Home / EKONOMI

Selasa, 16 Februari 2021 - 19:30 WIB

Pemerintah Beri Relaksasi PPnBM Dongkrak Industri Otomotif

Pekerja saat bekerja memproduksi mobil di pabrik Honda, Wuhan, Tiongkok. Foto/AFP via South China Morning Post

Pekerja saat bekerja memproduksi mobil di pabrik Honda, Wuhan, Tiongkok. Foto/AFP via South China Morning Post

JAKARTA, BERITANUSA.id – Pemerintah kembali melanjutkan kebijakan pemulihan ekonomi nasional (PEN) di 2021 dengan mempertahankan dan memodifikasi sejumlah program untuk menyesuaikan kondisi di masa pandemi.

Salah satu strategi program PEN untuk melindungi industri dalam negeri yakni melalui relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM).

Skenario relaksasi PPnBM ini dilakukan secara bertahap. Tak hanya menguntungkan konsumen, tapi relaksasi PPnBM diyakini bisa meningkatkan produksi otomotif dan menambah pemasukan negara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pada industri otomotif saja diperhitungkan dapat terjadi peningkatan produksi yang akan mencapai 81.752 unit.

Estimasi terhadap penambahan output industri otomotif akan menyumbang pemasukan negara sebesar Rp1,4 triliun.

“Insentif ini diberikan pada konsumen, bukan kepada korporasi atau produsennya. Dari segi penerimaan negara, kami sudah menghitung jika PPnBM diterapkan maka volume akan meningkat, dan maka pajak penghasilan juga akan meningkat,” ujar Airlangga dalam Dialog Produktif ‘Daya Ungkit untuk Ekonomi Bangkit’ yang digelar Kominfo dan KPC PEN, Selasa (16/2).

Senada, Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyebut industri kendaraan bermotor dan mesin mengalami penurunan paling tajam di atas 50 persen.

Karena itulah, pemerintah mengeluarkan relaksasi pajak untuk industri otomotif untuk kendaraan bermotor.

“Selain dampaknya yang luar biasa pada sisi produksi dan penjualan, utilisasinya juga turun paling rendah, dan dari sisi multiplier effect-nya, mengingat tenaga kerja dan industri pendukungnya juga cukup banyak,” ujar Susiwijono.

Dengan demikian pemberian insentif fiskal berupa penurunan PPnBM ini nantinya diharapkan menurunkan harga kendaraan bermotor, sehingga dapat meningkatkan pembelian dan produksi kendaraan bermotor.

Dalam penerapannya, PPnBM akan diberlakukan 0 persen pada Maret hingga Mei. Selanjutnya diikuti insentif 50 persen pada Juni-Agustus dan 25 persen pada September-November. Besaran insentif akan dievaluasi tiap 3 bulan.

(cnn/eko)

Share :

Baca Juga

ilustrasi SPBU. Foto/Ayobandung

EKONOMI

Harga Pertalite di 29 SPBU Jakarta Turun Jadi Setara Premium
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Foto/MI

EKONOMI

Realisasi Dana PEN Capai 60,9 Persen per 23 November
Ilustrasi--Transaksi digital. Foto/MI

EKONOMI

BI: Transaksi Digital Banking Tembus Rp2.774 T
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto/Antara

EKONOMI

Kemenkeu Kucurkan Insentif Rp3,49 T ke Pengusaha
ilustrasi -- Pekerja mengerjakan proyek pembangunan rumah bersubsidi. Foto/Antara

EKONOMI

Syarat Beli Rumah DP 0 Persen
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto/Antara

EKONOMI

Menkeu Minta Wajib Pajak Laporkan SPT Pekan Ini
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani. Foto/Ist

EKONOMI

Sulit Capai Target Pertumbuhan Ekonomi pada 2021
Presiden Joko Widodo. Foto: Istimewa

EKONOMI

Jokowi: Percepat Belanja Daerah untuk Dongkrak Ekonomi di Tengah Pandemi