Home / EKONOMI / PARIWISATA

Rabu, 17 Februari 2021 - 10:46 WIB

Pemerintah Akan Beri Insentif untuk Sektor Pariwisata

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (20/7). Foto/Antara

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (20/7). Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan pemerintah akan menggelontorkan beberapa insentif atau stimulus di sektor pariwisata guna mendorong pemulihan ekonomi nasional dari pandemi covid-19.

Salah satunya, program hibah pariwisata yang merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).Pada tahun lalu, hibah senilai Rp3,3 triliun terserap 70 persen untuk hotel dan restoran.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pemerintah juga akan melanjutkan berbagai program yang sudah berjalan tahun lalu, seperti subsidi bunga, restrukturisasi kredit, dan KUR Pariwisata.

Selain itu, pemerintah juga akan memperluas peserta program Kartu Prakerja di tahun ini bagi para pekerja di sektor pariwisata.

“Validasi data, data yang kredibel dan akurat sangatlah penting untuk mendorong program-program PEN di sektor pariwisata,” ujar Airlangga dikutip dari rilis, Rabu (17/2).

Airlangga mengatakan secara beriringan, pemerintah turut menyiapkan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) dan mendorong pengembangan 5 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata untuk menggeliatkan kembali minat wisatawan untuk mengunjungi daerah wisata.

“Perlu ada shifting (peralihan) target wisatawan ke wisatawan nusantara atau domestik yang diperkirakan sebesar 50-55 juta orang,” imbuhnya.

Saat ini, menurut Airlangga, pemerintah tengah mempercepat Peraturan Pemerintah (PP) untuk KEK Pariwisata Lido dan 2 KEK pariwisata di Kawasan Babel yang masih dalam proses, yaitu KEK Sungai Liat dan KEK Tanjung Gunung.

Cara lain untuk mempercepat geliat di sektor terkait, Airlangga melanjutkan dengan memprioritaskan vaksin covid-19 kepada pelaku di sektor pariwisata.

“Vaksinasi covid-19 perlu diprioritaskan untuk pekerja di sektor pariwisata, agar memberikan rasa aman dan nyaman saat berinteraksi dengan para wisatawan. Pemerintah ingin geliat wisata mulai ada kembali, tanpa mengesampingkan aspek keselamatan masyarakat,” pungkasnya.

(cnn/eko)

Share :

Baca Juga

Presiden Joko Widodo membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Tahun 2020 sebagaimana diunggah pada kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis, 22 Oktober 2020. Foto: BPMI Setpres/Lukas

EKONOMI

Jokowi Prediksi Ekonomi Digital RI Sentuh Rp1,8 Kuadriliun pada 2025
ilustrasi -- Pekerja mengerjakan proyek pembangunan rumah bersubsidi. Foto/Antara

EKONOMI

PUPR Gelontorkan Rp21 T Bantu Warga Miskin Miliki Rumah
Ilustrasi uang Dolar AS. Ist

EKONOMI

Juli 2020, Utang Luar Negeri Indonesia Melambat
Ilustrasi tenaga kesehatan. Foto/Ist

EKONOMI

Realisasi Insentif Nakes Rp4,13 T per 9 November 2020
Calon penumpang meniup kantong saat mengikuti tes Covid-19 dengan GeNose C19 di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (18/2/2021). Foto/Kontan

EKONOMI

Bandara Sediakan Tes GeNose Mulai 1 April
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (dok. kementerian Keuangan)

EKONOMI

Menkeu Paparkan Cara Stabilkan Ekonomi dari Hantaman Covid-19
PLN kembali menggulirkan stimulus covid-19 bagi pelanggan PLN. Foto/Dok PLN

EKONOMI

Anggaran Rp4,67 T untuk Listrik Gratis 2021
Aplikasi Bank BRI. Foto/Ist

EKONOMI

Cara Cek Penerima BLT UMKM Rp2,4 Juta Via eform.bri.co.id