Home / NASIONAL

Minggu, 16 Agustus 2020 - 13:01 WIB

Anggaran Rp356,5 Triliun untuk Kelanjutan Pemulihan Ekonomi Nasional

Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto: BPMI Sekretariat Presiden/Lukas

Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto: BPMI Sekretariat Presiden/Lukas

JAKARTA, BERITANUSA.id – Seiring dengan pentingnya kelanjutan Pemulihan Ekonomi Nasional, pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2021 pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp356,5 triliun. Anggaran tersebut akan diarahkan untuk sejumlah hal, mulai dari penanganan kesehatan hingga insentif usaha.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat berpidato dalam rangka Penyampaian Pengantar Pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2021 disertai Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya. Pidato tersebut disampaikan pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR RI Tahun Sidang 2020-2021 yang digelar di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat (14/8).

“Pertama, penanganan kesehatan dengan anggaran sekitar Rp25,4 triliun untuk pengadaan vaksin antivirus, sarana dan prasarana kesehatan, laboratorium, litbang, serta bantuan iuran BPJS untuk PBPU,” kata Presiden.

Kedua, perlindungan sosial pada masyarakat menengah ke bawah sekitar Rp110,2 triliun melalui program keluarga harapan, kartu sembako, kartu prakerja, serta bansos tunai.

Ketiga, sektoral kementerian atau lembaga dan pemerintah daerah dengan anggaran sekitar Rp136,7 triliun. Anggaran tersebut ditujukan untuk peningkatan pariwisata, ketahanan pangan dan perikanan, kawasan industri, pengembangan ICT, pinjaman ke daerah, serta antisipasi pemulihan ekonomi.

“Keempat, dukungan pada UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) sekitar Rp48,8 triliun melalui subsidi bunga KUR (Kredit Usaha Rakyat), pembiayaan UMKM, penjaminan serta penempatan dana di perbankan,” imbuhnya.

Kelima, pembiayaan korporasi sekitar Rp14,9 triliun yang diperuntukkan bagi lembaga penjaminan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang melakukan penugasan.

Keenam, insentif usaha sekitar Rp20,4 triliun melalui pajak ditanggung pemerintah, pembebasan pajak penghasilan (PPh) impor, dan pengembalian pendahuluan pajak pertambahan nilai (PPN). (hms/pri)

Share :

Baca Juga

Sejumlah puing dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Foto/Antara

NASIONAL

Investigasi Sriwijaya Air Paling Cepat 30 Hari
Ilustrasi hacker. Foto/Thinkstock

NASIONAL

BSSN Ungkap Serangan Siber Naik Tiga Kali Lipat Selama 2020
Ilustrasi tes usap atau swab test antigen. Foto/Antara

NASIONAL

Polri Beri Tes Usap Gratis Secara Acak ke Pemudik
Gedung Mahkamah Agung. Foto/MI

NASIONAL

Izin Reklamasi Pulau G Anies Baswedan Ditolak
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan sebanyak 1.200 orang disuntik per hari dalam vaksinasi massal, di Masjid Istiqlal, DKI Jakarta. Foto/Setneg

NASIONAL

Warga Diminta Tak Unggah Sertifikat Vaksinasi ke Medsos
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Foto/Dok Biro Pers Sekretariat Presiden

NASIONAL

Menag Yaqut Minta Umat Konghucu Gelar Imlek Virtual
Pengunjung mengenakan masker mengunjungi Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, Senin (15/6/2020). Foto/MI

NASIONAL

PSBB Lebih Efektif Dibanding Wacana Lockdown Weekend
Salah satu pegawai perusahaan swasta menyelesaikan pekerjaan di rumah, Jakarta, Senin (16/3/2020). Foto/MI

NASIONAL

DKI Diminta Ketatkan Sistem Kerja WFH Mulai 18 Desember