Home / NASIONAL

Kamis, 1 Oktober 2020 - 12:57 WIB

Momentum Hari Kesaktian Pancasila, BPIP Dorong Rekonsiliasi

JAKARTA, BERITANUSA.id – Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo memimpikan rekonsiliasi peristiwa 30 September 1965 (G30S) saat memperingati Hari Kesaktian Pancasila.

Benny mendorong elite politik bersikap dewasa dalam hal menyikapi isu-isu redikalisme, terorisme, dan komunisme yang masih berkembang. Menurutnya, sudah saatnya seluruh elemen bangsa bersatu.

“Ke depan dibutuhkan bangsa ini keluar dari masa lalu dan berani melakukan rekonsiliasi sesama anak bangsa,” kata Benny dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10).

Benny berharap seluruh pihak tak memperuncing perbedaan sejarah. Ia meminta semua pihak untuk memperkuat ideologi Pancasila, konstitusi UUD 1945, dan tekad bulat menjaga NKRI demi kemajuan bangsa.

Jika ada pihak yang merasa komunisme bangkit kembali, kata dia, maka Benny menyarankan untuk melapor ke pihak berwajib. Benny mengatakan TAP MPRS XXV/1966 soal pelarangan komunisme belum dicabut.

Lebih lanjut, ia berharap momen Hari Kesaktian Pancasila hari ini jadi momentum bangsa Indonesia menerapkan nilai-nilai Pancasila. Hak itu bisa dimulai dengan menerapkan Pancasila di setiap kebijakan pemerintah.

“Peringatan kesaktian Pancasila sebagai momentum bangsa ini mengaktualisasikan Pancasila dalam kebijakan publik agar tujuan kita merdeka mencapai kesejahteraan,” tuturnya.

Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober. Hari ini memperingati peristiwa 30 September 1965 atau yang sering disebut G30S.

Dalam sejarah yang diakui Negara, PKI mencoba melakukan kudeta dalam peristiwa itu. Tujuh orang petinggi ABRI dibunuh dan dibuang ke Lubang Buaya.

Setelah peristiwa itu, Indonesia melarang keberadaan PKI dan ideologinya. Orang-orang yang dituduh berafiliasi dengan PKI diburu, dipenjara, bahkan dibunuh.

Pada 23 Juli 2012, Komnas HAM menyatakan berbagai kekerasan setelah peristiwa 30 September 1965 merupakan pelanggaran berat HAM. Komnas HAM memperkirakan 500 ribu hingga 3 juta orang jadi korban setelah kejadian itu.

(cnn/idn)

Share :

Baca Juga

Ahmad Riza Patria, Wakil Gubernur DKI Jakarta memberikan sambutan di ruangan Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (18/11/2020). Foto/Kompascom

NASIONAL

Tolak Vaksin di DKI Terancam Tak Dapat Bansos dan Denda Rp5 Juta
Spanduk sosialisasi cegah virus korona di Jakarta. Foto/MI/Bary Fathahilah

NASIONAL

Pesta Tahun Baru Dilarang, Masuk DKI Wajib Rapid Test
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P, menerima Laporan Korps Kenaikan Pangkat 23 Perwira Tinggi TNI, bertempat di Mabes TNI. Foto/TNI

NASIONAL

Panglima TNI Naikkan Pangkat 23 Perwira Tinggi

NASIONAL

Soal Pandemi dan Ekonomi, Presiden Jokowi: Ini Saatnya Bertransformasi
Sejumlah anggota tim penyidik Bareskrim Polri memperagakan adegan saat rekonstruksi kasus penembakan enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) di Karawang, Jawa Barat, Senin (14/12/2020) dini hari. Foto/ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar

NASIONAL

Temuan Komnas HAM Soal FPI Harus Ditindaklanjuti
Keberlanjutan tenaga kerja perempuan perlu didorong. Foto/MI

NASIONAL

Jumlah Perempuan RI Lebih Banyak dari Laki-laki
Petugas medis memeriksa kesiapan alat di ruang ICU Rumah Sakit Darurat Penanganan covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Foto/Antara

NASIONAL

Kasus Covid-19 di RI Tembus Satu Juta
Ilustrasi--BADAN SAR Nasional mengakhiri operasi pencarian korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP penerbangan JT 610, Sabtu (10/11) siang. Foto/Antara

NASIONAL

Tim Penyelam Gabungan Cari Korban Sriwijaya Air Pagi Ini