Home / TOPAD

Minggu, 19 Juli 2020 - 14:33 WIB

Launching Pasar Nusantara Digital

Parluhutan

Parluhutan

Oleh: Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa).

DI ACARA launching Digital Kredit UMKM (DigiKu), pada Jumat, 17 Juli 2020, yang merupakan hasil inovasi dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan menjadi sebuah bukti nyata keberpihakan Himbara kepada pelaku UMKM dan berharap, dengan diluncurkan program ini, UMKM di seluruh pelosok negeri dapat merasakan manfaatnya. Kemudian dalam acara yang sama, Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki memastikan adanya DigiKu akan mendukung peningkatan digitalisasi UMKM.

Walau terlambat keberpihakan rakyat atau UMKM yang seharusnya sudah sejak dahulu dilakukan oleh Himbara, dorongan dampak covid-19 berhasil memaksa semua pihak untuk berinovasi dan berpikir kreatif. Termasuk penulis yang sebelumnya dipanggil Luhut, namun sejak musibah covid-19 ini mengganti panggilan menjadi Topad, agar tidak ada kekeliruan di kemudian hari dengan nama yang sama yang disandang oleh Bapak Luhut (Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Laut).

Menanggapi program DigiKu, kami menyambut hangat dan memiliki harapan yang sama dengan kedua Menteri tersebut. Namun yang menjadi perhatian kami adalah implementasi. Bicara kebijakan dan sistem di negeri ini tidak kalah dengan negara maju, bahkan bisa lebih atau tumpang tindih. Program serupa sudah banyak, hanya beda penamaan saja. Digital dimaksud tidak terlalu beda dengan sistem online yang sudah lama diterapkan oleh Bank Pemerintah yang telah menghabiskan anggaran ratusan miliar. Penulis sendiri di tahun 2002 turut membidani sistem online IT yang digunakan oleh Mandiri Tunas Finance, ketika masih PT. Tunas Financindo Sarana. Approval sudah digital dan scoring calon customer secara otomatis muncul sebagai dasar untuk mengaccept customer.

Masalah dasar di negeri ini terletak pada man power atau sumber daya manuasianya (SDM), baik law enformance dan business environment. Benar 15 menit untuk pengajuan dan persetujuan, dengan catatan data lengkap sesuai dengan SOP bank dan pertimbangan 5C (Character, Capacity, Capital, Condition, Collateral), walau mungkin dengan lebih melonggarkan faktor 5C tersebut. Sebelumnya teknologi digital penyaluran kredit, peraturan sudah bertaraf internasional, namun hasilnya sudah bagaimana? Untuk menjawab pertanyaan tersebut masyakarakat tidak terlalu sulit, dan jawaban yang diberikan mudah ditebak dan dimungkinkan jawaban yang didapatkan akan sama.

Pencairan dana UKM sudah ada jauh sebelum covid-19. Contohnya, berdasarkan informasi masyarakat di tahun 2019 ada penyaluran kredit ke nelayan sebesar Rp6 triliun yang disalurkan melalui BRI, namun belum jelas pertanggungjawabannya.

Lebih baik Himbara fokus terlebih dahulu untuk mengurusi kredit macet yang jumlahnya sangat dasyat, agar tidak terulang kembali kesalahan di tahun 1998. Dana yang sudah disalurkan menunggu kesiapan masyarakat dan juga adanya sistem yang benar-benar tepat guna agar tidak terulang secara terus menerus kesalahan yang sama.

Bersamaan dengan launching Digital Kredit UMKM (DigiKu), kami turut me-launching program Pasar Nusantara Digital. Dimana program ini dilengkapi dengan program turunan seperti gerobak pasar rakyat, UMKM truk rakyat, UMKM gerobak rakyat, modal estafet, on the job training UMKM, UMKM bengkel rakyat, UMKM ekspedisi rakyat yang dihubungkan secara online termasuk pendukung donatur, bank, pemerintah dan pihak lainnya yang dilengkapi dengan identity number. Monitoring dan pengawasan dilakukan pengurus mulai tingkat nasional sampai dengan tingkat desa.

Diharapkan partisipasi saudara/i di seluruh pelosok Nusantara untuk bergabung mendukung dan menyempurnakan sistem yang mengadopsi budaya gotong royong, kebersamaan dan kearifan lokal warisan nenek moyang kita. Sistem ini dikonsep dengan prinsip dari kita oleh kita dan untuk kita. Bersamaan dengan penyempurnaan sistem, pendaftaran anggota secara online sudah bisa dilakukan di www.pusatnusa.com.

Kami sangat menghargai dan menghormati Bapak Teten Masduki dan Ibu Victoria Simanungkalit, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM.

Pada tanggal 16 Juli 2020, saya menghubungi via WhatsApp ke nomor beliau dan hanya berselang 6 menit beliau langsung respon WhatsApp mempersilakan ke Deputi. Dalam pesan WhatsApp tersebut saya meminta ijin untuk memaparkan Pusatnusa yang bertujuan:

1. Menghimpun pelaku dan calon pelaku UMKM, para ahli, donatur, bank, pemerintah dan konsumen produk UMKM berada dalam satu naungan yang terhubung secara online.
2. Membuka kesempatan kerja yang seluas-luasnya bagi rakyat untuk menjadi pekerja di UMKM dan pengusaha UMKM baru.
3. Hasil produksi UMKM akan terhubung langsung secara online kepada konsumen yang notabene terdaftar sebagai angota.
4. Dana sumbangan atau modal kerja UMKM dimonitor dan diawasi oleh pengurus perhimpunan yang akan dibuka mulai tingkat desa, kecamatan, kabupaten dan provinsi.
5. Interaksi sesama anggota, UMKM, tenaga ahli, donatur atau pemodal dan konsumen dikawal untuk berinteraksi secara jujur dan persaudaraan. Jika ada yang menyimpang, ada bagian hukum di masing-masing kepengurusan di daerah yang akan follow up.

Respon Pak Teten dan Ibu Victoria sangat responsif, tinggal menunggu waktu yang tepat untuk memaparkan ke beliau terkait konsep dan integrated sistem yang kami buat.

Share :

Baca Juga

Oleh: Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com).

TOPAD

Andai Manusia Taat ke Ajaran Sang Pencipta
Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com)

TOPAD

Kunci Akhiri Covid-19, Sudah Ditemukan Sejak Pertengahan 2020
Ketua Umum PUSATNUSA Topad. Foto/Radhea Heqamudisa

TOPAD

‘Salus Populi Suprema Lex Esto’
Parluhutan (Topad), Pendiri Perkumpulan Aliansi Perduli Indonesia Jaya

TOPAD

Hidup Mandiri dan Rencana Kehadiran Omnibus Law
Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (PUSATNUSA) Parluhutan S. SE.Ak, M.Ak, CA, CMA atau Topad memberikan arahan kepada para relawan muda dalam mengembangkan sistem pasar digital untuk para pelaku Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM), di Gedung Gorga, Jakarta, Senin (3/8). (Foto: Radhea Heqamudisa/Beritanusa.id)

TOPAD

Buah Toleransi, Mengasyikkan
Ilustrasi Menkes Terawan. Foto/Ist

TOPAD

Ada Apa di Kemenkes?
Oleh: Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com).

TOPAD

Imlek Milik Siapa?
Parluhutan (Topad), Pendiri Perkumpulan Aliansi Perduli Indonesia Jaya

TOPAD

Industri Padat Karya Memulihkan Resesi