Home / GLOBAL

Kamis, 7 Januari 2021 - 16:02 WIB

Massa Pro Trump Rusuh di Gedung Capitol, 4 Orang Tewas

Kerusuhan oleh massa pro Donald Trump. Foto/Istimewa

Kerusuhan oleh massa pro Donald Trump. Foto/Istimewa

JAKARTA, BERITANUSA.id – Sejumlah massa pro Donald Trump membobol barikade keamanan dan menyerbu area Gedung Capitol Amerika Serikat, pada Rabu (6/1) waktu setempat atau Kamis (7/1) pagi WIB.

Adapun isiden tersebut menyebabkan terjadi penembakan terhadap seorang perempuan dan mengevakuasi anggota parlemen yang memakai masker gas di beberapa gedung.

Seorang wanita yang merupakan pengunjuk rasa pro Trump telah ditembak dan diangkut tim medis dari Gedung Capitol tepat sebelum pukul 3 sore, demikian pernyataan Departemen Kepolisian Metropolitan Washington DC, disiarkan secara langsung oleh Fox News, Kamis (7/1).

Namun, belum jelas siapa yang melepaskan tembakan atau apa yang menyebabkan penembakan tersebut. Dilaporkan, wanita tersebut meninggal dunia.

Kepolisian Washington DC, Amerika Serikat, melaporkan empat orang tewas dalam kerusuhan tersebut.

“Satu wanita dewasa dan dua pria dewasa tampak menderita situasi medis darurat secara terpisah yang mengakibatkan mereka meninggal,” kata Kepala Kepolisian Washington DC, Robert Contee.

Kerusuhan pecah saat anggota parlemen sedang dalam proses menyertifikasi suara Electoral College yang dimenangkan Presiden terpilih Joe Biden. Mereka diperintahkan mengenakan masker gas dan dalam barikade saat aparat keamanan berusaha memulihkan ketertiban di tengah kekacauan.

Para pengunjuk rasa pro Trump mendobrak pintu kaca dan pihak berwenang mengeluarkan senjata mereka untuk melindungi gedung. Sertifikasi dihentikan setelah Kongres reses karena meningkatnya kekacauan di luar dan di dalam gedung Capitol.

Pemimpin Minoritas Parlemen Kevin McCarthy, mengatakan kepada Fox News bahwa dirinya mendengar dari polisi bahwa ada tembakan di dalam gedung.

“Ini bukan arah yang harus kita tuju,” ungkap McCarthy, sambil mendesak Presiden Trump untuk membuat pernyataan.

Pemimpin Bisnis AS Kecam Trump

Para pemimpin bisnis Amerika Serikat mengecam Donald Trump karena mempengaruhi para pendukungnya untuk mengepung gedung Capitol.

Asosiasi Produsen Nasional mengungkapkan Wakil Presiden Mike Pence harus secara serius mempertimbangkan kabinet untuk memecat presiden dari jabatannya secepat mungkin.

Kemudian, Jay Timmons selaku kepala kelompok lobi yang mendukung banyak inisiatif Trump, mengemukakan peluang diterapkannya Amandemen ke-25 Konstitusi AS untuk mempersingkat masa jabatan Trump jelang pelantikan Joe Biden pada 20 Januari mendatang.

Amandemen ke-25 AS menguraikan proses di mana seorang presiden “yang tidak dapat menjalankan kekuasaan dan tugas dari jabatannya” dapat dicopot dan digantikan oleh wakil presiden.

“Ini bukan hukum dan ketertiban. Ini kekacauan. Ini merupakan aturan massa anarkis. Ini berbahaya. Ini hasutan dan harus diperlakukan seperti itu,” ungkap Timmons dalam pernyataannya, dikutip Bloomberg, Kamis (7/1).

(reu/blo/fox)

Share :

Baca Juga

Presiden terpilih AS Joe Biden. Foto/Ist

GLOBAL

Joe Biden Menangi Pilpres AS 2020
Kasus Covid-19 di Meksiko resmi tembus satu juta pada Sabtu (14/11) waktu setempat. Foto/AFP

GLOBAL

Kasus Positif Covid-19 di Meksiko Tembus 1 Juta
Calon penumpang berjalan untuk lapor diri sebelum naik pesawat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (23/12/2020). Foto/Antara

GLOBAL

RI Perpanjang Larangan Masuk WNA hingga 25 Januari
Seorang pria berjalan di lokasi tanah longsor yang disebabkan oleh hujan lebat di Tsunagi, Prefektur Kumamoto pada 7 Juli 2020. Foto/AFP

GLOBAL

Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Ini Kata BMKG
Pandemi virus corona di China. Foto/AFP

GLOBAL

Dokumen Bocor Ungkap Kesalahan China saat Awal Pandemi
Milter China. Foto/Ist

GLOBAL

AS: China Ingin Bangun Fasilitas Militer di Indonesia
Iran. Foto/AFP

GLOBAL

Iran Sambut Baik PBB Perintahkan AS Cabut Sanksi ke Teheran
Ilustrasi ledakan. Foto/Istimewa

GLOBAL

Ledakan Keras Hantam Kota Riyadh Arab Saudi