Home / NASIONAL

Rabu, 27 Januari 2021 - 14:33 WIB

Negara Rugi Rp22 Triliun dari Kasus Asabri

Gedung Asabri. Foto/Istimewa

Gedung Asabri. Foto/Istimewa

JAKARTA, BERITANUSA.id – Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Ali Mukartono menuturkan hasil penghitungan kerugian negara terkait dugaan tindak pidana korupsi PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) masih dapat berubah.

Menurut dia, penyidik saat ini masih melakukan pendalaman terkait jumlah estimasi kerugian negara yang diterima dari dua instansi berbeda. Pertama, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang menyebut Rp17 triliun. Sementara, terbaru Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) disebut menaksir kerugian negara mencapai Rp22 triliun.

“Bisa bertambah, tergantung cara menilainya. Kalau dari sisa rentang waktunya, memang BPK menelitinya lebih panjang daripada BPKP. Nah, kan kalau misalnya ini (BPKP) meneliti dua tahun, yang satu (BPK) meneliti tiga tahun, pasti angkanya beda dong,” kata Ali dalam keterangannya, Rabu (27/1).

Belum lagi, kata dia, fluktuasi terhadap nilai keuangan negara yang dapat terjadi selama prses penyidikan. Fluktasi itu menurutnya dapat terjadi lantaran berbagai hal. Misalnya, harga saham.

Namun demikian, Ali menyebut bahwa pihaknya akan menggunakan perhitungan versi BPK.

“Fix-nya nunggu BPK dong. Tapi kan ini masih fluktuatif kan, jadi tepatnya belum, tunggu BPK,” tandasnya.

Hingga saat ini, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka kasus Asabri. Namun demikian, Jaksa Agung ST Burhanuddin menuturkan setidaknya ada tujuh calon tersangka yang sedang dibidik oleh Kejagung dalam perkara ini.

Menurutnya, dua dari tujuh calon tersangka itu merupakan sosok yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi Asuransi Jiwasraya.

Berdasarkan catatan, pihak Kejaksaan belum memeriksa satupun terdakwa dari kasus Jiwasraya dalam perkara ini.

Selin itu, Burhanuddin juga mengungkap bahwa pihaknya telah menyita aset senilai sekitar Rp18 triliun terkait kasus tersebut. Menurutnya, penyidik masih akan terus melacak aset milik Asabri.

“Sehingga kami akan lacak terus, mungkin akan berat karena kerugian Asabri ini di atas asuransi Jiwaraya,” ujarnya.

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Hutan Papua Ilustrasi. Foto/Antara/M Agung Rajasa

NASIONAL

Lahan Menipis, Korporasi Sawit Mulai Rambah Hutan Papua
Ilustrasi warga saat menerima bantuan uang tunai. Foto/Antara

NASIONAL

Lurah Didesak Usut Oknum RT Potong Bansos Warga DKI
Kesiapan rumah sakit tangani pasien Covid. Foto/Antara

NASIONAL

Daftar RS Swasta yang Buka Vaksinasi Covid
Ilustrasi--Pemprov DKI Jakarta belum memutuskan aturan baru pasca pembatalan peraturan Gubernur Nomor 195 Tahun 2014 tentang Pembatasan Sepeda Motor. Foto/MI

NASIONAL

Volume Kendaraan Bermotor di DKI Turun 4 Persen
Ilustrasi gempa bumi. Foto/Ist

NASIONAL

Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Sumatera Barat
Ilustrasi virus corona. Ist

NASIONAL

Update Kasus Corona 1 September: 177.571 Positif, 128.057 Sembuh
Rapat paripurna DPR RI. Foto/Ist

NASIONAL

Anggota DPR Siap Kawal RUU HIP Sampai Dibatalkan Dari Prolegnas
Gerakan masyarakat untuk bersatu melawan Covid-19. Foto/Antara/Muhammad Adimaja

NASIONAL

Update Covid 8 Desember: Tambah 5.292, Positif 586.842