Home / EKONOMI

Senin, 1 Maret 2021 - 22:31 WIB

Menhub Bakal Kembangkan KRL di Berbagai Daerah

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Foto/Antara

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan akan mengembangkan layanan Kereta Rel Listrik (KRL) di berbagai daerah di Tanah Air.

“KRL Jogja-Solo merupakan KRL pertama yang beroperasi di luar Jabodetabek. Ke depannya KRL seperti ini akan dikembangkan di kota-kota lainnya,” kata Budi Karya usai mendampingi Presiden Jokowi meresmikan pengoperasian KRL di Yogyakarta (1/3).

Menhub mengatakan pembangunan elektrifikasi jalur Kereta Api Yogya-Solo ini sejalan dengan program Presiden Jokowi yang selalu menekankan untuk mengedepankan konektivitas, integrasi antarmoda, dan modernisasi pada seluruh aspek transportasi di Indonesia.

Menurutnya KRL ini menjadi salah satu angkutan massal di masa depan. Oleh karena itu, Budi Karya ingin mengembangkan jalur KRL di Jawa Tengah, bahkan hingga Jawa Timur.

“Harapannya ke depan KRL ini bisa diteruskan sampai Kutoarjo untuk arah barat dan ke arah timur sampai Madiun,” ucapnya.

KRL Jogja-Solo memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan dengan Kereta Rel Diesel (KRD) Prameks, di antaranya yaitu waktu tempuh perjalanan KRL Yogja-Solo yaitu rata-rata 68 menit, atau lebih cepat dibandingkan Kereta Rel Diesel (KRD) Prameks dengan waktu tempuh rata-rata 75 menit.

Walaupun lebih cepat, tarif KRL masih sama seperti sebelumnya yaitu sebesar Rp8.000 (flat untuk semua rute). Tarif tersebut telah mendapatkan subsidi dari Pemerintah melalui skema Public Service Obligation (PSO).

Dalam satu hari, KRL Jogja-Solo dapat melayani 20 perjalanan KRL yang melintasi 11 stasiun yaitu Stasiun Yogyakarta, Stasiun Lempuyangan, Stasiun Maguwo, Stasiun Brambanan, Stasiun Srowot, Stasiun Klaten, Stasiun Ceper, Stasiun Delanggu, Stasiun Gawok, Stasiun Purwosari, dan berakhir di Stasiun Solo Balapan.

Pembangunan elektrifikasi lintas Yogya-Solo sepanjang 62 km dimulai 2019 dan saat ini telah diselesaikan. Sebelum beroperasi, KRL Yogyakarta-Solo telah melewati serangkaian pengujian dan safety assessment terhadap sarana dan prasarananya.

Sistem pembayaran KRL Jogja-Solo yang juga dioperatori oleh PT KCI ini sama dengan KRL Jabodetabek, yaitu menggunakan Kartu Multi Trip (KMT), Commuterpay, uang elektronik bank dan bisa melalui aplikasi yang menyediakan fasilitas scan barcode.

Hadirnya KRL Jogja-Solo diharapkan meningkatkan aksesibilitas dan kemudahan bertransportasi serta memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga sekitar, khususnya yang berada di Yogyakarta, Klaten, dan Solo.

(cnn/eko)

Share :

Baca Juga

Pusat perkantoran di kawasan Thamrin Jakarta sepi karena pandemik covid-19. Foto/Antara Foto/Nova Wahyudi

EKONOMI

Pertumbuhan Ekonomi RI Merangkak Naik
Menteri Ketengakerjaan Ida Fauziyah. Foto/MI

EKONOMI

BLT Subsidi Gaji Diperpanjang hingga 2021
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki Bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto Menandatangani Nota Kesepahaman tentang Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di bidang Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Jakarta, Rabu (11/4). Foto/Kemenkop UKM

EKONOMI

Lindungi Pekerja Sektor KUMKM, BP Jamsostek-Kemenkop Teken MoU
Uang Rupiah. Foto: Istimewa

EKONOMI

Jokowi: Uang Rakyat Harus Dikelola Secara Bertanggung Jawab dan Transparan
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto/Pikiran Rakyat

EKONOMI

Pajak Pulsa dan Token Listrik Diklaim Tak Pengaruhi Harga
Ilustrasi Maybank. Foto/Ist

EKONOMI

Opsi Penggantian Tabungan Raib Rp22 M oleh Maybank
WIsata Labuan Bajo. Foto/Ist

EKONOMI

Ini Syarat Dapat Dana Hibah Pariwisata dari Pemerintah
Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menawarkan produk yang dijual saat pameran produk UMKM di Kuta, Bali, beberapa waktu lalu. Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

EKONOMI

LKPP Susun Aturan Pengadaan Produk Dalam Negeri dan UMKM