Home / NASIONAL

Kamis, 25 Februari 2021 - 09:22 WIB

Pakar Kritik Klaim Anies Soal Banjir Surut 6 Jam

Pedagang menyelamatkan barang dagangan saat banjir di Pasar Raya Cipulir, Jakarta Selatan, hari ini. Foto/Antara

Pedagang menyelamatkan barang dagangan saat banjir di Pasar Raya Cipulir, Jakarta Selatan, hari ini. Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Pengamat Tata Kota, Yayat Supriyatna menilai waktu surut banjir di DKI Jakarta dalam sehari boleh jadi dipengaruhi pelbagai faktor.

Alih-alih sebatas melontarkan klaim bahwa banjir surut dalam sehari, dia menyarankan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memberikan penjelasan menyeluruh. Mulai dari faktor penyebab susutnya luapan air hingga banjir di sejumlah titik yang perlu waktu lebih lama untuk susut.

“Wajar kalau pimpinan daerah mengatakan cepat surut. Tapi kan masyarakat berhak untuk tahu, kalau memang cepat surut, apa penyebabnya,” kata Yayat saat dihubungi, Rabu (23/2).

Dosen di Universitas Trisakti itu menambahkan sejumlah faktor yang mempengaruhi kecepatan surutnya banjir di antaranya curah hujan yang rendah, sistem drainase dan pompa yang bekerja baik hingga, ketiadaan hambatan dalam proses penanganan banjir.

Faktor-faktor itu, yang menurut dia perlu dijelaskan Anies.

“Kalau cepat surut pasti bagus-bagus saja, tapi kan harus ditunjukkan kenapa cepat surut, apa yang menyebabkan, itu dijelaskan. Jadi klaim itu kan harus disertai alasan dengan penjelasan harus lebih komprehensif,” ucap dia.

Lebih lanjut, jika melihat kondisi di lapangan, Yayat mengungkapkan bahwa ada beberapa daerah di Jakarta dengan waktu surut banjir lebih dari sehari.

“Seperti di Cipinang Melayu, dari sekian RW ada yang cepat, ada RW yang lama. Lebih bagus penyebutannya begini, di Cipinang Melayu surut dua hari, di Kemang itu satu hari atau sekian jam,” papar dia.

Senada, Pakar Tata Kota lainnya Nirwono Yoga juga menyebut waktu surut banjir di Jakarta sangat bergantung dengan curah hujan yang turun.

“Artinya kita bicara kondisi alam, dimana harusnya manusia menyesuaikan,” ucap dia.

Terlepas dari klaim banjir surut sehari itu, Nirwono kemudian menyoroti pernyataan Anies yang kerap mengatakan pihaknya menargetkan agar banjir di DKI surut dalam enam jam.

Nirwono pun menilai target itu justru akan membuat petugas di lapangan tidak fokus bekerja menangani sebab dikejar deadline. Dia juga mempertanyakan dasar Anies mematok waktu surut 6 jam.

“Kemudian itu penentuan titik 6 jam saja bisa jadi perdebatan, 6 jam dihitung dari mana, dari saat hujan turun atau pas hujan berhenti. Kalau waktu puncak musim kayak kemarin kan itu berhenti satu dua jam, kemudian hujan lagi, berhenti, hujan lagi, sepanjang hari begitu. Hitung 6 jam ini dari mana,” ucap dia.

Sejumlah daerah di DKI Jakarta dilanda banjir pada Sabtu (20/2) hingga Minggu (21/2) pekan lalu. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, banjir sempat berdampak pada 113 RW.

Jumlah tersebut menurun sehari setelahnya seiring surutnya luapan air. Selain itu ribuan warga juga sempat mengungsi dan setidaknya lima orang meninggal selama banjir.

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Foto/TNI

NASIONAL

Hari Ini, TNI Peringati HUT ke-75 di Istana Negara Secara Virtual
Spanduk sosialisasi cegah virus korona di Jakarta. Foto/MI/Bary Fathahilah

NASIONAL

Anies Juga Terapkan Lagi PSBB Ketat Mulai Hari Ini
Gedung Balai Kota DKI Jakarta. Foto/Antara

NASIONAL

Anies Positif Covid, Balai Kota Ditutup
Demo buruh tolak Omnibus Law. Foto/Detikcom

NASIONAL

Omnibus Law Cipta Kerja Terus Mendapat Penolakan
Cuaca di wilayah DKI Jakarta. Foto/Ist

NASIONAL

BMKG: Jakarta Diguyur Hujan Mulai Siang Hari
Kantor KPK KPK di Gedung Merah Putih, KPK, Jakarta. Foto/MI

NASIONAL

KPK Juga Tetapkan 6 Tersangka Lain Selain Edhy Prabowo
Petugas kesehatan mempersiapkan vaksin COVID-19 saat simulasi pelayanan vaksinasi di Puskesmas Kemaraya, Kendari, Sulawesi Tenggara. Foto/Antara

NASIONAL

4 Tahapan Vaksinasi Covid-19
Presiden Jokowi tinjau lokasi terdampak bencana di Kalimantan Selatan. Foto/Setneg

NASIONAL

Tiba di Kalsel, Jokowi Langsung Tinjau Korban Banjir