Home / TOPAD

Senin, 27 Juli 2020 - 11:42 WIB

Lakumu Pancasilais Lebih Top Dari Hanya Bicara Lembaga, RUU dan Demo

Oleh: Topad, Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa).

AMALKAN dan perlihatkan ideologi Pancasila dalam lakumu sehari-hari maka bangsa ini akan menjadi bangsa besar, melampaui negara maju lainnya. Namun sayang, entah kenapa bangsa ini lalai dan sampai saat ini masih saja bicara ditataran utak-atik lembaga, Rancangan Undang-undang (RUU), demo, sikap setuju dan tidak setuju.

Pancasila adalah dasar negara yang sudah ditetapkan dalam Undang-undang Dasar (UUD) 1945, terdiri dari lima sila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Pahlawan, pejuang, pendiri, nenek moyang dan proklamator bangsa ini yakin betul bahwa dengan berdasarkan kelima sila tersebut dalam kehidupan sehari-hari maka persatuan dari bangsa ini akan kuat, hidup rukun, damai, berdampingan, makmur, sejahtera dan menjadi bangsa yang besar, disegani oleh Dunia ini, menjadi terbesar dan terkuat di dunia ini. Kenyataannya bagaimana? Mari kita jawab dan renungkan sendiri.

Kelima sila tersebut mudah dipahami dan sudah diimplementasikan para pendahulu kita tinggal kemauan dan kesadaran untuk mengimplementasikannya dalam perilaku sehari-hari. Masalah belakangan ini adalah karena adanya faktor kepentingan, nafsu, keserakahan, kekuasaan, kesombongan dan yang terpenting lagi penegakan hukum, atau sering disebut law enformance yang lemah. Jangan bermimpi bahwa ketaatan terhadap Pancasila terwujud hanya dengan banyak bicara RUU, UU, lembaga, dan faktor pisik lainnya jika tidak diimbangi dengan penegakan hukum yang tegas dan tidak tebang pilih.

Berkutat pada tataran RUU, lembaga dan demo adalah pekerjaan yang sia-sia, menghabiskan biaya, waktu dan energi. Langkah paling tepat saat ini adalah tarik RUU tersebut dan stop demontrasi. Mari kita fokus bagaimana bisa mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari karena ke lima sila tersebut sudah jelas dan dapat dimengerti, dapat dipahami oleh siapapun dan sudah ada pada UUD 1945, lebih tinggi dari UU.

Masalah besar penyebaran Covid-19 yang belum kunjung teratasi, malah bertambah. Belum lagi dampak Covid-19 terhadap ekonomi dan kehidupan masyarakat yang semakin terasa berat dan mengkhawatirkan.

Share :

Baca Juga

Oleh: Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa).

TOPAD

Semut Gajah
Parluhutan (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa).

TOPAD

Tetaplah Jadi Orang Nusantara dengan Adat-Budaya Nusantara
Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa). Foto/Beritanusa.id

TOPAD

NKRI Harga Mati
Parluhutan (Topad), Pendiri Perkumpulan Aliansi Perduli Indonesia Jaya

TOPAD

Pekik 45, Go To Hell Covid-19 and Owner’s
Ketua Umum PUSATNUSA Parluhutan S. Foto/pribadi

TOPAD

Bajak Momentum Krisis!
Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com)

TOPAD

Benarkah Bencana Alam Tahun Ini Karena Tuhan Allah Murka?
Parluhutan (Topad),Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa). Foto/Beritanusa

TOPAD

Punahnya Sikap “Taat”, Berdampak Kepada Kepunahan Bangsa Ini
Oleh: Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com).

TOPAD

Tuhan Tak Bebani Manusia Kecuali Dengan Kesanggupannya