Home / GLOBAL

Senin, 1 Februari 2021 - 20:44 WIB

Myanmar Kudeta, Warga Ramai-ramai Tarik Uang Tunai dari ATM

 Aung San Suu Kyi. Foto/AFP

Aung San Suu Kyi. Foto/AFP

JAKARTA, BERITANUSA.id – Situasi Kota Yangon, kota terbesar di Myanmar, terbilang relatif sepi pada Senin (1/2) pagi beberapa jam setelah penahanan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi oleh militer dalam upaya kudeta.

Sejumlah wartawan media asing seperti Associated Press dan Reuters memaparkan tidak tanda-tanda reaksi signifikan dari warga terkait penahanan Suu Kyi dan sejumlah pejabat pemerintahan sipil lainnya.

Sementara itu, meski tak ada pengerahan aparat militer di pusat kota, puluhan tentara dilaporkan telah mengepung Balai Kota Yangon.

Namun, reporter Reuters melihat sejumlah antrean yang cukup panjang di beberapa lokasi mesin ATM di kota tersebut.

Para warga dilaporkan ramai mengantre untuk menarik uang mereka dari mesin ATM tak lama setelah militer mengumumkan telah mengambil alih kekuasaan pemerintahan.

Televisi militer Myanmar, Myawaddy TV, memaparkan bahwa angkatan bersenjata atau Tatmadaw mengumumkan status darurat selama satu tahun dan mengambil alih kekuasaan eksekutif dari pemerintah sipil.

Seorang presenter Myawaddy TV mengutip konstitusi negara yang memaparkan bahwa militer mungkin mengambil kendali pemerintahan pada saat darurat nasional.

Televisi itu menuturkan militer mengambil alih kekuasaan ekskutif karena pemerintah sipil dinilai gagal bertindak mengatasi kecurangan pemilihan umum pada November lalu.

Militer menuding ada jutaan pemilih palsu dalam pemilu kemarin dan menuntut Komisi Pemilihan Umum Myanmar memberikan daftar pemilih akhir untuk diverifikasi.

Seorang juru bicara militer Myanmar pada pekan lalu mengancam akan mengambil tindakan jika keluhan mereka soal pemilu tak dipenuhi.

Selain Suu Kyi, militer juga menangkap Presiden Myanmar Win Myint dan sejumlah tokoh senior partainya yang tengah berkuasa di pemerintahan, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).

Tatmadaw juga dikabarkan menargetkan sejumlah aktivis oposisi junta militer. Sebagian besar aktivis berusaha kabur dan bersembunyi setelah beberapa dari mereka dikabarkan ikut diamankan militer.

Sementara itu Asosiasi Bank Myanmar juga menyatakan bahwa bank-bank di negara Asia Tenggara itu akan ditutup sementara menyusul kudeta yang berlangsung di pemerintahan.

Dikutip Reuters, asosiasi tersebut mengatakan seluruh bank akan meminta izin bank sentral Myanmar untuk menutup operasional sementara hingga waktu yang belum ditentukan.

(cnn/reu/ap)

Share :

Baca Juga

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi. Foto/Ist

GLOBAL

Indonesia Desak Cina Investigasi Kasus Eksploitasi ABK WNI
Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn. Foto/AFP

GLOBAL

Menteri Kesehatan Jerman Positif Covid
DK PBB menolak resolusi AS perpanjang embargo senjata Iran. (Foto: Dok. Kemlu RI)

GLOBAL

PBB Tolak Usul AS Perpanjang Embargo Senjata Iran, RI Abstain.
Ilustrasi vaksin China. Foto/AFP

GLOBAL

Nigeria Minta Warga Waspadai Vaksin Corona Palsu
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas (ratas) yang membahas terkait membahas mengenai korporasi petani dan nelayan dengan tujuan meningkatkan taraf hidup mereka serta mewujudkan transformasi ekonomi melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/10). Foto/BPMI Setpres: Lukas

GLOBAL

Indonesia Siap Gelar Forum Penanganan Bencana Dunia pada 2022
Ilustrasi es krim. Foto/Thinkstock

GLOBAL

China Temukan Es Krim yang Mengandung Covid
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Foto/Ist

GLOBAL

Menlu Tekankan Dukungan Indonesia bagi Palestina
Ledakan besar yang mengguncang ibu kota Lebanon, Beirut, mengakibatkan bangunan hancur hingga menewaskan banyak orang. Foto/AFP

GLOBAL

73 Orang Tewas dan Ribuan Terluka Akibat Ledakan di Lebanon