Home / NASIONAL

Senin, 25 Januari 2021 - 15:06 WIB

KPK Bakal Ungkap Sosok ‘Madam’ dalam Korupsi Bansos

Kantor KPK. Foto/Tirto

Kantor KPK. Foto/Tirto

JAKARTA, BERITANUSA.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim bakal menyelidiki sosok ‘madam’ dalam kasus dugaan rasuah bantuan sosial (bansos) yang menjerat mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.

Istilah Madam dalam kasus korupsi Bansos muncul dalam laporan Koran Tempo. Madam, sebagaimana dilaporkan Tempo, mengacu ke seorang petinggi elite PDI Perjuangan.

Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, menerangkan salah satu upaya yang ditempuh penyidik adalah mengonfirmasi hal tersebut kepada saksi-saksi yang dipanggil.

“Pada prinsipnya segala informasi yang berkembang yang kami terima, yang ada hubungan dengan perkara yang sedang dilakukan penyidikan ini, tentu akan dikembangkan lebih lanjut dengan mengkonfirmasi kepada para saksi,” kata Ali dalam keterangannya, Senin (25/1).

Dalam perkembangan penanganan kasus ini, sejumlah politikus PDI Perjuangan (PDIP) diduga terlibat. Selain Juliari, ada nama Herman Hery dan Ihsan Yunus. Keduanya adalah Ketua Komisi Hukum DPR dan Wakil Ketua Komisi Agama dan Sosial DPR. Ihsan belakangan dirotasi ke Komisi II yang membidangi tugas pemerintahan dalam negeri, kepemiluan, hingga pertanahan dan reforma agraria.

Berdasarkan laporan investigasi Koran Tempo, disebutkan bahwa jatah kuota 1,3 juta paket bansos diberikan kepada Herman dan Ihsan. Perusahaan yang terafiliasi dengan Herman memperoleh 1 juta paket, sedangkan sisanya untuk perusahaan yang berafiliasi dengan Ihsan.

Dalam temuan awal KPK, Juliari diduga menerima fee Rp10 ribu dari setiap bansos.

Sumber dalam laporan Tempo menyebut kuota paket yang diperoleh Herman dan Ihsan tidak kena potongan karena ada bagian dari ‘madam’.

Penyidik KPK sendiri telah menggeledah kantor rekanan bansos yang terafiliasi dengan Herman, serta rumah orang tua Ihsan yang berada di Jalan Raya Hankam, Nomor 72, Cipayung, Jakarta Timur.

Dari rumah orang tua Ihsan, penyidik mengamankan alat komunikasi dan sejumlah dokumen yang disinyalir terkait dengan perkara.

Ali menjelaskan barang-barang yang diamankan bakal dianalisis lebih lanjut sebelum diputuskan untuk disita atau tidak.

KPK menetapkan total lima orang tersangka dalam kasus ini. Selain Juliari, lembaga antirasuah tersebut telah menjerat dua pejabat pembuat komitmen (PPK) Kementerian Sosial yang bernama Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, serta dua orang dari pihak swasta yaitu Ardian I M dan Harry Sidabuke.

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy. Foto/MI

NASIONAL

Pemerintah Pastikan Pangkas Libur Panjang Akhir Tahun
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Foto/Ist

NASIONAL

Mendagri Luncurkan 5 Juta Masker Demi Pilkada Sehat
Pembelajaran tatap muka di Makassar. Foto/Antara

NASIONAL

Selamat Hari Guru Nasional 25 November
Petugas menyemprot cairan disinfektan di ruangan kelas SMK Kosgoro, Bogor. Foto/Antara

NASIONAL

Sekolah Tatap Muka Juli Minta Dievaluasi Karena Mutasi Corona
Demo omnibus law di Jakarta. Foto/Tribunnews

NASIONAL

Polda Metro Jaya Tetapkan 43 Orang Tersangka Demo Tolak Omnibus Law
Guru honorer yang mengajar secara daring selama pandemi tetap harus digaji (Ilustrasi). Foto/MI

NASIONAL

Kemendikbud Buka Peluang Guru Honorer Jadi P3K
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala BNPB Doni Monardo. Foto/Ist

NASIONAL

Satgas Covid-19 Minta Warga Hindari Kerumunan
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menggelar Operasi Zebra 2020 selama dua pekan, mulai 26 Oktober. Foto/Pikiran Rakyat

NASIONAL

Polda Metro Gelar Operasi Zebra Mulai 26 Oktober