Home / NASIONAL

Selasa, 16 Februari 2021 - 10:32 WIB

Napoleon Bonaparte Dituntut 3 Tahun Penjara Kasus Red Notice

Terdakwa kasus dugaan suap penghapusan red notice Joko Tjandra, Irjen Pol Napoleon Bonaparte. Foto/Antara

Terdakwa kasus dugaan suap penghapusan red notice Joko Tjandra, Irjen Pol Napoleon Bonaparte. Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Sidang lanjutan kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra dengan terdakwa Irjen Pol Napoleon Bonaparte kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin (15/2).

Dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri itu dengan 3 tahun pidana dan denda sebesar Rp100 juta, subside 6 bulan kurungan penjara.

“Menuntut dengan pidana penjara selama 3 (tiga) tahun dengan perintah agar terdakwa ditahan di rumah tahanan,” tutur Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat membacakan tuntutan.

Tuntutan yang diberikan oleh Jaksa tersebut didasari beberapa pertimbangan seperti telah merusak kepercayaan masyarakat pada institusi penegak hukum serta tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Adapun hal lain yang meringankan tuntutan kepada Napoleon antara lain terdakwa sangat kooperatif dan baru pertama kali terlibat dalam tindak pidana suap.

“Sementara, hal yang meringankan adalah terdakwa kooperatif selama persidangan berlangsung. Kemudian, terdakwa juga diketahui baru sekali melakukan tindak pidana ini,” jelasnya.

Jaksa menilai Napoleon melanggar Pasal 5 ayat 2 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

“Irjen Napoleon selaku Kadivhubinter maupun Brigjen Prasetijo telah mengetahui Djoko Tjandra adalah buron maka dengan itu perbuatan Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo telah bertentangan dengan kewajiban seorang polisi,” tukasnya.

(pmj)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi Pilkada 2020. Ist

NASIONAL

Polri Tangani 28 Perkara Dugaan Tindak Pidana Pemilu
Vaksinator melakukan penyuntikan kepada peserta vaksinasi COVID-19 untuk tenaga kesehatan (nakes) di RSPP. Foto/Antara

NASIONAL

Wapres RI Targetkan 1 Juta Warga Suntik Vaksin Per Hari
Perajin tempe. Foto/Antara

EKONOMI

Belum Ada Indikasi Penimbunan Kedelai
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir. Foto/MI

NASIONAL

Muhammadiyah Singgung Pelanggar Prokes dengan Dalih Agama
Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mendesak pemerintah tetap membuka formasi guru pada seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021. Foto/Antara

NASIONAL

Guru Honorer Desak Pemerintah Buka Formasi CPNS 2021
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (tengah) mengenakan baju tahanan seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu 25 November 2020. Foto/ANTARA/ Indrianto Eko Suwarso

NASIONAL

KPK Geledah Rumah Edhy Prabowo, Temukan 8 Sepeda dan Uang Rp4 Miliar
Kantor KPK. Foto/Tirto

NASIONAL

KPK Tambah 19 Personel dari Jaksa dan Polisi
Polda Metro Jaya berhasil mengamankan tiga pelaku pemalsuan hasil swab test (tes usap) PCR yang sempat viral di media sosial. Foto/Antara

NASIONAL

Ironis, Mahasiswa Kedokteran Jadi Pelaku Hasil Swab Test Palsu