Home / NASIONAL

Selasa, 18 Agustus 2020 - 10:45 WIB

Merdeka Hakiki untuk Hidup Lebih Baik Hingga Seluruh Pelosok Negeri

JAKARTA, BERITANUSA.id – Perayaan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia harus dimaknai dengan lebih mendalam. Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina menekankan, merdeka hakiki bukan saja merdeka dari kekangan penjajahan bangsa lain, tetapi merdeka secara keseluruhan dalam menjalani kehidupan.

Nevi mengapresiasi pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Sidang Tahunan MPR RI pada Jumat, 14 Agustus 2020 lalu. Menurutnya, pidato kenegaraan yang menjadi agenda tahunan ini adalah sebagai pengingat momen bangsa ini mendeklarasikan kebebasan, kemandirian dan kedaulatan.

“Tapi, semua isi yang baik-baik dalam pidato ketika usai momen kemerdekaan, realisasinya hilang begitu saja,” kata Nevi dalam siaran persnya, Senin (17/8).

Penyampaian pidato Presiden Jokowi pada sidang tersebut dinilai isinya bagus semua. Karenanya, politisi dari F-PKS ini berharap pidato kenegaraan Presiden di depan seluruh Anggota Parlemen mampu diikuti dengan kerja nyata.

Dia meminta agar seluruh jajaran Pemerintah, mulai dari tingkat pusat hingga daerah untuk memastikan implementasi pidato Presiden pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Menurut legislator asal Sumatera Barat itu, rakyat saat ini butuh pelindung sejati dari sosok pemimpin bangsa ini. Bukan melindungi dari serangan penjajah. Tapi pelindung akan serangan resesi ekonomi, keterpurukan sistem kesehatan, hingga kesempatan memperoleh pendidikan yang baik merata di seluruh negeri.

“Rakyat Indonesia tidak butuh buaian kata-kata manis yang membuat terlena. Tapi negeri ini sangat tinggi ketimpangannyam, baik dari sisi pemerataan berdasar wilayah, maupun dari sisi kualitas hidup orang-per orang.

“Bukti nyatanya, rakyat miskin bangsa ini sangat besar dari sisi jumlah maupun dari sisi tingkat kehidupannya yang biasa dilihat dari IPM-nya (Indeks Pembangunan Manusia),” tutur Nevi.

Dia mengatakan, masih begitu banyak pertanyaan dan pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan. Sebuah pertanyaan besar yang belum mampu dijawab adalah begitu subur dan indahnya alam negeri ini, tapi tidak ada kesejahteraan yang menaungi rakyatnya. Impor pangan, energi dan perangkat kesehatan masih sangat marak.

“75 tahun Indonesia merdeka, apa yang berubah pada negeri ini hanya merdeka dari tekanan bangsa-bangsa luar. Tapi merdeka untuk melanjutkan dan menjalani kehidupan secara lebih baik merata dengan adil masih jauh dari harapan. Dalam kemakmuran, dalam keadilan seluruh rakyat Indonesia adalah pekerjaan rumah yang paling besar negara Indonesia,” tandasnya. (rls/dpr)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi pembuatan SIM. Foto/Medcom

NASIONAL

Polri Masih Pertimbangkan Pembuatan SIM dan SKCK Gratis
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis. Foto/Polri

NASIONAL

Kapolri Terbitkan Instruksi untuk Amankan Vaksinasi Covid
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Foto/Ist

NASIONAL

Tito Teken Instruksi PPKM Jawa-Bali hingga 8 Februari
Lalu lintas jalan tol. Foto/Antara

NASIONAL

Antisipasi Penyebaran Covid di Rest Area saat Libur Panjang
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Foto/Ist

NASIONAL

Mendagri Luncurkan 5 Juta Masker Demi Pilkada Sehat
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto/Antara

NASIONAL

PPKM Mikro Jawa-Bali Diperpanjang 23 Februari-8 Maret
Aksi unjuk rasa penolakan omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) berlangsung di sejumlah kota pada 20 Oktober 2020. Foto/Antara

NASIONAL

Ramai-ramai Tolak Omnibus Law, dari Jakarta hingga Surabaya
Petugas DVI Polri membawa kantong jenazah yang diduga berisi potongan tubuh korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta- Pontianak. Foto/Antara

NASIONAL

Basarnas Terima 45 Kantong Jenazah Korban SJ 182