Home / GLOBAL

Selasa, 15 September 2020 - 16:43 WIB

Lagi, Mantan Presiden Brasil Jadi Tersangka Pencucian Uang

Mantan presiden Luiz Inácio Lula da Silva. Foto/AFP

Mantan presiden Luiz Inácio Lula da Silva. Foto/AFP

BRASILIA, BERITANUSA.id – Kejaksaan Brasil kembali menjerat mantan presiden Luiz Inácio Lula da Silva (74) dengan sangkaan pencucian uang, terkait kasus suap dari perusahaan konstruksi Odebrecht sepanjang 2003 sampai 2010.

Seperti dilansir Associated Press, Selasa (15/9), Kejaksaan Brasil menyatakan uang suap dari Odebrecht kepada Da Silva diberikan dengan kedok sumbangan melalui yayasan milik sang mantan presiden, Instituto Lula.

Yayasan itu juga disebut menampung uang suap bagi Da Silva dari perusahaan minyak dan gas Brasil Petrobras, sepanjang Desember 2013 hingga Maret 2014.

Kejaksaan Brasil juga menjerat mantan menteri keuangan sekaligus ketua yayasan Instituto Lula, Paulo Okamotto, dengan sangkaan yang sama. Namun, Okamotto menyangkal tuduhan tersebut.

Kuasa hukum Da Silva menyatakan terkejut dengan keputusan Kejaksaan Brasil untuk kembali menjerat klien mereka. Da Silva juga berulang kali menyangkal terlibat kasus itu, dan mengklaim perkara itu berbau politis.

Sangkaan pencucian uang ini menjadi perkara keempat yang menjerat Da Silva yang berasal dari penyelidikan skandal mega korupsi itu. Penyidik yang mengusut menamakan operasi pengusutan itu sebagai “Operasi Pencucian Mobil”.

Da Silva sudah mengajukan banding atas putusan pencucian uang terkait perkara korupsi. Dia diduga membeli sebuah apartemen yang terletak di pesisir pantai di Negara Bagian Sao Paulo menggunakan uang rasuah.

Pada Januari 2018, pengadilan tinggi di Brasil menguatkan putusan terhadap Da Silva. Dia langsung ditahan tiga bulan kemudian dan membuatnya menghentikan kampanye pemilihan presiden.

Hakim yang menjatuhkan putusan kepada Da Silva, Sergio Moro, kemudian diangkat menjadi Menteri Hukum di kabinet pemerintahan Presiden Jair Bolsonaro. Namun, dia memutuskan mengundurkan diri pada April lalu.

Da Silva bebas dari penjara pada November 2019, setelah Mahkamah Agung Brasil memutuskan bahwa dia baru bisa menjalani hukuman jika seluruh proses banding perkara yang dihadapinya sudah selesai.

Politikus kelompok sayap kiri itu mengklaim dia kini siap kembali terjun ke dunia politik. Namun, menurut aturan dia baru bisa mengikuti kontestasi politik jika seluruh putusan yang dijatuhkan kepadanya dibatalkan Mahkamah Agung. (afp/cnn)

Share :

Baca Juga

Suasana masa pandemi di Inggris. Foto/Liputan6

GLOBAL

Satu dari 50 Warga Inggris Positif Covid-19
Foto: Istimewa

GLOBAL

Palestina Kecam Keras Google-Apple
Presiden AS terpilih Joe Biden. Foto/Ist

GLOBAL

Presiden AS Joe Biden Sebut Trump Harus Dimakzulkan
asukan keamanan India memperketat pengamanan di perbatasan demi mencegah masuk warga Myanmar yang ingin kabur dari pemerintahan junta militer. Foto/Ist

GLOBAL

India Perketat Perbatasan Cegah Warga Myanmar Masuk
Pesawat jet tempur F-35. Foto/Ist

GLOBAL

AS: Indonesia Belum layak Miliki Jet Tempur F-35
Presiden terpilih AS Joe Biden. Foto/Ist

GLOBAL

Joe Biden Langsung Cabut Sederet Kebijakan Trump
Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha. Foto/AFP

GLOBAL

Terima 200 Ribu Vaksin, PM Thailand: Terima Kasih China
Ilustrasi virus corona.

GLOBAL

WHO Akui Bukti bahwa Virus Corona Dapat Menyebar Melalui Udara