Home / NASIONAL

Selasa, 1 September 2020 - 09:51 WIB

KKP Kembangkan Teknologi Pembenihan Rajungan

KKP kembangkan teknologi pembenihan Rajungan. Ist

KKP kembangkan teknologi pembenihan Rajungan. Ist

JAKARTA, BERITANUSA.id – Rajungan atau dikenal dengan nama dagang Blue Swimming Crab menjadi penyumbang utama Produk Domestik Bruto (PDB) sektor perikanan Indonesia bersama dengan udang, tuna-tongkol-cakalang, cumi-sotong-gurita dan rumput laut. Pasar ekspor rajungan terbuka ke beberapa negara seperti Amerika, Australia, Jepang dan Uni Eropa.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto menuturkan peluang pasar ekspor dan lokal untuk komoditas rajungan terus meningkat setiap tahunnya. Namun, kata Slamet, saat ini kebutuhan pasar ekspor masih sangat tergantung dari hasil tangkapannya di alam, sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan eksploitasi berlebih.

“Bila hanya mengandalkan tangkapan alam, tentu kenaikan produksi sangat bergantung banyak hal. Inovasi melalui teknologi pembenihan dan budidaya menjadi terobosan yang sangat penting. Budidaya juga menjadi solusi untuk menjaga kelestariannya di alam,” ujar Slamet di Jakarta, Senin (31/8).

Slamet menjelaskan pengembangan budidaya rajungan telah dilakukan sejak tahun 2005 oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) yaitu di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara dan Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar.

“Tingkat kelulushidupan benih rajungan hasil proses pembudidayaan mencapai 30-48 persen dan ditingkat pembesaran berkisar 30-35 persen. Ini menjadi dasar utama pengembangan teknologi budidaya rajungan berkelanjutan. Selain itu, hasilnya dapat digunakan untuk restocking benih di alam sehingga menambah populasi rajungan di habitat alaminya semakin meningkat,” tutur Slamet.

Slamet mengaspresiasi terobosan yang dilakukan Eddy Nurcahyono, perekayasa BBPBAP Jepara yang berhasil mengembangkan teknologi pembenihan rajungan yang aplikatif bagi masyarakat. Slamet juga berharap kedepannya satu per satu tantangan pengembangan budidaya rajungan dapat diselesaikan, seperti belum adanya penetapan kawasan budidaya rajungan, sistem penyediaan benih dari unit perbenihan belum memadai, adanya keterbatasan informasi dan pencatatan pada perikanan skala kecil.

“Strategi kami dalam pengembangan budidaya rajungan, pertama sosialisasi dan adopsi teknologi budidaya. Kedua, kita akan lakukan stock assesment, stock enhancement dan Pengelolaan Perikanan Berbasis Budidaya,” jelas Slamet.

Selain itu, ketiga penetapan kawasan kluser budidaya rajungan dan kawasan suaka induk rajungan melalui restocking. Keempat, revitalisasi dan model perbenihan rajungan, model pengembangan budidaya, selanjutnya kelima melalui diseminasi budidaya oleh UPT sekaligus kontroling, monev dan evaluasi.

“Untuk itu, kita akan terus bekerjasama dengan Badan Riset dan SDM KKP, perguruan tinggi, asosiasi dan swasta untuk benar-benar mewujudkan budidaya rajungan yang berkelanjutan,” tutup Slamet.

Saat Webinar bertemakan Pengelolaan Rajungan Berkelanjutan sebagai Komoditas Budidaya yang Prospektif, Jumat (28/8) dengan total peserta kurang lebih 956 orang baik melalui aplikasi zoom atau live streaming melalui kanal youtube Budidaya KKP diantaranya nelayan, pembudidaya, dosen, penyuluh, mahasiswa, instansi pemerintah pusat dan daerah dan pelaku usaha.

Eddy menyebutkan dengan teknologi yang dikembangkannya maka kebutuhan benih rajungan tidak lagi sepenuhnya tergantung dari alam.

