Home / NASIONAL

Kamis, 21 Januari 2021 - 18:48 WIB

Orang Kaya Tak Boleh Lebih Dulu Dapat Vaksin Covid-19

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Foto/Setpres

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Foto/Setpres

JAKARTA, BERITANUSA.id – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberi satu syarat terkait penerapan vaksinasi Covid-19 secara mandiri. Ia tak ingin opsi ini justru menimbulkan ketidakadilan di masyarakat.

Budi mengatakan pemerintah terbuka dengan berbagai opsi yang bisa mempercepat vaksinasi, termasuk vaksinasi mandiri. Namun, pemerintah ingin memastikan hak atas kesehatan seluruh rakyat terjamin.

“Ada satu catatan, catatannya jangan sampai seperti yang sekarang terjadi (di dunia), negara kaya, golongan kaya, dapat duluan dibandingkan dengan orang yang tidak mampu,” kata Budi dalam acara Kompas100 CEO Forum, Kamis (21/1).

Budi mengaku sudah banyak mendapat pesan singkat dari pengusaha dan kalangan mampu soal vaksinasi mandiri. Ia meyakini para pengusaha itu mampu membeli vaksin Covid-19 sendiri.

Meski begitu, Budi menegaskan belum ada keputusan soal vaksinasi mandiri. Pemerintah masih berpegang pada rencana vaksinasi massal secara gratis.

Pemerintah fokus memvaksinasi 1,4 juta orang tenaga kesehatan hingga Februari 2021. Lalu vaksinasi 17 juta TNI-Polri pada Maret-April 2021. Kemudian vaksinasi 25 juta lansia hingga Mei 2021.

Budi menjelaskan penyuntikan vaksin untuk publik umum baru dilakukan Mei mendatang. Ia meminta masyarakat mengikuti rencana vaksinasi yang telah dirancang pemerintah.

“Tolong itu juga dipahami dan di-share ke teman-teman, dijaga tahapannya. Kalau kita mau loncat, bagaimana dampaknya ke orang-orang lain. Karena memang vaksinasi sifatnya sangat-sangat terbatas,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo bicara opsi vaksinaai mandiri. Meski begitu, mantan wali kota Solo tersebut menegaskan pemerintah masih menimbang opsi tersebut.

“Banyak dari perusahaan pengusaha menyampaikan, ‘Pak bisa enggak kita vaksin mandiri?’ Ini yang baru kita akan putuskan. Karena apa? Kita memang perlu mempercepat, perlu sebanyak-banyaknya,” ucap Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (21/1).

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

PT Transjakarta melipatgandakan frekuensi pencucian armada bus dengan menggunakan desinfektan dan menyediakan cairan pembersih tangan. Foto/MI/Pius Erlangga

NASIONAL

Jam Operasional Transjakarta dan MRT Dibatasi hingga 20.00
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka pendidikan Sespimti Dikreg ke-30 dan Sespimen Dikreg ke-61 tahun 2021. Foto/Istimewa

NASIONAL

Buka Sespimti & Sespimen 2021, Kapolri: Jangan Ada Klaster Baru
Vaksin virus Corona. Foto/Ist

NASIONAL

Desember, Vaksin Merah Putih Unair Masuki Uji Hewan
Petugas memakamkan jenazah pasien covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta. Foto/Antara

NASIONAL

Satgas Klaim Kasus Kematian Covid-19 Turun
Presiden RI Joko Widodo. Foto/Antara

NASIONAL

Jokowi Kecewa Soal PPKM Jawa-Bali: Tak Efektif
Ilustrasi vaksin corona. Foto/AFP

NASIONAL

Update Corona 20 Januari: Tambah 12.568, Positif 939.948
Ilustrasi vaksin Covid-19. Foto/Ist

NASIONAL

Perkiraan Vaksinasi Covid-19 Mulai Februari 2021
Ilustrasi pasien positif Covd-19. Foto: Istimewa

NASIONAL

Update Corona 16 Desember: Tambah 6.725, Positif 636.154