Home / TOPAD

Rabu, 26 Agustus 2020 - 17:20 WIB

Langgengkan Persaudaraan, Leluhur Tersenyum

Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (PUSATNUSA) Parluhutan S. SE.Ak, M.Ak, CA, CMA atau Topad memberikan arahan kepada para relawan muda dalam mengembangkan sistem pasar digital untuk para pelaku Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM), di Gedung Gorga, Jakarta, Senin (3/8). (Foto: Radhea Heqamudisa/Beritanusa.id)

Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (PUSATNUSA) Parluhutan S. SE.Ak, M.Ak, CA, CMA atau Topad memberikan arahan kepada para relawan muda dalam mengembangkan sistem pasar digital untuk para pelaku Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM), di Gedung Gorga, Jakarta, Senin (3/8). (Foto: Radhea Heqamudisa/Beritanusa.id)

Oleh: Topad, Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa).

KHAYALAN yang pernah timbul dibenak saya jauh sebelum Covid-19 menyerang bangsa ini, sedikit menimbulkan harapan, ketika ada kenalan baru saya yang lama sudah duduk di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Bagai mimpi bagi saya, ketika beliau mengutarakan bahwa ada satu negara besar mencari lokasi wisata air yang juga dapat dikembangkan sebagai peternakan ikan. Negara tersebut bersedia mendonasikan beberapa pesawat amfibi dan sarana pembiakan ikan sebagai bentuk keseriusan negara itu untuk mengembangkan lokasi wisata alam yang dapat dijangkau oleh pesawat amfibi.

Menyambut kabar tersebut, saya terpikir dengan kampung halaman saya Tampahan, Sumatera Utara. Berdasarkan gambaran yang sudah ada di benak saya, langsung saya kerahkan beberapa arsitek muda dan dalam waktu seminggu layout dan kontur lokasi sudah dapat dipetakan. Saat ini disela-sela pekerjaan tim arsitektur saya yang cukup padat, perencanaan dan desain konsep wisata heritage dipadukan dengan wisata umum dan fasilitas sosial yang ramah lingkungan masih sedang diselesaikan. Dalam waktu dekat tim tersebut berencana untuk berkunjung ke lokasi untuk melihat secara langsung dan mencocokkan gambar lapangan ke situasi sebenarnya.

Jika sudah selesai akan diagendakan untuk dapat berkumpul bersama bersama tokoh adat, baik yang ada di Tampahan maupunĀ  warga Tampahan yang sudah merantau, yang dituakan dan seluruh warga untuk berdiskusi bersama merencanakan site plan yang sedang dipersiapkan tersebut.

Di tengah rencana persiapan yang sedang kami siapkan, berupa layout alam Tampahan, gambar rencana dan lainnya, ada kabar dari saudara di Tampahan yang mengabarkan via telepon bahwa ada pematokan tanah di Singgolam yang berdekatan dengan sawah warisan oppung saya. Kemudian dilanjutkan dengan keberatan dan klaim sepihak dari warga Siambat Dalan.

Dapat dipastikan yang melakukan klaim dan pematokan tersebut semua memiliki hak. Namun pemilik hak untuk lahan tersebut tidak terbatas dengan hanya yang tinggal di Huta. Warga yang merantau ke Desa Nawalu tentu memiliki hak yang sama atas tanah tersebut yang mungkin jumlahnya jauh lebih banyak dengan yang tinggal di Huta.

Sebelumnya, saya sedikit kesal, namun mengingat kampung tersebut adalah Bonapasogit ku, Among (Bapa) ku masih lahir di Tampahan dan sekolah di SMP Balige. Ketika di Jakarta saya ketemu Bapak Baha (Op. Sotaronggal) S-14, yang selalu dibonceng Bapak saya ke Balige karena satu sekolah ketika di SMP, hanya itu yang saya tahu ditambah oppung bapak saya yang dulunya punya gondang, yang rumahnya di Huta Parpestaan.

Kembali ke rencana wisata, tim saya tengah mempersiapkan konsep yang saya minta dibuat menjadi wisata sejarah, religi, alam, heritage, kuliner, pertanian, peternakan dan wisata terbuka untuk publik yang dapat mengembangkan ekonomi lokal dan tuan rumahnya atau pemilik wisata tersebut tidak bergeser dari warga Tampahan baik yang tinggal di Bonapasogit dan juga di Pangarantoan.

Mewujudkan rencana tersebut, saya imbau dengan sangat hormat agar tidak ada satupun diantara kita untuk berpikiran menjual tanah sawah, darat milik kita sendiri apalagi tanah adat yang menjadi milik bersama. Apalagi berencana menguasai yang bukan miliknya sendiri, terlebih yang bukan miliknya sama sekali. Kita bersabar sedikit, mudah-mudahan site plan yang kami siapkan dalam waktu dekat ini gayung bersambut dengan rencana pemerintah, ditambah dengan negara asing yang sudah menaruh minat menghibahkan beberapa pesawat amfibi.

Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (PUSATNUSA) Parluhutan S. SE.Ak, M.Ak, CA, CMA atau Topad memberikan arahan kepada para relawan muda dalam mengembangkan sistem pasar digital untuk para pelaku Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM), di Gedung Gorga, Jakarta, Senin (3/8). Foto/Beritanusa.id

Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (PUSATNUSA) Parluhutan S. SE.Ak, M.Ak, CA, CMA atau Topad memberikan arahan kepada para relawan muda dalam mengembangkan sistem pasar digital untuk para pelaku Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM), di Gedung Gorga, Jakarta, Senin (3/8). Foto/Beritanusa.id

Bagaimana kita menyikapinya?

Saya TOPAD Simanjuntak nomor S-17, yang merupakan keturunan Oppu Sotaronggal, S-11, Raja Bius, Raja Ihutan dan Kepala Nagari di Tampahan, pemprakarsa pembangunan bondar irigasi sekeliling Tampahan, yang menjadikan Tampahan di bawah kekuasaan kerajaan yang dipimpinnya menjadi lumbung beras. Dimana beras yang sangat terkenal dengan rasa pulennya minimal di seantero Sumut. Salah satunya yang masih saya ingat namanya Boras Siamancan, yang wanginya dan gurihnya tiada tanding (tidak tau apa masih ada saat ini).

Himbauan saya demikian:

1. Mari kita pertahankan agar sedikitpun kepemilikan tanah di Tampahan tidak ada yang bergeser ke pihak lainnya selain orang Tampahan.

2. Jika ada keluarga kita yang kesulitan ekonomi dan terpaksa menjual tanah warisannya, upayakan jatuh ke tangan saudara terdekat atau yang lainnya tapi harus berdarah Tampahan.

3. Jika ada yang berpikiran asing, ingin membangun tidak untuk menyejahterakan minimal warga Tampahan, jangan ijinkan. Bersatulah saudaraku di sana untuk menolak, bukan malah berselisih. Ingat tona, “Hita do sogot, hita do haduan”.

4. Mari kita berdoa agar site plan yang kami sedang rancang ini, yang mengandalkan dana sendiri dan tidak ada maksud menguasai selain untuk warga Tampahan, sekitar dan khalayak umum, dalam waktu dekat gayung bersambut dengan program pemerintah dan diminati asing dan lokal.

5. Sebelum kita launching rencana ini kita akan berkumpul dari semua unsur rakyat Tampahan untuk menyatukan persepsi dan konsep pengembangan wisata yang sesuai dengan tekstur alam Tampahan, masyarakat, mempertahankan apa yang ada atau alam yang sudah ada dan tentunya berdampak besar pada kehidupan warga Tampahan, sekitarnya dan Indonesia.

6. Dapat menjadi role model pengembangan konsep wisata khususnya di sekitar tepian danau Toba dan sekitarnya.

7. Mengoptimalkan pengembangan wisata terpadu Tampahan ini, akan kita buatkan kepanitiaan yang unsurnya adalah dariĀ semua warga Tampahan lokal dan pangaranto yang terpanggil untuk mengembangkan wisata Tampahan.

Demikian kiranya agar maklum, dan harapan saya tulisan ini dapat memberhentikan niat warga Tampahan untuk memindahkan kepemilikan tanah warisan, tanah adat dan tanah lainnya di Tampahan. Apalagi pihak yang ingin menguasai tanah yang bukan miliknya sendiri dan bukan miliknya sama sekali.

Horas….Tabe. TOPAD.

Share :

Baca Juga

Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com)

TOPAD

Benarkah Bencana Alam Tahun Ini Karena Tuhan Allah Murka?
Parluhutan (Topad),Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa). Foto/Beritanusa

TOPAD

Menanti Vaksin Covid-19
Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa). Foto/Beritanusa.id

TOPAD

Jokowi Pecat Pejabat Pertamina

TOPAD

Covid-19 Ulang Tahun, Pesan Natal 20 dan Awas 21!
Almarhum Sahala Halomoan Manalu.

TOPAD

Pahlawan Tersembunyi
Oleh: Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com).

TOPAD

Congkak & Takabur Dengan Agama Yang Dianutnya
Parluhutan S (Topad), Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa). Foto/Beritanusa

NASIONAL

Pahlawan Zaman Now
Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (PUSATNUSA) Parluhutan S. SE.Ak, M.Ak, CA, CMA atau Topad memberikan arahan kepada para relawan muda dalam mengembangkan sistem pasar digital untuk para pelaku Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM), di Gedung Gorga, Jakarta, Senin (3/8). (Foto: Radhea Heqamudisa/Beritanusa.id)

TOPAD

Buah Toleransi, Mengasyikkan