Home / EKONOMI

Selasa, 25 Agustus 2020 - 10:47 WIB

Pemda Bisa Jadi Lokomotif PEN

Ilustrasi pemulihan ekonomi nasional. Foto/Ist

Ilustrasi pemulihan ekonomi nasional. Foto/Ist

JAKARTA, BERITANUSA.id – Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2020 masih mengalami permasalahan penyerapan yang masih rendah yaitu sekitar 25,1 persen. Rendahnya penyerapan ini membuat Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati diminta untuk menyiapkan perubahan strategi dalam mempercepat PEN.

Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad mendorong Menkeu untuk berani menyampaikan perubahan skenario PEN pada sidang kabinet. Dia mengusulkan agar pemerintah daerah bisa menjadi lokomotif dalam program PEN.

“Jadikan pemda sebagai lokomotif utama pelaksanaan PEN mengingat selama dipegang kementerian, lembaga dan BUMN kurang penyerapannya,” kata Kamrussamad di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (24/8).

Menurut Kamrussamad, meski Menkeu telah berhasil menciptakan ruang fiskal yang lebar dalam perubahan postur APBN 2020, tapi menjadi sia-sia jika serapan anggaran tidak optimal. Dikatakan, Pemda bisa menjangkau UMKM, bisa lakukan penetrasi perlindungan sosial, bisa menahan laju penurunan daya beli.

“Pemda ini bisa menjangkau UMKM. Saya kira Menkeu perlu mempertimbangkan hal tersebut,” imbuhnya.

Selain itu, untuk penyaluran dana PEN melalui perbankan, dirinya minta OJK menyajikan dana penerima modal kerja baru, sehingga bisa diketahui berapa persen nasabah lama dan berapa persen nasabah baru penerima dana PEN.
“Karena semua sektor bisnis terdampak dan jika hanya menggunakan data nasabah lama maka harus kita evaluasi,” kata politisi Fraksi Partai Gerindra itu. (rls/dpr)

Share :

Baca Juga

UMKM batik. Ist

EKONOMI

Pemerintah Permudah Penyaluran Kredit bagi UMKM
Ilustrasi uang Rupiah. Foto/Antara

EKONOMI

Aturan Bank Digital Ditargetkan Terbit Semester I 2021
Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek di Jakarta. Foto/Istimewa

EKONOMI

Korupsi BPJS Ketenagakerjaan Diduga Terkait Investasi
Bank BCA. Foto/MI

EKONOMI

Gandeng Pinjol, BCA Salurkan Pinjaman untuk UMKM hingga Rp30 Miliar
Pengelola RPTRA Rustanti, Ahmad Sulaeman memeriksa bayam yang ditanam dengan sistem hidroponik di Rumah Susun Tanah Tinggi, Jakarta. Foto/Antara

EKONOMI

PLN Manfaatkan Sinar UV Genjot Produksi Hidroponik
Ilustrasi peaku UMKM batik. Foto/MI

EKONOMI

Kemenkop: Penjualan UKM Merosot 23 Persen Selama Pandemi
Kopi olahan citarasa Nusantara. foto/Ist

EKONOMI

Meski Pandemi, Ekpsor Kopi Olahan Masih Surplus Rp3,14 T
Ilustrasi warga saat menerima bantuan uang tunai. Foto/Antara

EKONOMI

Bansos Tunai Rp300 Ribu Cair Hari Ini