Home / UMKM

Kamis, 1 Oktober 2020 - 15:51 WIB

Kuota Belum Penuh, UMKM Masih Bisa Daftar BLT Rp2,4 Juta

Ilustrasi uang Rupiah. Foto/iStock

Ilustrasi uang Rupiah. Foto/iStock

JAKARTA, BERITANUSA.id – Pemerintah telah meluncurkan beberapa program bantuan untuk para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Salah satunya ialah bantuan presiden (banpres) produktif Rp2,4 juta untuk UMKM.

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki menyatakan, bantuan ini masih terus dibuka hingga penyerapannya bisa mencapai 100 persen. Sementara, menurut data Kemenkop UKM, per September kemarin, penyerapannya baru mencapai 72,46 persen.

“Per 21 September 2020 baru mencapai 64,5 persen dan terakhir ini dari bulan Agustus hingga September mencapai 72,46 persen. Masih terus dibuka (pendaftaran) hingga penyerapannya 100 persen,” ujar dia dikutip dari Kompas, Kamis (1/10).

Teten meminta kepada seluruh masyarakat, apabila ingin mendapatkan bantuan ini untuk segera cepat mendaftarkan diri. Pelaku UMKM bisa mengajukan diri ke Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Kadiskop UKM) Kabupaten/Kota di wilayah masing-masing.

Pada saat mendaftarkan atau mengajukan diri pun, masyarakat diminta untuk membawa data-data yang dibutuhkan seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nama Lengkap beserta Kartu Tanda Penduduk (KTP), Alamat tempat tinggal, bidang usaha dan nomor telepon.

Selain itu Teten menegaskan, walaupun bantuan ini diberikan secara hibah alias gratis, tidak semua pelaku usaha mikro layak mendapatkan bantuan ini. Sebab ada beberapa syarat yang harus dipenuhi yaitu pengusaha mikro yang sedang tidak menerima kredit modal kerja dan investasi dari perbankan (unbankable), pelaku usaha merupakan WNI dan mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang dibuktikan dengan surat usulan dari pengusul.

Tak hanya itu, pengusaha mikro juga bukan berasal dari anggota Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri ataupun pegawai BUMN/BUMD. “Ini bantuan hibah, bukan pinjaman. Jadi yang bisa mendapat bantuan ini mereka yang unbankable saja,” ucapnya.

Sementara itu bagi pengusaha mikro yang memiliki alamat tempat usahanya dibuka berbeda dengan alamat di KTP, masih tetap bisa mendaftarkan atau mengajukan dirinya. Asal syarat utamanya, kata Teten, adalah harus meminta Surat Keterangan Usaha (SKU) dari desa di tempat dia berusaha yang nantinya harus diberikan pada saat pengajuan atau pendaftaran.

“Bisa (mendaftar), asal minta Surat Keterangan Usaha (SKU) dari desa di mana yang bersangkutan berada,” jelas dia.

(heq/kom/ukm)

Share :

Baca Juga

Foto: Istimewa

UMKM

Dorong Ekspor UKM Makanan dan Minuman di Masa Pandemi, ITPC Los Angeles Gelar Business Matching Virtual
Ilustrasi BLT UMKM Rp2,4 juta. Foto/Ist

NASIONAL

Belum Dapat BLT UMKM? Minta Rekomendasi ke 4 Pengusul Ini
Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki. Foto/Ist

EKONOMI

Kementerian dan Lembaga Wajib Belanja Produk UMKM Minimal 40 Persen dari Pagu Anggaran
Pedagang melayani pembeli dalam pasar murah di Denpasar, Bali, Selasa (8/9). Foto/Antara

EKONOMI

Pelaku UMKM di Bali Peroleh Bantuan Senilai Rp316 M
Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki> Foto/Kemenkop UKM

EKONOMI

Koperasi Bisa Berprinsip Syariah Dalam UU Ciptaker
Sudin PPAPP Jakarta Timur. Ist

UMKM

Sudin PPAPP Jaktim Berikan Pembinaan pada Jakpreneur
Produk UMKM masker. Foto/Mnews

UMKM

Kemajuan Teknologi Buat Peluang Difabel Kembangkan Usaha
program kerja sama Smesco Indonesia dengan Blibli.com bertajuk Kakak Asuh UMKM (KAU) secara daring, di Jakarta, Senin (31/8). Foto/Kemenkop UKM

UMKM

Program Kakak Asuh Percepat Digitalisasi UMKM