Home / NASIONAL

Jumat, 29 Januari 2021 - 09:31 WIB

Kunjungi PBNU, Kapolri Listyo: Silaturahmi Jaga Sinergitas

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bersilaturahmi ke PBNU. Foto/Istimewa

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bersilaturahmi ke PBNU. Foto/Istimewa

JAKARTA, BERITANUSA.id – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan kerja pertama ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jalan Kramat, Jakarta Pusat, hari ini Kamis (28/1). Tujuannya yaitu, dalam rangka silaturahmi untuk menjaga sinergitas dan soliditas yang selama ini sudah terjalin antara Polri dan Nahdlatul Ulama.

Dalam kunjungannya itu, Kapolri diterima langsung oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj dan pimpinan PBNU lainnya.

“Hari ini kami selaku Kapolri baru yang kemarin baru dilantik mendapatkan kesempatan untuk menghadap ke Beliau selaku pimpinan Ketum PBNU, dimana memang secara non formal seperti Beliau sampaikan, kami sudah cukup lama kenal. Kalau secara formil penting bagi kami untuk berkunjung ke salah satu ormas muslim paling besar, tentunya dalam rangka mensinergikan program-program yang akan kami laksanakan ke depan,” terang Kapolri Jenderal Listyo Sigit, yang disiarkan melalui kanal YouTube Nahdlatul Ulama, Kamis (28/1).

Kapolri mengatakan hubungan Polri dan PBNU sudah berjalan dengan baik selama ini. Pihaknya berharap dukungan PBNU sebagai salah satu organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia terhadap program-program yang akan dijalankan ke depannya.

“Meningkatkan hubungan sinergi umaro dan ulama di dalam melaksanakan program-program harkamtibmas karena memang ke depan Polri tidak mungkin bekerja tanpa dukungan partisipasi masyarakat. Karena itu dalam kesempatan ini kami sangat berterima kasih. Beliau memberikan dukungan penuh kepada Polri untuk bersama-sama melaksanakan seluruh program dalam rangka menjaga stabilitas kamtibmas kita,” papar Kapolri menambahkan.

“Mulai dari menjaga kamtibmas, supaya lingkungan kita, bisa kita jaga selalu terjaga. Seperti Beliau (Ketua umum PBNU, KH Said Aqil Siroj) sampaikan KH Hasjim Asy’ari (Hasyim Asyari) pada saat itu yang menyetujui berdirinya NKRI, dengan berdasarkan Pancasila. Sebagai satu negara kesepakatan, tentunya negara kesepakatan ini harus kita jaga, karena itu warisan dari para petinggi bangsa, menjadi warisan kita untuk mempertahankan itu adalah tugas kita bersama,” sambungnya panjang lebar.

Lebih jauh, Sigit mengatakan sinergitas Polri dengan PBNU juga terjalin dari tingkat Polsek sampai tingkat Mabes Polri untuk memastikan seluruh program Polri bisa berjalan dengan baik dengan dukungan PBNU.

“Jadi terima kasih sekali lagi kepada PBNU Pusat. Dan kami diberikan akses sampai ke cabang untuk bisa bersinergi. Misal Kapolsek dengan pengurus NU cabang, kemudian Kapolres dengan NU di atasnya, kemudian Polda dan Kapolri bersinergi dengan PBNU pusat, pak Said Aqil. Itu yang akan kami pelihara dan kembangkan dalam rangka memberikan rasa aman terhadap masyarakat,” tutur Sigit.

Merekrut Santri dari Madrasah

Di hadapan pengurus PBNU, Kapolri Jenderal Listyo Sigit sempat menyinggung ingin merekrut santri madrasah dan pesantren untuk masuk dan bergabung sebagai personel Polri.

“Kami pernah sampaikan anggota-anggota kami diisi oleh orang-orang yang ahli dan paham (Agama). Dalam hal ini terpilih dari madrasah dan pesantren. Apalagi mereka ada putra tokoh-tokoh agama sehingga kita bisa rekrut kita kembangkan menjadi polisi yang mengabdi,” tuturnya.

Menurut Jenderal Sigit, rekrutmen polisi yang berasal dari santri diharapkan bisa mengubah citra Polri agar bisa lebih dihargai masyarakat. Alasannya, mereka (santri) dianggap orang-orang yang menguasai agama.

“Beliau akan bisa menjadi sosok polisi yang dihargai masyarakat. Karena Beliau menguasai agama karena masyarakat nurut tanpa menggunakan pistol,” jelasnya.

Lebih jauh, menurut Listyo, citra Polri yang lebih humanis di mata masyarakat memang menjadi salah satu program yang digagas olehnya saat menjabat sebagai Kapolri. Namun, kata dia, tetap terlihat tegas di masyarakat.

“Ke depan itu program kita dimana kita pengen polisi ini bisa tegas tapi humanis tanpa menggunakan kekuatan saat kita bilang ini boleh dan ini tidak boleh. Mana kala memang nilai nilai tersebut dimiliki anggota kami,” tutupnya.

Selalu Sinergi dengan Polri

Di tempat dan kesempatan yang sama, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan bahwa Nahdlatul Ulama dan Polri harus selalu bersinergi.

“Oleh karena ini silahturahim atau tatap muka kita tingkatkan dan menyamakan persepsi bersma Polri, dan pemahaman bangsa, pemahaman agama, pemahaman budaya, pasti bisa kuat,” pungkas KH Said Aqil Siroj.

Sekedar informasi, dalam kunjungannya ini, Kapolri didampingi Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Irjen Pol Suntana selaku Wakil Kepala Bidang Pertahanan dan Keamanan Polri, dan petinggi Polri lainnya.

(pmj/heq)

Share :

Baca Juga

Kantor Kemenhub. Ist

NASIONAL

Kemenhub Jadi Klaster Covid-19 Terbesar di DKI
Menteri Sosial Juliari Peter Batubara. Foto/Antara/Puspa Perwitasari

NASIONAL

Tersangka Mensos Juliari Punya Kekayaan hingga Rp47 Miliar
Kantor Waskita Karya. Foto/Ist

NASIONAL

Kementerian BUMN Harus Bersihkan Dugaan Proyek Fiktif Waskita
Sampah sisa aksi unjuk rasa di DKI Jakarta. Ist

NASIONAL

Total 398 Ton Sampah Sisa Aksi Unjuk Rasa Diangkut Pemprov DKI
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M Tito Karnavian. Foto/Ist

NASIONAL

Pemerintah Buka Kerja Sama Pengadaan Barang dengan Ormas
Rapat paripurna DPR RI. Foto/Ist

NASIONAL

Hanya 9 Wakil Papua dari 27 Anggota Pansus DPR RUU Otsus
Vaksin virus Corona. Foto/Ist

NASIONAL

Vaksin Merah Putih Mulai Diuji Coba ke Hewan
Ilustrasi Kartu Prakerja. Foto/Beritanusaid

NASIONAL

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 7 Dibuka Pekan Ini