegiatan Haji kebutuhan makan Jemaah Indonesia sangatlah besar. Oleh sebab itu, menurutnya hal ini menjadi peluang bagi pelaku UMKM memasok kebutuhan Jemaah Haji Indonesia ke Arab Saudi.

“Maraknya penyelenggaraan ibadah Haji tahun 2019, Jemaah Haji Indonesia mendapatkan makanan sebanyak 75 kali selama di Arab Saudi. Rencananya, pada penyelenggaraan Haji tahun 2021, jumlah makanan akan ditambah 10 kali ketika Jemaah berada di Tanah Suci,’ imbuh dia.

Zainut mengatakan, selama ini kebutuhan para jemaah Indonesia di Tanah Suci kerap kali tersaingi oleh produksi dari negara lain. Oleh sebab itu, upaya ini harus segera dilaksanakan untuk merebut pasar di Arab Saudi.

“Selama ini ketersediaan barang-barang tersebut (bahan baku, bumbu masak, teh, dan kopi Indonesia) yang berasal dari Indonesia masih sangat terbatas di Arab Saudi. Sebagian besar masih didominasi produk-produk yang berasal dari sejumlah negara. Seperti Thailand, Vietnam, dan India,” imbuh Zainut.

2. Kriteria UMKM yang Diajak ‘Buka Lapak’ di Arab Saudi

Untuk berpartisipasi dalam pasar tersebut pun para UMKM harus memiliki kriteria yang sesuai dengan ketentuan Pemerintah Arab Saudi. Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria Br Simanungkalit menjelaskan, pihaknya sudah mengidentifikasi mana saja UMKM binaan kementerian yang siap untuk mengekspor hasil produksinya ke Arab Saudi.

Share :

Baca Juga

Ilustrasi peaku UMKM batik. Foto/MI

UMKM

Syarat UMKM Bebas Pajak Penghasilan di 2021
Salah satu mitra UMKM binaan dari organisasi nirlaba Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa), Imas Marsito (48). Foto/Beritanusa/Radhea Heqamudisa

UMKM

Kisah UMKM Pusatnusa yang Bisa Bertahan Usai Terima BLT
Ilustrasi--Pedagan pakaian di Tanah Abang, Jakarta. Foto/Media Indonesia

EKONOMI

Jenis Usaha yang Berhak Terima BLT UMKM Rp3,5 Juta
Ilustrasi UMKM digital. Foto/Ist

UMKM

60 Persen Pelaku UMKM Belum Melek Digital
Ilustrasi uang Rupiah. Foto/iStock

UMKM

Kuota Belum Penuh, UMKM Masih Bisa Daftar BLT Rp2,4 Juta
Pedagang mengemas sandal hasil industri kecil rumah tangga yang dipasarkan melalui daring di Denpasar, Bali, kemarin. Foto/Antara

UMKM

BUMN Susun Skema Tingkatkan Penyerapan Produk UMKM
Perajin menyelesaikan pembuatan kain batik di Desa Karangmalang, Gebog, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (25/8). Foto/Antara

UMKM

UMKM Minta Insentif Lain karena Minim Bantuan
Menkop UKM Teten Masduki. Foto/Dok Kemenkop UKM

UMKM

Banpres Dilanjutkan, Prioritas UMKM yang Belum Terima