“Teknologi pembenihan rajungan sederhana sehingga efektif untuk dikembangkan sebagai usaha skala rumah tangga bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir khususnya nelayan dan pembudidaya”, ujar Eddy yang juga menerima penghargaan sebagai PNS Insipratif atas terobosannya ini.

Eddy memamparkan tahapan pembenihan rajungan yang diawali dengan persiapan sarana dan prasarana serta sterilisasi sumber air. Dilanjutkan dengan tahap pemilihan induk, pemeliharaan larva, setelah itu pemeliharaan Zoea dan Megalopa, kemudian pemeliharaan Crablet serta pendederan. Hingga proses pembesaran dan panen.

“Untuk tahap pembesaran masih ketergantungan ketersediaan pakan segar karena pabrik pakan skala rumah tangga masih belum berkembangan dengan baik,” sebut Eddy.

Lanjut Eddy, teknologi pembenihan rajungan ini telah dikembangkan melalui diseminasi dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat sehingga akan ada efek ekonominya bagi masyarakat yang tinggal disekitar pesisir.

“Saat ini pengembangan skala industri masih diperlukan kajian lanjutan untuk memperoleh teknologi pendederan skala industri yang efektif, efisien dan profitable,” tambah Eddy.

Hawis Madduppa, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengelolaan Rajungan Indonesia (APRI) juga mengatakan rangkaian pelaksanaan program perbaikan perikanan dalam mendukung program pengembangan perikanan (FIP) rajungan berkelanjutan salah satunya dengan pengembalian stok di alam (restocking).

Selain itu, dalam rangka mendukung pengembalian rajungan kecil dan/atau rajungan bertelur ke laut setelah tertangkap, APRI melakukan suatu gerakan yang dinamakan Gerakan Tangkap Kembalikan Sebelum 5 Menit (GTK5). Gerakan ini dimaksudkan agar nelayan dapat menerapkan pengembalian rajungan kecil dan/atau bertelur dengan jangka waktu kurang dari 5 menit setelah penangkapan. Hal ini untuk mengurangi resiko kematian rajungan dan untuk perikanan rajungan berkelanjutan dalam rangka upaya untuk kelestarian dan keberlanjutan perikanan rajungan di Indonesia.

Untuk diketahui, lokasi percontohan dan diseminasi pembenihan rajungan oleh UPT Ditjen Perikanan Budidaya, diantaranya di Takalar, Maros, Pangkep, Barru serta UPTD milik pemerintah daerah dan diseminasi budidaya di sentra-sentra penghasil rajungan seperti di Kalimantan Timur. (*)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi Pilkada 2020. Foto/Antara

NASIONAL

Survei Median: 48 Warga Jakarta Setuju Pilkada Digelar 2024
Rapat paripurna DPR RI. Foto/Ist

NASIONAL

DPR Serahkan Draf Omnibus Law Ciptaker ke Presiden Jokowi Hari Ini
Warga berbelanja pakaian di pedagang kaki lima kawasan Tanah Abang, Jakarta. Foto/Antara

NASIONAL

10 Ribu Pedagang Pasar Tanah Abang Divaksin Besok
Ilustrasi prostitusi. Foto/iStock

NASIONAL

Artis TA Ditangkap Terkait Dugaan Prostitusi Online
Ilustrasi hiburan malam. Ist

NASIONAL

Hiburan Malam, Hotel dan Pernikahan Jadi Klaster Baru Covid-19 di Jakarta
Rizieq Shihab. Foto/MI/Ramdani

NASIONAL

Rizieq Dipanggil Polisi Terkait Kerumunan Besok
Maskapai penerbangan Sriwijaya Air. Foto/Antara

NASIONAL

Kapten Vincent: Bukan Salah Usia Pesawat
Massa FPI berkumpul di markas mereka di Petamburan untuk menyambut kedatangan Rizieq Shihab. Foto/AFP

NASIONAL

Tiga Tersangka Kasus Kerumunan Petamburan Belum Ditahan