Home / EKONOMI

Kamis, 26 November 2020 - 15:33 WIB

Menaker Sebut Program Penanganan Covid Sasar 32 Juta Orang

Menteri Ketengakerjaan Ida Fauziyah. Foto/MI

Menteri Ketengakerjaan Ida Fauziyah. Foto/MI

JAKARTA, BERITANUSA.id – Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengklaim program bantuan penanganan covid-19 telah berhasil meyasar 32,6 juta orang. Bantuan itu dikucurkan lewat beberapa program dari dari sejumlah kementerian.

Ida menjelaskan salah satu bantuan yang diberikan berupa subsidi upah atau bantuan langsung tunai (BLT) untuk pekerja bergaji di bawah Rp5 juta yang menyasar 12,4 juta pekerja. Kemudian, bantuan presiden (banpres) produktif untuk UMKM.

“Ini saya sampaikan banyak sekali sektor usaha yang dulunya sebelum pandemi itu bekerja di sektor formal, kemudian karena pandemi akhirnya masuk ke sektor informal, maka program yang dilakukan pemerintah adalah memberikan banpres produktif untuk 12 juta pelaku UMKM,” ungkap Ida Rabu (25/11).

BACA JUGA:  Menteri Edhy Serahkan Bantuan Rp12,2 Miliar ke Nelayan di Brebes

Lalu, pemerintah juga menyalurkan bantuan lewat program Kartu Prakerja untuk 5,59 juta orang. Selanjutnya, ada beberapa kementerian yang menyelenggarakan program padat karya.

“Ada padat karya di Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), menyasar 2,6 juta. Jadi total program penanganan pandemi menyasar 32,6 juta orang,” jelas Ida.

BLT Gaji

Sementara, Ida menyatakan mayoritas atau sebanyak 83 persen penerima BLT gaji adalah karyawan yang penghasilannya di bawah upah minimum per bulannya. Kemudian, terdapat 45 persen penerima yang gajinya di bawah Rp3 juta.

BACA JUGA:  Negara Penempatan TKI Akan Diperluas pada 2021

“Jadi saya setiap ke daerah tanyakan langsung, ternyata memang mereka berhak menerima subsidi gaji, karena ternyata kondisinya pendapatan di bawah Rp5 juta,” terang Ida.

Sejauh ini, Ida menyatakan BLT gaji tahap I dan II telah tersalurkan sebesar Rp21,8 triliun atau 77,51 persen dari pagu anggaran Rp28,1 triliun per 23 November 2020. Angka itu terdiri dari Rp14,7 triliun pada tahap pertama dan Rp7,1 triliun pada tahap kedua.

BLT gaji mulanya ditargetkan dapat tersalurkan untuk 15,7 juta orang dengan anggaran Rp37,7 triliun. Namun, target penerima dikurangi menjadi 12,4 juta orang dengan anggaran Rp29,7 triliun.

(cnn/eko)

Share :

Baca Juga

ANTARA FOTO/Lucky R.

EKONOMI

Kolaborasi UMKM dan Ekonomi Kreatif Bisa Bangkitkan Pariwisata
Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi melakukan monitoring dan evaluasi program Banpres Produktif Usaha Mikro di provinsi Kalimantan Timur sekaligus meninjau pelaku usaha mikro yang mendapatkan Program Banpres Produktif. Samarinda, Selasa (17/11). Foto/Kemenkop UKM

EKONOMI

Banpres UMKM Harus Tepat Sasaran dan Pemanfaatan
Trayek tol laut terindikasi terjadi praktik monopoli. Foto/Antara/Dewi Fajriani

EKONOMI

Tol Laut Diklaim Bikin Harga Barang Turun 30 Persen
Ilustrasi perkantoran. Foto/Ist

EKONOMI

Kehadiran UU Cipta Kerja Dinilai Jadi Malapetaka bagi Ekonomi Indonesia
Pedagang menata cabai rawit merah di Pasar. Foto/MI

EKONOMI

Pedagang Keluhkan Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp100 Ribu
Ilustrasi token listrik. Foto/Ist

EKONOMI

Covid-19 Sebabkan Penurunan Penjualan Listrik
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki Bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto Menandatangani Nota Kesepahaman tentang Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di bidang Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Jakarta, Rabu (11/4). Foto/Kemenkop UKM

EKONOMI

Lindungi Pekerja Sektor KUMKM, BP Jamsostek-Kemenkop Teken MoU
Ekspresi keluarga korban saat berada di Posko Ciris Center Sriwijaya Air. Foto/Merdeka/Imam Buchori

EKONOMI

Deretan Santunan Korban Sriwijaya Air SJ 182