Home / TOPAD

Jumat, 7 Agustus 2020 - 19:25 WIB

Pak Menteri, Miskin Bukan Status Bawaan

Ketua Umum PUSATNUSA Parluhutan S.

Ketua Umum PUSATNUSA Parluhutan S.

ANGKA kemiskinan di Indonesia tinggi karena si miskin menikah dengan si miskin, maka akan lahir keluarga miskin baru. Sesama keluarga miskin besanan kemudian lahirlah keluarga miskin baru.

Itulah kalimat yang terucap dari seorang Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Mudhajir di salah satu acara webinar yang digelar oleh Kowani yang kemudian menjadi viral.

Pernyataan tersebut ada benarnya, namun patut dimaklumi kritikan tajam dari masyarakat yang memberi komentar di media sosial. Tentu sangat disayangkan pejabat sekelas Menteri Koordinator PMK, yang sebelumnya menjabat Menteri Pendidikan mengulas kemiskinan sesederhana dan sedangkal kalimat tersebut. Masyarakat mengetahui bahwa mengatasi masalah kemiskinan ini sudah ada jauh sebelum dampak Covid-19 dan telah menyedot anggaran yang sangat besar yang dampaknya mengurangi porsi anggaran produktif.

Lebih lanjut, dampak Covid-19 telah menambah jumlah angka kemiskinan dan memaksa anggaran yang tersedia ditambah hutang baru untuk dapat mengatasi kemiskinan yang dimaksud. Negara menyediakan anggaran untuk UMKM, bansos dan bantuan lainnya.

Terlepas apakah kebijakan dan implementasi yang sedang berjalan efektif dan optimal untuk mengatasi masalah ekonomi dan kemiskinan dimaksud, masyarakat dipersilakan untuk memberi penilaian tersendiri.

Miskin bukanlah status bawaan yang tidak dapat dirubah. Banyak bukti bahwa orang miskin kemudian menjadi orang kaya raya dan orang penting di negeri ini. Para pejabat yang sudah diberi wewenang untuk membawa rakyat ini menjadi rakyat berdaulat dan sejahtera agar benar-benar amanah dan bekerja keras, tidak cukup hanya dengan membuat pernyataan yang tidak produktif dan melukai perasaan rakyatnya.

Diharapkan agar Menteri PMK dan pihak lainnya yang ada di pemerintah fokus untuk mencari akar permasalahan kenapa angka kemiskinan besar, solusinya dibuat secara komprehensif dan terintegrasi, sosialisasi kebijakan sampai ke rakyat, implementasi tuntas, monitoring, pelaporan dan pengawasan yang kuat.

Rakyat menanti langkah-langkah Bapak sekalian, predikat miskin yang disandang bukan untuk diumbar, bukan untuk dipolitisasi, namun harus menjadi cambuk bagi pemimpin bangsa ini untuk segera menghilangkan status miskin tersebut dari bumi pertiwi ini. Harapan Dan Doa Rakyat. Salam Hormat Untuk Pemimpin.

Share :

Baca Juga

Oleh: Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com).

TOPAD

Tuhan Tak Bebani Manusia Kecuali Dengan Kesanggupannya
Ilustrasi Menkes Terawan. Foto/Ist

TOPAD

Ada Apa di Kemenkes?
Oleh: Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com).

TOPAD

Congkak & Takabur Dengan Agama Yang Dianutnya
Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com)

TOPAD

Benarkah Bencana Alam Tahun Ini Karena Tuhan Allah Murka?
Parluhutan (Topad),Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa). Foto/Beritanusa

TOPAD

Menanti Vaksin Covid-19

TOPAD

Tindak Akuntan Publik Nakal Demi Integritas Akuntan Publik Nusantara
Ketua Umum PUSATNUSA Topad. Foto/pri

TOPAD

Nang Gumalunsang Angka Laut
Parluhutan (Topad), Pendiri Perkumpulan Aliansi Perduli Indonesia Jaya

TOPAD

Ekonomi Terjajah dan Pentingnya Menggugat Perppu Corona