Home / EKONOMI

Senin, 1 Maret 2021 - 17:32 WIB

Miras Sumbang Rp250 Miliar ke Negara Per Januari 2021

Ilustrasi minuman keras. Foto/MI

Ilustrasi minuman keras. Foto/MI

JAKARTA, BERITANUSA.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka investasi industri minuman keras (miras) atau minuman beralkohol. Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Industri miras sendiri ikut menyumbang pendapatan bagi negara dalam bentuk cukai. Melansir laporan APBN KiTa Februari 2021, penerimaan cukai dari Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) pada Januari sebesar Rp250 miliar. Angkanya minus 15,18 persen secara tahunan (yoy).

Kementerian Keuangan menuturkan penurunan penerimaan cukai MMEA disebabkan oleh penurunan produksi yang terjadi sejak kuartal II 2020, akibat pandemi covid-19 yang memukul sektor pariwisata nasional.

“Produksi MMEA sebenarnya sudah mulai membaik pada bulan ini (Januari 2021), namun belum tercermin pada penerimaannya, mengingat pelunasannya mendapat fasilitas berkala,” tulis Kementerian Keuangan dalam laporan tersebut dikutip Senin (1/3).

Serupa, penerimaan cukai atas Etil Alkohol (EA) sebesar Rp100 miliar, atau kontraksi 30,97 persen (yoy). Penerimaan cukai dari EA merupakan yang terendah di antara komponen cukai lainnya.

“Kinerja cukai EA yang melemah dalam ini disebabkan oleh penurunan permintaan bahan dasar pembuatan produk disinfektan yang terjadi sejak akhir 2020,” imbuh Kementerian Keuangan.

Secara total, penerimaan cukai per 31 Januari 2021 mencapai Rp9,09 triliun atau 5,05 persen dari target dalam APBN 2021 sebesar Rp180 triliun.

Selain dari MMEA dan EA, penerimaan cukai didapat atas Cukai Hasil Tembakau (CHT) yang tercatat sebesar Rp7,75 triliun atau melonjak 626 persen (yoy). Pertumbuhan ini disebabkan limpahan pelunasan pita cukai dua minggu terakhir pada November 2020.

Diketahui, dalam Perpres 10/2021 Jokowi mengatur perizinan investasi miras untuk empat provinsi meliputi Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua.

Apabila penanaman modal dilakukan di luar daerah tersebut, maka harus mendapat ketetapan dari Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berdasarkan usulan gubernur.

Izin dan syarat yang sama juga berlaku untuk industri minuman mengandung alkohol anggur. Dengan izin ini, industri miras bisa memperoleh suntikan investasi dari investor asing, domestik, koperasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sebelumnya, investasi pada industri minuman keras mengandung alkohol dan minuman mengandung anggur masuk dalam daftar bidang usaha tertutup atau daftar negatif investasi (DNI).

Namun, pemerintah memangkas jumlahnya dari 20 sektor menjadi enam sektor dalam aturan itu. Itu berarti, ada 14 sektor yang sebelumnya masuk daftar bidang usaha tertutup kini menjadi terbuka bagi investor baik domestik maupun asing.

(cnn/eko)

Share :

Baca Juga

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Foto/MI

EKONOMI

Mentan Sebut Pertanian Mampu Angkat Ekonomi RI
Ilustrasi-- Warga beraktivitas kawasan padat penduduk di Petamburan, Jakarta, Selasa (2/7/2019). Foto/MI

EKONOMI

Penduduk Miskin RI Bertambah 1,13 Juta Orang Akibat Corona
Menteri Keuangan Sri Mulyani rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI sedang merumuskan revisi Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Materai, Kamis (8/4). Foto/Kemenkeu

EKONOMI

Harga 1,2 Juta Dosis Vaksin Capai Rp290 M
Kantor Bank Indonesia. Foto/Ist

EKONOMI

BI Harus Cari Terobosan Baru Agar Utang Tak Bebani APBN
Uang Rupiah. Foto: Istimewa

EKONOMI

Jokowi: Uang Rakyat Harus Dikelola Secara Bertanggung Jawab dan Transparan
IID 2020 diharapkan tingkatkan proyek investasi Jakarta. Foto/Ist

EKONOMI

IID 2020 Diharapkan Tingkatkan Proyek Investasi Jakarta
Presiden RI Joko Widodo. Foto/BPMI Setpres

EKONOMI

Proyek Pemerintah & BUMN Dilarang Pakai Barang Impor
Petugas melakukan pemeriksaan dokumen perjalanan penumpang pesawat yang tiba di Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Foto/Antara

EKONOMI

Bandara Sediakan Tes Swab dan Rapid Antigen, Ini Harganya